Istri Untuk Ayahku

Istri Untuk Ayahku
Saling Mencoba Dekat


__ADS_3

"Kenapa diam saja disitu? Mau ikut apa tidak?" Tanya Adit yang masih mengerjai Tiara.


"Mas Apaan ih, bikin malu saja," ucap Tiara yang langsung pergi meninggalkan Adit sendiri.


Setelah Tiara tidak terlihat lagi Adit hanya bisa tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya, melihat tingkah dan perilaku istri barunya itu. "Sangat lucu," batin Adit.


Setelah Adit masuk ke dalam kamar, Adit melihat Tiara yang lagi sibuk mengambil pakaian untuk dirinya. di dalam hati Adit, kembali merasa hangat sebab sangat lama sekali dirinya tidak pernah diperlakukan seperti ini.


"Mas aku tidak tahu bagaimana seleramu menggunakan baju, cuman jika hasilnya tidak baik Tolong ditegur ya Mas," ucap Tiara.


"Apapun yang kamu lakukan dan kamu berikan, aku akan terima. Hitung-hitung ini adalah perhatian istri terhadap suaminya," jawab Adit dan berlangsung pergi ke dalam kamar mandi.


"Ternyata Mas Adit manis juga ya, baru tahu aku kalau Mas Adit itu baik. aku pikir dulu orangnya sangat dingin," ucap Tiara yang berbicara sendiri.


Tiba-tiba handphone Tiara berbunyi pertanda ada seseorang yang menghubungi. setelah Tiara lihat ternyata di sana tertera nama Arini, yaitu adalah ibu mertuanya.  "Assalamualaikum Ibu, ada apa," tanya Tiara kepada Arini.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Tiara, Ibu hanya bertanya saat ini kalian berada di mana? Soalnya ini Ziel ingin bertemu dengan kalian," jawab Arini.


"Ini lagi di apartemen Bu, Mas Adit juga baru mandi tadi," ucap Tiara.


Saat Arini mendengar bahwa Adit sedang mandi, pikiran Arini sudah travelling ke mana-mana. Arini mengira bahwa malam tadi mereka menghabiskan malam panjang bersama. sebab itu Arini segera menutup sambungan teleponnya, tidak ingin mengganggu pengantin baru.


"Oh baiklah Tiara, tidak perlu katakan kepada Adit, bahwa tadi Ibu menghubungi. Ibu baru ingat kalau hari ini mau Ada arisan bersama teman-teman, dan ibu akan mengajak Ziel pergi bersama," pinta Arini kepada Tiara.


"Iya Bu akan aku ingat," jawab Tiara.


"Oh tidak siapa-siapa Mas, hanya saja orang salah sambung," jawab Tiara.


"Oh aku pikir siapa, ya sudah aku akan ke ruang kerja sebentar, secepatnya aku akan kembali," jelas Adit dan berlalu begitu saja.


"Huh Mas Adit Memangnya kenapa kalau lama-lama di ruang kerja, memangnya dia mau apa ingin cepat-cepat kembali," gerutu Tiara, yang bicara sendiri.

__ADS_1


Tidak ingin merasa kesepian Tiara mencoba untuk menyibukkan waktunya seperti biasa berada di dapur. Dapur adalah tempat favoritnya, semenjak dirinya menggantikan Ibu menjadi asisten rumah tangga.


Tiara menggunakan handphonenya untuk mencari menu-menu masakan terbaru. agar Adit tidak merasa bosan dengan menu masakan yang selalu Tiara hidangkan.


Tiba-tiba Tiara dikagetkan lagi dengan kedatangan Adit. "Kamu lagi masak apa? sepertinya sangat enak, bau nya saja sangat wangi," tanya Adit kepada Tiara.


"Kamu kenapa suka sekali Mas, datang secara tiba-tiba? Apakah ini salah satu sikap kamu yang baru aku ketahui," ucap Tiara, kepada Adit.


"Ya bisa dibilang begitu, kamu juga beda sekali, banyak bicara. Tiara yang aku kenal suka diam saja, dan tidak banyak bicara," jawab Adit.


"Eh benarkah Mas? Maaf kalo aku banyak bicara, aku memang seperti ini jika sudah kenal. Tapi aku akan jaga sikap, jika aku tidak terlalu mengenalnya," ucap Tiara.


"Tidak apa-apa, setidaknya kita masih sama mencoba saling mengenal. Bahkan aku pun sangat berharap, pernikahan ini tidak untuk kebahagiaan Ziel saja, melainkan kita mencoba sama-sama membuka hati," jawab Aditya.


Adit sudah bertekad untuk mencoba membuka hatinya untuk Tiara, sebab Adit tidak ingin mempermainkan hati dan perasaan Tiara saja, melainkan perasaan kedua orang yang Adit sayangi yaitu anak dan juga ibunya.

__ADS_1


__ADS_2