Istri Untuk Ayahku

Istri Untuk Ayahku
Dijebak


__ADS_3

Mobil yang dikendarai Adit berhenti mendadak. Apa yang dilihat Tiara saat ini namun dari tatapan matanya terlihat jelas jika ada yang sedang Tiara pikirkan.


"Kamu kenapa? Apa ada yang kamu pikirkan," tanya Adit kepada Tiara.


"Tidak apa-apa Mas," jawab Tiara secara singkat.


"Tiara bukankah aku sudah berjanji untuk membuka perasaanku kepadamu, walau sedikitpun hal yang terlintas di pikiranku aku akan berusaha tidak mengecewakan hatimu. Jadi aku harap Jika ada masalah yang kamu pikirkan berbagilah padaku jangan kamu simpan sendiri."


"Iya Mas maafkan aku, lebih baik kita pulang saja aku merasa sangat lelah sekali," jawab Tiara.


"Baiklah kalau ada sesuatu yang ingin dibeli, jangan seperti tadi! Aku tidak ingin jika kita dalam keadaan berbahaya. Sebab itu adalah suatu hal yang salah."


"Iya Mas maafkan aku. aku tidak akan lagi seperti itu," jawab Tiara.


Setelah itu Adit melajukan mobilnya untuk segera pulang ke apartemen. Entah apa yang dipikirkan oleh Tiara, hingga sampai ke apartemen Tiara terlihat menjadi pendiam dan hanya menjawab seperlunya jika Adit bertanya.


Malam pun tiba Tiara, mulai bersikap seperti biasanya. Tiara menyiapkan menu makanan mereka berdua. Jujur masakan yang dibuat Tiara sangat terasa nikmat sekali sehingga membuat Adit menjadi bernafsu makan.


"Makan yang banyak sayang, buat isi tenagamu," ucap Adit kepada Tiara yang membuat Tiara tahu apa maksud dari ucapan tersebut.


Setelah selesai makan malam, Adit mengajak Tiara untuk bersantai di ruangan tengah. Di ruangan itu terdapat televisi besar sehingga seperti berada di bioskop jika sedang melihat film-film romantis.


"Kamu suka filmnya sayang?" Tanya Adit kepada Tiara.


"Lumayan Mas," jawab Tiara.


Sebab Tiara tidak pernah melihat film, bahkan untuk melihat televisi saja Tiara tidak memiliki waktu karena seharian penuh Tiara bekerja dan malam harinya kesempatan Tiara untuk beristirahat.


Saat ini Tiara dan Adit sedang melihat film romantis awalnya memang wajar-wajar saja. Entah kenapa sudah di pertengahan film menjadi adegan dewasa.


Tiara terjebak dalam keadaan, ternyata ini adalah akal-akalan Adit sehingga kejadian pagi tadi terulang kembali.

__ADS_1


Saat Tiara ingin berbicara, dengan cepat Adit membungkam bi*ir manis Tiara. sehingga Tiara terlena dalam buaian lembut dan sentuhan-sentuhan tangan Adit.


Dalam ke**pan itu Tiara sempat berucap "Mas ini akal-akalanmu saja."


Namun Adit tidak menghiraukan ucapan Tiara. Adit semakin memperdalam lum**nya, dan tangannya tidak tinggal diam saja. Tangan Adit menelusuri di bagian-bagian inti*nya Tiara. sehingga membuat Tiara mengeluarkan suara-suara yang membuat na*su birahi Adit bangkit kembali.


"Sudah basah sayang," bisik Adit di telinga Tiara yang terlihat sangat se"sual.


Hingga permainan panas itu terjadi kembali, tidak ada sisa sehelai benang di tubuh kedua manusia yang dimabuk oleh cinta.


Tidak takut ataupun ragu, sebab di apartemen itu hanya ada mereka berdua, sehingga membuat Adit menjadi leluasa bermain di mana saja, jika mau di ruang tamu pun juga bisa. Mungkin saja nanti-nanti akan bisa terjadi.


Hingga Jam menunjukkan pukul 01.00 malam namun Adit belum saja menghentikan nya. Sedangkan Tiara sungguh sangat lelah sekali namun Tiara tidak berucap sepatah kata pun. Tiara hanya menikmati sentuhan-sentuhan yang sangat lembut dari tangan Adit.


***


Di lain tempat


"Entahlah karena Tiara sudah enak bekerja di sana."


"Maksud Ibu bekerja apa? Bukankah kata ibu Tiara pulang ke kampungnya, terus sekarang kenapa jadi bekerja," tanya Ayu yang semakin merasa penasaran.


"Dia saya tempatkan di suatu tempat yang masih dalam kawasan saya. jadi kamu jangan merasa kesepian sebab banyak para asisten yang lainnya berada di tempat ini," jawab Arini.


"Ibu tapi Tuan Adit kenapa beberapa hari ini tidak pulang ke rumah? Apakah ada tugas kantor," tanya Ayu, lagi yang membuat Arini merasa geram akan pertanyaan yang tidak pantas Ayu tanyakan.


"Ayu yang harus kamu tahu, anak saya itu sudah dewasa bahkan dia sudah memiliki anak, dia juga sudah pernah menikah, jadi kemanapun dia berada saya tidak pernah peduli akan hal itu. karena bagi saya dia bisa menjaga diri sendiri," jawab Arini dan pergi meninggalkan Ayu yang masih berdiri mematung.


"Ke mana Tiara berada, sekarang enak sekali dia seperti diistimewakan Ibu Arini. aku akan cari tahu di mana dia berada, sekarang sepertinya saat ini Ibu Arini selalu berpihak kepada Tiara, tidak denganku," ucap Ayu yang berbicara sendiri.


***

__ADS_1


"Ih kesal sekali aku, kenapa aku bernasib sial seperti ini. Dimana sih tempat tinggalnya Tuan Adit, biar aku bisa segera ke sana. Tidak akan aku biarkan Tiara merasa bahagia walaupun saat ini dia sedang berada di atas awan. namun akan Aku pastikan dia akan gugur secara terhambat," guman Tina yang berbicara sendiri.


Di kegelapan malam Tina, berjalan mencari tempat peristirahatan. namun sepanjang jalan Tina tidak menemukan malah dua merasa saat ini dirinya tersasar.


Walaupun sebenarnya Tina merasa sangat takut sebab keadaan sangat gelap gulita. tidak ada motor bahkan mobil yang lewat, namun terlihat jelas di ujung sana ada tiga orang laki-laki yang sedang duduk nongkrong.


"Mungkin aku tanya saja kepada mereka, siapa tahu ada tempat penginapan. biar bisa istirahat untuk malam ini," ucap Tina yang berbicara sendiri.


Saat Tina mendekat ke arah tiga laki-laki tersebut Tina bertanya. "Maaf Mas kalau boleh saya tahu, dimana penginapannya," tanya Tina kepada Tiga orang laki-laki.


Ketiga laki-laki itu saling melirik dan melihat Tina dari atas sampai ke bawah. kemudian mereka bertiga tertawa yang membuat Tina merasa bingung, namun tidak menaruh curiga sama sekali.


"Ada Neng Ayo Akang antar, tidak jauh dari sini," ucap salah satu laki-laki tersebut.


Dengan senang Tina mengikuti tiga laki-laki itu, tidak sedikitpun menaruh curiga karena jalan yang mereka tuju terlihat semakin gelap.


"Mas memang ada di sini tempat penginapan," tanya Tina lagi yang memastikan bahwa saat ini dia tidak salah.


"Kalau penginapan bukan Neng, tapi kos-kosan tempatnya Emak akang.


Mendengar nama kos-kosan membuat Tina sedikit lega, sebab tidak akan membuang biaya sangat banyak untuk malam ini.


Saat tiba di depan kos-kosan ternyata kos-kosan itu masih terlihat sangat gelap, dan jauh dari tempat penduduk membuat Tina sedikit merasa ketakutan.


"Mas yakin ini tempatnya? Kenapa terlihat sangat sepi dan tidak ada penduduk di sini," tanya Tina.


Salah satu seorang laki-laki membuka kos-kosan tersebut, dan satu laki-laki yang lain mendorong tubuh Tina dengan keras untuk masuk ke dalam.


Tina menjadi sangat ketakutan, karena ternyata dirinya saat ini sedang dijebak. Tubuh  merasa sangat gemetar dan panas dingin. Keadaan sangat sepi apalagi hanya ada cahaya lampu yang samar-samar.


Dengan kasar salah satu seorang laki-laki merobek pakaian yang dipakai oleh Tina, sehingga membuat Tina semakin merasa ketakutan. Ingin berteriak pun tidak ada yang akan mendengar karena saat ini Tina memang benar-benar berada seperti di dalam hutan.

__ADS_1


Tina menjerit keras saat benda tumpul itu masuk ke dalam intimnya, sangat miris keadaan Tina malam ini, sebab Tina digilir oleh tiga orang laki-laki.


__ADS_2