ISTRI TERTUDUH TIDAK BECUS MENGURUS KEUANGAN

ISTRI TERTUDUH TIDAK BECUS MENGURUS KEUANGAN
32. Bingung


__ADS_3

Tubuh Dimas gemetar mendapat ancaman dari istrinya yang sepertinya tidak main-main. Ia bungkam seribu bahasa. Sementara itu Glen menghampiri ibunya dan merengek karena ia sudah lapar. Rani ke dapur dan membuka kulkas untuk mencari makanan yang bisa diolah dengan cepat.


Setelah merebus mie dan telur, ia meletakkan di meja. Sekilas ia melihat ada banyak sisa makanan yang berserakan di meja. Pasti ini adalah masakan Si Caca. Tidak mungkin Dimas yang masak. Pantas aja mereka makin akrab karena selalu berduaan di rumah ketika istrinya sedang tidak ada. Begitulah pikiran Rani saat ini.


Ia mulai menyuapi anaknya dengan sabar sedangkan Dimas masih duduk terpaku di ruang tengah. Ia bingung hendak berbuat apa. Kalau benaran Rani serius mengusirnya, ia mau ke mana? Tidak ada sanak keluarga yang dekat dan tinggal di kota itu. Matanya melirik ke tempat menyimpan kunci toko, ada niat untuk mengambil sebagian uang yang ada di laci untuk berjaga-jaga jika Rani benar-benar mengusirnya malam ini.


Dimas mengendap-ngendap mendekati laci tempat menyimpan kunci sambil sesekali matanya melirik ke arah dapur. Ia takut jangan sampai Rani memergokinya.


Kunci yang dicari oleh Dimas ternyata sudah tidak ada di tempatnya. Ia kalah lincah oleh istrinya yang sudah menduga apa yang akan dilakukan suaminya pada saat terdesak.


Dimas menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu kembali duduk di tempat semula. Ia sangat menyesal dengan apa yang sudah ia lakukan.


Dimas mulai sadar, bagaimana kehidupan keluarganya sebelum menikah dengan Rani. Semua serbah kekurangan bahkan boleh dikata sangat dibawah garis kemiskinan.


Pernikahannya dengan Rani telah mengangkat derajat keluarganya. Rani tidak pernah segan memberikan bantuan kepada mertuanya di kampung bahkan setiap bulan ia selalu memerintahkan Dimas untuk mengirim uang kepada orang tuanya yang tinggal di kampung.


Pikiran Dimas kembali membayangkan bagaimana ia dulu sehingga tergoda oleh rayuan gombal Si Caca. Seringnya Caca mengantar makanan ke rumahnya membuat ia termakan oleh rayuan iblis.


Awalnya Dimas masih kuat dan selalu menghindari pemandangan yang menggiurkan. Ia selalu membuang muka ketika Caca mencoba untuk merayunya. Namun seiring berjalannya waktu, iman Dimas mulai goyah.


Waktu itu Caca datang pagi-pagi sekali. Dimas masih tertidur pulas namun ketukan keras di pintu dan suara Caca yang hendak membeli memekakkan telinga sehingga ia terpaksa bangun.

__ADS_1


"Ada apa, kok pagi-pagi benar sudah mau belanja?" tanya Dimas saat membuka pintu. Tampak wajahnya yang kusut karena masih mengantuk.


"Jam segini kamu masih tidur? Kebiasaan kalau istri tidak ada di rumah. Saya lagi butuh bumbu untuk masak, makanya pagi-pagi datang ke sini. Nih saya bawakan nasi goreng buat sarapanmu!" sahut Caca .


"Tunggu sebentar, saya ambil dulu kunci toko!" kata Dimas dengan suara lemas.


Melihat pergerakan Dimas yang lamban, Caca mendahuluinya masuk ke dalam rumah. Ia sengaja berjalan gemulai di depan Dimas. Dengan baju yang sangat tipis dan pendeknya di atas lutut, memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh yang indah.


Anehnya, bukannya Dimas mengambil kunci toko tapi ia malah mengikuti Caca ke dapur yang hendak meletakkan nasi goreng di meja. Matanya tidak lepas dari bokong yang sangat menantang di depannya.


Caca tersenyum karena ia tahu triknya sudah mulai berhasil untuk menarik perhatian Dimas.


Sudah satu minggu ini Fredy tidak pernah datang mengunjungi Caca membuat ia sangat kecewa sehingga muncul niat jahat untuk menggoda tetangganya.


Ia meraih pinggang Caca dan menahannya agar tidak terjembab ke lantai. Saat itulah Caca semakin gila. Ia menarik dres yang dikenakan itu sehingga setengah dari tubuhnya tanpa sehelai kainsudah terlihat oleh mata Dimas yang juga sedang kelaparan.


Perlahan Dimas menuntun Caca untuk duduk dulu di kursi lalu ia sendiri setengah berlari ke ruang depan untuk menutup pintu dan tak lupa ia menguncinya.


Dimas kembali untuk menemui Caca di dapur yang juga sudah tidak sabar ingin disentuh oleh tangan lelaki yang tergolong sangat polos itu. Ketika Dimas pergi ke depan tadi, Caca sengaja melepaskan kancing baju bagiqn atas dadanya sehingga buah yang besar dan mulus itu sudah menampakkan diri kepada Dimas saat ia kembali ke dapur.


Tanpa suara Dimas langsung meremas buah itu dengan lembut dan menciumnya dengan hangat. Caca yang mendapat sentuhan yang penuh perasaan itu sangat senang. Selama ini ia tidak biasa menghadapi laki-laki yang selembut dengan cara Dimas memperlakukannya. Biasanya laki-laki yang berkencan dengannya terlalu terburu-buru bahkan terkesan kasar.

__ADS_1


Tangan Dimas mulai merayap ke bagian-bagian yang sensitif membuat Caca mendesah karena merasakan kenikmatan. Ia masih tetap dalam posisi duduk di kursi dan pasrah dengan segala perlakuan dari Dimas.


Baju tipis pun sudah keluar dari tubuh Caca sehingga tak sehehai kain lagi yang tersisa. Dimas mengangkat tubuh itu ke depan TV dan membaringkan di bawa kasur yang biasanya digunakan sebagai tempat bersantai.


Dimas kembali melanjutkan aksinya. Pikirannya sudah dikuasai oleh setan sehingga lupa kalau ia sudah punya anak dan istrinya.


Caca juga tidak tinggal diam, ia bahkan lebih agresif jika dibandingkan dengan Dimas membuat Dimas tak berkutik. Ia juga pasrah dengan perlakuan Caca yang baginya sangat luar biasa.


Caca muai membuka pakaian yang masih melekat sempurna di tubuh Dimas dan membelalakkan mata ketika melihat tubuh kekar di depannya. Dengan beringas ia menjilati setiap bagian tubuh itu membuat Dimas mengerang.


"Kenapa masih bengong? Ayo keluar dari rumah ini sebelum kesabaran saya habis!" teriak Rani membuyarkan lamunan Dimas. Ia tersentak kaget mendengar teriakan istrinya. Selama hidup sebagai suami istri, baru kali ini ia mendengar suara teriakan dari mulut istrinya.


Glen menghampiri ayahnya dan minta untuk digendong. Rupanya anak itu paham bahwa hubungan kedua oran tuanya sedang tidak baik-baik saja.


"Ayo, kenapa diam saja?" hardik Rani lagi membuat tubuh Dimas gemetar.


"Jangan usir Ayah, Bu!" ucap Glen dengan ragu.


Dimas memandang wajah istrinya ketika mendengar permintaan Glen. Ia berharap, hati Rani akan luluh sehingga ia membatalkan niatnya untuk mengusir dirinya.


"Malam ini, Glen mau bobo sama Ayah!" ucap Glen lagi membuat hati Dimas sedikit lega. Glen menatap ibunya dengan penuh harap. Ia turun dari pangkuan ayahnya dan menghampiri ibunya.

__ADS_1


Rani jadi kebingungan. Kemarahannya yang masih menyalah-nyalah namun ia juga tak bisa membantah anaknya karena ia tahu Glen sangat merindukan ayahnya karena Dimas memang sangat memanjakan dia bahkan Glen lebih dekat dengan ayahnya dibandingkan dengan dirinya apalagi sudah satu minggu ini ia tidak pernah bertemu.


__ADS_2