Istri Untuk Ayahku

Istri Untuk Ayahku
Mulai Dekat


__ADS_3

Keesokan hari nya, Tiara terbangun lebih dahulu. Karena itu sudah menjadi kebiasaan Tiara.


Tidak ada apa-apa di dalam Kulkas, hanya ada air minum saja.


"Bagaimana mau sarapan pagi, semuanya tidak ada di dapur. Terus bagaimana nanti kalau Mas Adit bangun," guman Tiara, yang berbicara sendirian.


Tiba-tiba Tiara, terkejut ada seseorang yang sedang memegang pundaknya. "Astagfirullah Mas, aku pikir siapa? Kenapa pagi-pagi mengagetkanku," tanya Tiara, kepada Adit.


"Kamu sedang cari apa? Apa ada yang kamu perlukan?" Ucap Adit, kepada Tiara.


"Aku sedang mencari bahan-bahan untuk masak pagi ini mas, tapi saat aku lihat tidak ada satupun di dalam kulkas. Bagaimana aku bisa menyiapkan sarapan pagi," jawab Tiara kepada adit.


"Nanti aku minta tolong kepada Evan, untuk membeli perlengkapan dapur Biar kamu lebih leluasa untuk memasak," ucap Adit.


"Kenapa harus Pak Evan? Biar aku saja Mas yang ke pasar untuk beli bahan-bahan perlengkapan dapur. bukankah biasanya aku sering ke pasar," jawab Tiara.


"Disini jauh Tiara, yang ada hanya supermarket saja. Apakah kamu mau aku antar kesana?" Tanya Adit.


"Apa Mas, mau mengantarkan ku?"


"Iya, ayo aku antar."

__ADS_1


Setelah itu Adit dan juga Tiara, bersiap-siap untuk pergi ke Supermarket. Mereka berdua menggunakan Mobil. Karena ini sudah siang, kemungkinan besar Mobil, dan Motor, sudah sangat padat, akibat semua orang beraktifitas dan kegiatan masing-masing.


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, akhirnya Adit dan juga Tiara, sampai di Supermarket. Adit membantu Tiara, mendorong troli. Sedangkan Tiara, mengambil keperluan dan peralatan dapur.


Merasa sudah cukup, apalagi keperluan memasak sudah lumayan cukup. Adit mengajak Tiara, untuk segera ke kasir dan membayar semua tagihan yang mereka beli.


Setelah itu Adit, kembali mengajak Tiara untuk mencari makan di sekitar kawasan yang masih sama.


"Kita mau kemana Mas?" tanya Tiara, kepada Adit.


"Cari makan dulu, biar nanti setelah pulang tidak perlu repot-repot memasak," jawab Adit, yang terus berjalan mencari tempat makan yang lumayan enak dan higienis.


Adit yang kebetulan sudah merasakan sangat lapar, memakan dengan sangat lahap. Hal itu yang membuat Tiara sedikit merasa bingung. Namun Tiara, enggan untuk bertanya.


"Makan yang banyak! Jangan terus melihatku seperti itu! Memangnya dengan cara itu kamu bisa kenyang," ucap Adit kepada Tiara.


"Siapa yang melihat? Ih geer banget deh Mas Adit," jawab Tiara.


"Kamu tidak perlu kuatir, nanti setiap hari kamu juga pasti akan melihat wajah tampanku ini. Apa jangan-jangan kamu sudah mulai suka kepadaku," tanya Adit yang sok kepedean, namun itu semua semata-mata Adit lakukan agar dirinya bisa sedikit-sedikit membuka hati untuk Tiara.


"Memangnya ada salah Mas kalau aku menyukai suamiku sendiri? Yang salah itu kita tinggal serumah Satu Atap dan Satu kamar namun perasaanku tidak pernah ada untukmu," jawab Tiara, setelah itu mulai memasukkan makanannya ke dalam mulut, tidak peduli kepada Adit yang terus menatap wajahnya.

__ADS_1


Setelah mereka berdua menghabiskan sarapan pagi Adit dan Tiara segera menuju parkiran untuk pulang ke apartemen. "Apa masih ada yang kamu perlukan? mumpung kita masih di jalan ini."


"Aku pikir tidak ada lagi mas cuman aku hanya-" ucapan Tiara terputus saat Adit memotong nya.


"Cuman kenapa? Apa ada sesuatu yang kamu inginkan," tanya Adit.


"Aku hanya rindu kepada Ziel. kapan dia menemui aku," jawab Tiara.


"Nanti akan aku usahakan," ucap Adit.


"Secepatnya ya Mas," pinta Tiara.


"Iya," jawab Adit, namun dalam hati Adit merasa sangat senang pada seorang wanita yang sangat peduli kepada anaknya. "Semoga aku tidak pernah salah memilih kamu Tiara," batin Adit dalam hati.


Setelah mereka sampai di apartemen Adit membantu Tiara untuk memasukkan barang-barang yang tadi mereka beli. setelah selesai membereskan semuanya, Adit bersiap-siap untuk segera mandi karena badannya sudah merasa sangat gerah.


"Mas mau ke mana," tanya Tiara kepada Adit.


"Mau ikut aku mandi? Biar kita mandi bareng. Kan kita belum melakukan malam pengantin," jawab Adit yang menaik turunkan keningnya.


Sedangkan Tiara yang mendengar ucapan Adit tersebut merasa malu. sebab entah kenapa Tiara merasa sudah sangat dekat kepada Adit. padahal dulunya mereka hanya sebatas Bos dan juga asisten rumah tangga.

__ADS_1


__ADS_2