Istri Untuk Ayahku

Istri Untuk Ayahku
Berbuka Puasa


__ADS_3

Malam pun tiba Adit yang duduk di atas kasur sambil memangku laptopnya, walaupun Adit belum masuk kantor, namun Adit tetap memantau semua perkembangan perusahaannya.


Sedangkan Tiara merasa sedikit cemas walaupun ini adalah Malam Kedua mereka, tidur satu kamar dan satu ranjang. namun ada sedikit cemas dan rasa malu jika saja Adit meminta haknya malam ini juga.


"Kenapa masih di situ? Apa kamu tidak capek, ayo ke sini," ucap Adit kepada Tiara.


"E-eh iya Mas," setelah itu Tiara naik ke atas kasur dan berbaring di samping Adit.


"Apa kamu lelah?" Tanya Adit kepada Tiara.


Sedangkan Tiara mendengar pertanyaan dari Adit membuat sekujur tubuhnya menjadi kaku. "Tidak Mas memangnya ada apa?" jawab Tiara.


Dengan mata genitnya Adit mencoba membuat Tiara menjadi salah tingkah. Adit ingin mengerjai Tiara karena saat ini bagi Adit, Tiara mampu menghibur dirinya.


"Kapan kita malam pertamanya? Aku sudah tidak kuat ini. kamu mau jadi istri durhaka? Yang tidak mau melayani suami," ucap Adit yang tertawa di dalam hatinya.

__ADS_1


Sedangkan Tiara merasa takut. memang benar apa yang dikatakan oleh suaminya itu berdosa. jika tidak melayani suami apalagi ini adalah malam kedua mereka. Tiara tidak ada niat sedikitpun untuk melayani suami. "Maaf Mas, tapi aku-" ucapan Tiara terhenti saat Adit mulai mendekat ke arahnya.


"Aku kenapa? Kamu tidak mau melayaniku, atau ada sesuatu yang kamu pikirkan," tanya Adit.


"Bukan begitu Mas, tapi-" ucapan Tiara kembali terhenti saat hembusan nafas Adit menyeruak seluruh kulit-kulit Tiara.


"Apa yang kamu pikirkan? Kamu mau bicara apa?" Ucap Adit yang berbicara mengenai tengkuk leher Tiara.


Hingga awalnya Adit hanya mencoba untuk membuat Tiara menjadi salah tingkah. namun saat Adit merasakan wanginya tubuh Tiara, sehingga apa yang selama ini ditahan membuat nafsunya bangun seketika.


Adit mulai terbuai dalam suasana yang dibuatnya sendiri. Adit melancarkan aksinya walaupun belum meminta izin kepada Tiara. ini sungguh sangat menyiksa Adit, walaupun saat ini Adit tidak mengetahui bagaimana perasaannya. namun Adit sudah menanamkan bahwa dirinya ingin melanjutkan pernikahan ini sampai akhir hayatnya.


Hingga Adit, sadar saat Tiara berucap. "lakukanlah Mas! Jika Mas menginginkannya Aku ikhlas menyerahkan semuanya demi Mas," ucap Tiara kepada Adit.


Sebenarnya ini yang diinginkan oleh Adit. dan Adit tidak ingin melepaskan kesempatan ini. "Apakah kamu serius dengan ucapanmu? Awalnya aku hanya bercanda dan ingin mengerjaimu saja, namun kesininya aku sangat menginginkan suasana seperti ini. karena sudah lama sekali aku tidak merasakan sentuhan wanita. Tiara izinkanlah aku untuk menyentuh tubuhmu malam ini, izinkanlah aku untuk membuka perasaan ini dan memulai hidup bersama keluarga baruku."

__ADS_1


Ada rasa bahagia di hati Tiara sebab walaupun kata-kata itu terlalu singkat namun bagi Tiara ini adalah ungkapan hati Adit yang sudah lama Tiara harapkan. "Lakukanlah Mas! aku ikhlas."


Sebelum melakukan hubungan suami istri. Adit mengecup kening Tiara dengan waktu cukup lama, tangan-tangan Adit menggenggam erat  tangan Tiara.


"Jadilah istriku serta Ibu dari anak-anak ku," pinta Adit, dan setelah itu. Adit kembali men*ium kening serta melakukan ritual malam pertamanya.


"Sakit Mas," ucap Tiara, disaat rudal itu mulai menembus dinding ra*him Tiara.


"Aku akan pelan-pelan Sayang," jawab Adit, tanpa sadar mengucapkan kata sayang kepada Tiara.


Walaupun saat ini Tiara masih ragu, namun Tiara, berharap bahwa kata-kata sayang itu tulus buat dirinya, bukan untuk mantan istrinya yang sudah tiada.


Tiara merintih menahan rasa perih, akibat rudal Adit, menerobos masuk kedalam inti nya. hingga rasa sakit dan perih itu berubah menjadi rasa nikmat. hingga permainan mereka memakan waktu satu jam lebih.


Adit yang sudah lama berpuasa, hingga malam ini Adit merasakannya kembali. Dan Adit kembali merasakan nikmatnya perawan.

__ADS_1


"Terimakasih Sayang, terimakasih sudah memberikannya dan menjaga untukku," ucap Adit, dengan tulus memeluk erat tubuh Tiara, yang masih berlumur keringat.


__ADS_2