Istri Untuk Ayahku

Istri Untuk Ayahku
END


__ADS_3

Oek.. oek.. oek.. Akhirnya yang selama ini Adit dan Tiara runggu lahir ke dunia. Sosok bayi cantik dan tampan, telah melengkapi keluarga kecil Adit.


Sedangkan Ziel sangat senang, saat melihat kelahiran adik kembar nya. "Cantik dan tampan, adik kecil ku," ucap Ziel, yang melihat dari dalam kaca.


"Iya, yang cewek kok mirip kamu Ziel," ucap Arini, yang juga sangat bahagia saat melihat kelahiran cucu kembar nya itu.


Sedangkan Adit, saat ini sedang berada di ruang pemulihan. Pasca operasi, Tiara butuh istirahat total. "Mas, aku ingin sekali melihat anak-anak kita," ucap Tiara.


"Mereka masih di ruang bayi sayang. Nanti jika sudah dibawa keruangan, kamu bisa sepuas nya melihat mereka," jelas Adit.


Tiba-tiba Tiara menangis, saat dirinya merasa terharu. Disayangi suami, Ibu mertua, serta Ibu, dan Kakak nya. Apalagi sampai sekarang Ziel sudah mulai dewasa dan berjanji kepada Tiara, bahwa dirinya tidak akan merasa iri kepada adik-adik kembar nya.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Adit.


"Aku merasa saat ini hidupku dikelilingi oleh orang-orang yang sangat menyayangi aku Mas," jawab Tiara.


"Karena kamu baik, dan benar-benar tulus sayang. Terimakasih sudah menjadi istri, dan ibu untuk anak-anak ku, terimakasih sudah membuat ku jatuh cinta, dan merasa takut kehilanganmu, dan jadilah wanita hebat yang selalu memiliki kesabaran yang luar biasa," ucap Adit, yang langsung memeluk erat tubuh Tiara.


"Terimakasih Mas, sudah mencintaiku setulus itu," jawab Tiara, yang membalas pelukan erat dari Adit.


Tiba-tiba perawat datang dan memberitahukan kepada Adit, bahwa Tiara sudah diperbolehkan untuk dirawat di dalam ruangannya.


Sedangkan diluar sudah menunggu orang-orang yang menyayangi Tiara, Ibu, Tina juga datang bersama dengan suami nya yang sudah lama berhubungan dan sempat kumpul kebo.


Namun setelah Tina sadar. Tina kembali untuk meminta diperjelas lagi hubungan mereka. Hingga laki-laki tersebut setuju dan meminta izin kepada Bu Sumi, untuk menikahi Tina. Walaupun pernikahan tersebut diselenggarakan secara sederhana.


Setelah Tiara sudah berada di ruang rawat nya. Disana juga ada si kembar yang terlebih dahulu berada di ruangan rawat inap.


Semua orang yang berada di sana merasa sangat bahagia menyambut kedatangan bayi kembar tersebut.

__ADS_1


Sedari tadi Adit selalu menatap lekat suami Tina. Laki-laki sederhana, dan berpenampilan cukup sederhana.


Sedangkan Tina, sudah mulai ada perubahan. Karena Tina sudah mulai menggunakan hijab dan menutup aurat nya.


Tina yang melihat dari tadi tatapan Adit selalu tertuju kepada suami nya. Tanpa rasa sungkan, Tina memperkenalkan kepada semua orang yang berada di ruangan itu. "Oh iya kenalkan ini Mas Restu, suami saya," ucap Tina.


Semua orang juga memperkenalkan nama mereka masing-masing, sehingga di ruangan tersebut terdengar gelak dan tawa.


"Bagaimana kakak ipar, apakah kamu mau?" Tanya Adit kepada Restu.


"Mas Adit, panggil saya Restu saja!"


"Oh iya Restu bagaimana?"


"Saya memilih pekerjaan yang sederhana saja Mas, saya tidak berminat untuk bekerja di kantoran," jawab Restu.


"Saya lebih suka hidup sederhana, menafkahi istri dengan secukupnya, dan saya juga ingin kehidupan kami apa adanya," jelas Restu, yang membuat Tina merasa bangga dengan kejujuran Restu.


"Baiklah, mulai besok kamu bisa lihat-lihat tempat nya," jawab Adit.


Adit memberikan dua pekerjaan kepada Restu. Menjabat sebagai direktur di perusahaan, dan menjaga peternakan yang baru-baru ini Adit kelola. Namun yang membuat semua orang terkejut, ternyata Restu malah memilih untuk menjaga peternakan, dan menolak sebagai Direktur perusahaan.


Pekerjaan yang sederhana, namun selalu dekat dengan keluarga. tak bergelimang harta, namun bisa mencukupi keperluan rumah tangga.


***


Hari demi hari, akhirnya kesehatan Ferdi mulai berangsur membaik.


Namun malangnya nasib Nilam, yang dipaksa oleh warga untuk menikah dengan Ferdi. Mantan majikan orang tua nya dulu.

__ADS_1


Walaupun warga percaya Nilam adalah gadis baik-baik. Namun jika dalam satu atap wanita dan laki-laki yang bukan muhrim nya, maka tidak pantas untuk bersama dalam artian berkumpul satu rumah.


Ferdi yang diam-diam sudah memendam perasaan kepada Nilam sejak lama, saat kedua orang tua Nilam masih bekerja di rumahnya. Namun harus Ferdi tahan, karena saat itu Ferdi masih berstatus berkeluarga.


Namun dengan gerak cepat Ferdi setuju dengan usul warga, jika dirinya bersedia menikah dengan Nilam, malam ini juga.


"Baiklah saya bersedia menikahi Nilam malam ini juga," jawab Ferdi kepada warga.


Nilam tertunduk sedih saat dirinya harus menikah dengan lelaki tua, walaupun karisma nya masih terlihat tampan dan masih muda. 


"Om, diantara kita tidak ada saling memiliki rasa suka! Bagaimana bisa kita bisa membangun rumah tangga," tanya Nilam.


"Dengan seiringnya berjalan waktu, maka rasa cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya," jelas Ferdi.


Saat malam tiba, Nilam yang berpakaian sederhana bersama Ferdi, yang saat itu juga berpenampilan sederhana. Harus menikah di balai desa, dengan dihadiri oleh para warga yang lumayan banyak.


Hingga terdengar suara lantang dari warga yang mengucapkan kata SAH, dan saat itu pula Nilam resmi menjadi istri sah Ferdi Sanjaya. 


Zafir Wiranata.


Anak kembar laki-laki Aditya Wiranata bersama dengan Tiara



Zafira Wiranata


Anak perempuan Aditya Wiranata bersama dengan Tiara


__ADS_1


__ADS_2