Istri Untuk Ayahku

Istri Untuk Ayahku
Ancaman Tiara


__ADS_3

Mendengar ketukan dari luar, Tiara dengan cepat membuka pintu tersebut. Karena Adit tahu, bahwa di rumah ini tidak ada orang lain selain dirinya, Tiara, dan juga Tina. orang baru yang berada di dalam rumah nya.


"Iya kak Tina ada apa?" Tanya Tiara, kepada Tina.


Namun yang ditanya, Mata nya terlihat jelas menuju kearah dalam. Dimana saat itu pandangan Mata Tina, mencari keberadaan Adit.


"Ada apa kak Tina? Apa ada sesuatu yang kakak cari di dalam?" Tanya Tiara, lagi kepada Tina, yang sedari tadi hanya berdiam diri saja.


"E-eh, aku merasa lapar Tiara, apakah disini tidak ada makanan?" Jawab Tina, dengan suara yang sedikit tersendat.


"Yasudah, ikutlah bersamaku kak!" Ucap Tiara, yang langsung menarik tangan kakak nya itu, agar tidak terlalu berlama-lama didepan kamar nya.


Setelah berada di dapur Tiara memberikan satu piring nasi, beserta lauk, dan juga sayur. tak lupa Tiara juga memberikan air minum untuk kakaknya. Tiara memperhatikan cara makan kakaknya yang terlihat sangat kelaparan.

__ADS_1


Sedangkan Tina merasa sangat risih saat diperhatikan oleh Tiara. "Kenapa kamu memperhatikanku seperti itu? Apakah ada yang salah tanya," Tina kepada Tiara.


"Tidak ada kak, hanya saja aku bingung apa niatmu datang ke kota ini dengan secara tiba-tiba, apa ada sesuatu yang kamu rencanakan? Apakah ibu sudah mengetahui bahwa kakak pergi ke kota?" Ucap Tiara.


"Baguslah Jika kamu sudah mengetahui apa tujuanku pergi ke kota. Aku hanya ingin melihat-lihat bagaimana keadaan rumah tangga adikku, apakah terlihat baik-baik saja, atau lebih buruk dari apa yang aku pikirkan," jawab Tina.


"Apa maksud kakak? Apakah kakak ingin menghancurkan rumah tanggaku? Apakah tidak puas selama ini kakak selalu mengurusi kehidupanku, aku sudah banyak mengalah selama ini, tolong kak kali ini saja jangan pernah mengikut campur rumah tanggaku bersama dengan Mas Adit."


Tina terang-terangan mengatakan itu kepada Tiara, seakan-akan Tina tidak pernah merasa bersalah sedikitpun. namun rasa tertariknya kepada Adit, semakin besar sehingga mengalahkan egonya.


"Aku tidak akan pernah membiarkan Rumah tanggaku hancur di tangan kakakku sendiri! Jika niat kakak ingin merebut hakku, maka jangan salahkan aku jika dianggap sebagai adik yang tidak tahu diri," ucap Tiara.


Setelah mengatakan itu Tiara pergi begitu saja meninggalkan Tina yang masih duduk di meja makan.

__ADS_1


"Sialan, dia berani kepadaku. dia pikir dia bisa mengalahkanku. lihat saja Tiara aku tidak akan pernah membiarkanmu bahagia walau sedikitpun," ucap Tina yang berbicara sendiri.


Keesokan harinya pagi-pagi sekali Adit berpamitan kepada Tiara, untuk pergi ke rumah ibunya. "Mas berangkat dulu Sayang hati-hati di rumah," ucap Adit kepada Tiara.


"Jangan lama-lama Mas, aku tunggu," jawab Tiara.


Setelah itu Adi pergi meninggalkan apartemennya untuk menuju kediaman ibunya. Sudah lama sekali Adit tidak pulang ke rumah, terakhir kalinya insiden penolakan pemilihan sayembara tersebut.


Tidak membutuhkan waktu lama akhirnya Adit sampai di kediaman ibunya. Dengan cepat satpam rumah membukakan pagar yang menjunjung tinggi itu. "Selamat datang Tuan Adit, lama sekali kita tak berjumpa," ucap Danang kepada Adit.


"Terima kasih Mang Danang, apakah ibu ada di dalam?" Tanya Adit kepada penjaga rumah tersebut


"Ada Tuan silahkan masuk! Ibu sudah menunggu kedatangan Tuan," jawab danang.

__ADS_1


__ADS_2