Istri Untuk Ayahku

Istri Untuk Ayahku
Marahnya Aditya


__ADS_3

Sepanjang perjalanan muka Juwita terlihat sangat kesal. Dan hal itu terlihat jelas oleh Adit, melalui kaca yang ada di dalam Mobil tersebut.


'Seharusnya aku berada di muka, bukan malah duduk di belakang seperti ini." Guman Juwita dalam hati.


Sedangkan Adit merasa sangat puas, sudah bisa membuat calon Sayembara nya ini merasa kurang enak. Adit bisa menilai sosok perempuan yang benar-benar serius dalam Sayembara tersebut. Namun Adit tidak menemukan perempuan itu sampai sekarang.


Setibanya di Wahana Bermain, Juwita kembali lagi bersikap seolah-olah, dia adalah wanita paling beruntung bisa berjalan bersama dengan Aditya. Namun tidak dengan Aditya yang merasa sangat risih.


Sedangkan Ziel, saat masuk ke tempat Wahana tersebut. Dengan lincahnya Ziel berlari-lari ke tempat dimana yang dia suka.


Ziel dengan gembiranya menaiki satu-persatu permainan yang dia sukai.


Sedangkan Adit dan Juwita, hanya melihat dari kejauhan, dimana yang saat itu Ziel bermain dengan riang nya.


"Mas Adit, apakah kita mencari minum atau makanan dulu?" Tanya Juwita kepada Adit.


"Kamu saja! Aku sudah makan dan minum, sebelum pergi ke tempat ini." Jawab Adit kepada Juwita.


"Tidak jadi deh." Jawab Juwita dengan kesal.


Sedangkan Adit merasa sangat senang, sudah bisa membuat Juwita menjadi kesal. 'Semoga saja, dia tidak betah dan pergi jauh-jauh dari Sayembara ini.' Guman Adit dalam hati.


***


Satu bulan kemudian. Setiap harinya selalu di jalani Adit dengan acara Sayembara tersebut. Tak jarang Adit selalu merasa tidak pokus dengan semua pekerjaannya. Untung saja Asisten atau Seketaris Adit yang merangkap menjadi satu itu, selalu siaga dalam menjalankan semua yang di perintahkan Adit.


Dalam waktu Satu Bulan ini, Adit dapat menilai sosok wanita yang selalu jalan bersama dengan dirinya. Wanita-wanita mana saja yang bisa membuat Ziel merasa senang dan tidak. Dan yang mana benar-benar untuk Ziel dan hanya mencari perhatian Adit saja.


Seperti saat ini, Adit bersama dengan Ibu nya dan juga Ziel. Sedang menikmati sarapan pagi nya. Namun tiba-tiba, tamu tak di undang datang begitu saja.


Siapa lagi kalo bukan Laura, anak dari teman Sosialita Arini.Yang pernah mereka rencanakan untuk saling menjodohkan Adit dan juga Laura.

__ADS_1


"Pagi Ibu, Ziel, Mas Adit." Sapa Laura kepada semua orang yang ada di meja makan tersebut.


"Pagi juga," Jawab semuanya.


"Tante, Laura bawa masakan buatan Laura loh. Di coba ya Mas Adit." Pinta Laura kepada Adit.


"Maaf aku sudah kenyang, biar Ibu dan Ziel saja yang makan." Jawab Adit, dengan sura dinginnya.


Sebab Adit bersikap seperti itu kepada Laura, Karena Adit sudah mengetahui bahwa keluarga Laura, ingin melancarkan kerja sama antara perusahaan milik mereka kepada perusahaan keluarga Adit.


Hal itu membuat Adit sangat geram dan marah besar kepada Laura. Sebab perasaan keluarganya termasuk Ibu dan Anak nya ingin di permainkan oleh keluarga Laura.


"Loh aku masak buat Mas loh, cicipin ya Mas." Pinta Laura dengan suara yang terdengar memelas.


"Maaf Laura, aku sudah kenyang! Aku tidak suka di paksa dan di perintah oleh seorang wanita! Tapi jika kamu masih mau memaksa, silahkan tinggalkan rumah ini dan jangan pernah berpikir untuk masuk lagi!" Jelas Adit, yang terdengar lumayan keras, sehingga para Asisten rumah tangga tersebut pada datang dan melihat keributan yang ada di sana.


Adit tidak menyadari, kemarahannya di perlihatkan kepada Ziel, yang tidak seharusnya untuk di pertontonkan.


Adit mengusap mukanya yang penuh rasa bersalah itu, sebab Adit tidak menyadari jika sikapnya itu di lihat oleh anak nya sendiri.


"Tiara, tolong ajak Ziel masuk ke dalam kamar!" Perintah Adit yang meminta Tiara membawa Ziel, bukan Ayu, yang dia inginkan.


Sedangkan Ayu, yang mendengar saat Adit meninta Tiara untuk mengantar Ziel, bukan dirinya Sehingga membuat Tiara semakin merasa marah dan merasa Tiara adalah saingannya untuk mendapatkan Majikannya itu.


"Baik Tuan." Jawab Tiara, yang bergegas menghampiri Ziel, dan langsung membawanya menuju kamar Ziel.


"Saya tegaskan sekali lagi, Sayembara sudah berakhir! Dan semua keputusannya ada pada besok hari. Jadi saya mohon, silahkan tinggalkan rumah saya dan jangan lupa bawa masakan yang kamu buat ini!" Perintah Adit, yang tidak ingin di bantah oleh siapa pun termasuk Laura.


"Bawalah dulu pulang Laura! Tante tidak ingin jika Adit akan semakin marah kepada kamu." Pinta Arini kepada Laura.


"Baik Tante, maaf sepagi ini sudah membuat keributan di rumah Tante." Ucap Laura, kepada Arini.

__ADS_1


Laura tidak mengetahui, bahwa Adit sudah terlebih dahulu mengetahui yang keluarga Laura rencanakan. Namun semuanya Adit simpan rapat-rapat dan akan Adit bongkar setelah mengumumkan pemenang Sayembara tersebut.


Adit berjalan menuju kamar Ziel, yang saat itu masih ada Tiara di dalam kamar tersebut.


Ceklekkkkk


Pintu kamar terbuka, yang menunjukan jika seorang bocah sedang menangis sesegukan.


Adit berlutut di depan Ziel dan Tiara, karena saat saat ini Tiara dan Ziel, sedang duduk di atas Ranjang. Sedangkan Adit berjongkok di bawab Ranjang.


"Maafkan Papah, ya Sayang. Papah tadi marah-marah kepada Tante Laura di depan Ziel. Ziel jangan takut sama Papah, Papah tidak akan seperti itu lagi sama Ziel." Ucap Adit kepada Ziel, yang mencoba untuk membuat Ziel agar lebih tenang lagi.


Namun Ziel tetap merasa ketakutan dengan apa yang sudah dia lihat dan dengar barusan.


Sedangkan Tiara, sedari tadi ingin sekali beranjak dari tempat duduknya. Karena tidak ingin mengganggu antara anak dan Ayah tersebut.


"Kamu kenapa Tiara? Apakah kamu juga takut kepada saya?" Tanya Adit kepada Tiara.


"T-tidak Tuan, maaf." Jawab Tiara, yang merasa sangat tidak enak sekali. Sebab ini adalah masalah antara Ziel dan juga Ayah nya.


"Tolong jaga Ziel ya! Aku tahu Ziel lebih nyaman sama kamu daripada yang lainnya." Pinta Adit kepada Tiara, agar Tiara selalu bisa menjaga Ziel, dalam keadaan apa pun.


"Itu memang sudah tugas saya Tuan, jika Den Ziel merasa nyaman dengan saya, maka saya akan selalu menjaga Den Ziel, tanpa Tuan minta." Jawab Tiara kepada Aditya.


Sedangkan Ziel, sudah mulai merasa tenang. Sebab Ziel juga merasakan tenang, saat bersama dengan Tiara.


"Bibi Tiara, jangan kemana-mana ya! Ziel mau sama Bibi terus." Pinta Ziel kepada Tiara, dengan muka nya yang terlihat sangat lucu.


"Iya sayang, Bibi tidak kemana-mana ko." Jawab Tiara dan langsung memeluk tubuh mungil itu.


Namun berbeda dengan Tiara dan Ziel. Perasaan Aditya semakin tidak karuan. Sebab Adit merasa kalo Ziel terlihat sangat tenang jika bersama dengan Tiara.

__ADS_1


Maaf gaes baru bisa up β˜ΊοΈπŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2