
Saat Azan Subuh berkumandang. Adit terbangun dari tidurnya. Walaupun kepalanya masih terasa sangat berat, dan badannya masih cukup sangat lemas. Tak membuat Adit menjadi bermalas-malasan untuk segera bangun dan berangkat pergi ke Kantor.
Namun saat Adit menoleh kesampinggnya. Ternyata teman tidurnya sudah tidak ada lagi. Entah kenapa Adit berharap, saat dirinya terbangun ada Tiara yang masih tertidur lelap disampingnya.
'Kenapa aku tiba-tiba memikirkan dirinya? Kenapa aku merasa sangat nyaman saat bersama dengan dirinya? Apakah perasaan nyaman ini, sama dengan apa yang Ziel rasakan, saat tertidur dalam pelukan Tiara,' Batin Adit dalam hati.
Namun Adit kembali teringat, bahwa hari ini dimana dirinya akan memilih salah satu wanita Sayembara tersebut. Dimana yang pastinya tidak ada dari salah satu mereka semua yang Adit inginkan.
Namun, Ibu nya sangat menginginkan salah satu diantara mereka semua harus ada yang adit pilih, dan akan Adit jadikan Istri dan juga Ibu buat Ziel nantinya.
Tidak ingin terlalu lama berlarut-larut, Adit secepatnya masuk kedalam Kamar Mandi dan menyiram seluruh tubuhnya menggunakan Air dingin. Walaupun rasanya sangat dingin, namun Adit tidak ingin terlihat sangat lemah.
Setelah selesai bersiapa-siap, karena hari ini Adit akan ada rapat penting dan setelah itu, akan memilih siapa pemenang Sayembara tersebut.
Di Meja makan sudah ada Arini dan juga Ziel, Yang sedari tadi sudah menikmati sarapan pagi mereka.
"Nyenyak tidurnya Dit?" Tanya Arini kepada Adit.
__ADS_1
"Iya Bu, lumayan." Jawab Adit, sambil mengambil Nasi, Lauk, dan juga Sayur.
Namun satu suapan masuk kedalam mulut Adit, tiba-tiba rasanya sangat berbeda dengan buatan Tiara atau pelayan yang lainnya.
"Siapa yang masak ini Bu? Kenapa rasanya berbeda dari yang sebelumnya?" Tanya Adit kepada Ibu nya.
"Ini masakan buatan Ayu, katanya tidak enak badan, jadi rasanya tidak seenak biasanya." Jawab Arini kepada Adit.
"Oh, begitu Bu. Kalo sakit kenapa harus dipaksakan untuk memasak? Kan masih ada yang lainnya, ada juga Tiara, masa Ayu saja yang bisa memasak." Ucap Adit, yang mencoba mencari banyak pertanyaan, agar dirinya tahu keberadaan Tiara.
Biasanya Tiara selalu menemani Ziel, bahkan tak segan Tiara juga mengurus semua keperluan Ziel, walaupun itu diluar tugasnya sebagai Asisten rumah tangga.
"Ibu juga tidak tahu, kenapa kamu tiba-tiba mempermasalahkan siapa yang memasak? Biasanya juga kamu selalu makan, dengan siapa saja yang memasak." Jawab Arini kepada Adit.
"Tidak apa-apa Ibu." Ucap Adit.
"Papah.. Papah.. Bibi Tiara pagi tadi izin pulang ke Kampung, katanya Nenek Arum lagi sakit." Ucap Ziel kepada Adit.
__ADS_1
Adit yang mendengar ucapan dari anaknya merasa bingung, namun sekuat hati, Adit tidak ingin melihatkan kebingungannya itu kepada Ibu nya.
"Kenapa Tiara tidak izin kepadaku Ibu? Bibi Arum sakit apa?" Tanya Adit kepada Ibu nya.
"Biasalah Usia Arum kan tidak muda lagi, hampir sama dengan Ibu, yang terus sakit-sakitan. Paktor umur itu Dit. Lagian buat apa Tiara izin sama kamu? Bukankah biasanya kamu tidak perduli kepada Asisten Rumah Tangga ini?" Jawab Arini kepada Adit.
"Bukan begitu Ibu," Ucap.Adit yang bingung karena sudah kehabisan kata-katanya.
"Yasudah aku berangkat dulu Bu, titip Ziel." Ucap Adit lagi, yang mencium kening Ibu nya dan tak lupa juga mencium pipi gembul milik Ziel.
"Jangan lupa pulang tepat waktu! Malam ini kamu akan memilih wanita Sayembara itu Adit," Jelas Arini kepada Aditya.
"Iya Ibu." Jawab Adit dengan suara lemasnya.
Adit bergegas menaiki Mobilnya. Karena Adit tidak suka di supiri jika perjalanan tidak terlalu jauh.
Saat di perjalanan, tiba-tiba entah kenapa, Adit merasa sedikit kecewa dengan Tiara. Adit berharap pagi tadi Tiara izin kepada dirinya, sehingga Adit bisa mengantarkan Tiara pulang ke Kampung halamannya.
__ADS_1