
Klik, seperti itulah bunyi lampu yang dinyalakan oleh tangan seseorang. "Bagus, bagus sekali," ucap Adit, yang bertepuk tangan saat Ayu mulai merasakan sensasi puas nya dari permainan bersama dengan laki-laki yang Ayu pikir adalah Adit.
Dengan cepat Ayu mengangkat selimut tebal untuk menutupi setengah tubuh nya. Dan Ayu seketika dibuat terkejut saat mengetahui bahwa laki-laki yang berada di sampingnya ternyata orang lain, bukan Adit.
"Tu-Tuan," ucap Ayu, yang sangat terkejut saat Adit memandang wajahnya dengan tatapan menghunus.
"Permainan sangat bagus sekali, bukannya bekerja di rumah malah asik-asikan bermain dengan laki-laki," ucap Adit yang menghunuskan tatapan tajam kearah Ayu.
Sedangkan laki-laki yang bersama dengan Ayu pergi meninggalkan Adit dan Ayu berdua di dalam kamar tersebut. namun tidak lama datanglah tiga orang laki-laki yang akan menjemput Ayu.
"Cepat bawa dia! Saya muak melihat dia berada di dalam kamar pribadi milik saya, yang seharusnya saya tempati bersama dengan istri saya," ucap Adit.
Ketiga laki-laki tadi dengan cepat menarik tangan Ayu yang saat ini masih belum mengenakan sehelai pakaian. saat Ayu turun dari atas ranjang Ayu bersujud di kaki Adit dan memohon ampun untuk tidak menghukum dirinya. "Maafkan aku Tuan, Ini semua bukan rencanaku saja. tolong ampuni aku, aku berjanji tidak akan melakukan seperti ini lagi.'
"Aku tidak akan memaafkanmu! Wanita sepertimu yang sangat munafik harus diberi pelajaran agar tidak seharusnya bersikap gegabah. Aku sudah mengetahui sikapmu dari dulu dan yang perlu kamu ketahui aku tidak akan pernah menyukaimu bahkan untuk menyentuh tubuhmu sekalipun! Jangan pernah berharap!" Jawab Adit dan setelah itu pergi meninggalkan Ayu yang masih bersimpuh di lantai
Sekarang tugas Adit sudah selesai. kini Laura, Herman, dan Ayu harus menuai apa yang mereka tanam. Mereka bertiga saat ini sedang dibawa anak buah Adit ke kantor polisi. namun sebelum Laura masuk ke dalam jeruji besi Laura meminta tolong agar Adit bisa memberikan pengobatan untuk ayahnya yang saat ini sedang sakit dan tak berdaya.
***
Satu tahun kemudian setelah kejadian waktu itu kini hidup Adit bersama dengan Tiara terasa sangat tenang dan nyaman. Tidak ada gangguan dari orang ketiga bahkan musuh-musuh Adit yang tidak diketahui.
__ADS_1
Kini Tiara sudah hamil 8 bulan dan 1 bulan lagi akan segera menunggu kelahiran buah cinta Adit bersama dengan Tiara.
Beruntungnya Tiara tidak menginginkan apa-apa saat dirinya sedang mengandung. hanya saja Tiara selalu menginginkan Adit berada di sisinya. Sehingga Adit selalu merasa kewalahan saat Membagi waktu bersama dengan istri dan juga di kantor.
Seperti saat ini, Adit yang sudah berpakaian rapi dan ingin pergi berangkat ke kantor. Tiba-tiba menjadi batal, saat Tiara bergelayut manja dan menginginkan Adit untuk hari ini berada di rumah saja bersama dengan dirinya.
"Mas jangan berangkat! Aku mau nya hari ini bersama Mas Adit saja," ucap Tiara kepada Adit.
"Mas janji sayang setelah semuanya telah selesai, Mas akan segera pulang," jawab Adit, yang meminta agar dirinya tetap diberikan izin untuk pergi ke kantor. Karena hari ini kedatangan rekan bisnis Adit yang berada di Luar Negri.
"Pokok nya aku tidak mau! Mas harus tetap bersama dengan ku," ucap Tiara, yang kini mulai berderai air mata. Sehingga Adit menunda kepergiannya untuk segera ke kantor.
"Tapi Tuan, hari ini akan ada kedatangan rekan bisnis ada! Tuan Jensen itu rekan bisnis kita yang paling penting," jawab Evan.
"Tidak ada yang lebih penting daripada keluargaku! Jika Tuan Jensen tidak bisa mengerti, batalkan saja kerja sama kita!" Ucap Adit, yang langsung mematikan sambungan teleponnya.
"Ya ampun Tuan Adit, segitu pentingnya Nona Tiara dalam hidup anda. Kita akan kehilangan ratusan juta jika harus membatalkan kerja sama ini," gerutu Evan, yang merasa kesal dengan keputusan Adit.
***
Sedangkan Ayah Laura, kini sudah mulai membaik. berkat bantuan dari Adit. Dan tak lupa Nilam yang selalu ada untuk menjaga kesehatan Ferdi Sanjaya.
__ADS_1
Nilam gadis cantik yang seumuran Laura, selalu mengabdi tanpa bayaran kepada Ferdi Sanjaya. Dulu Nilam adalah anak dari asisten rumah tangga Ferdi. Ibu dan Ayah nya bekerja di rumah Ferdi Sanjaya.
Namun karena Ferdi mengalami kebangkrutan, kedua orang tua Nilam harus pulang ke kampung halaman meneruskan kebun yang sudah lama terbengkalai.
Namun saat diperjalanan menuju pulang ke kampung, kedua orang tua Nilam mengalami tabrakan. Sehingga mobil yang ditumpangi terbakar hebat. Beruntung saja saat itu banyak warga yang menolong untuk mengeluarkan semua penumpang, sehingga tidak membakar semua korban.
Saat Nilam mengetahui jika Laura di penjara, Nilam meminta tolong kepada anak buah Adit untuk mengantarkannya ke kampung halaman. Karena disana masih ada rumah dan sawah peninggalan kedua orang tua nya.
Dengan telaten Nilam menjaga dan merawat Ferdi, hingga saat ini. "Nilam maafkan saya sudah terlalu banyak merepotkanmu, saya sangat banyak berhutang budi kepada mu," ucap Ferdi.
"Tuan, jangan berbicara seperti itu! Aku ikhlas membantu dan merawat mu tuan," jawab Nilam.
"Sudah berapa kali aku katakan, jangan panggil aku Tuan! Aku bukan Tuan mu lagi," ucap Ferdi.
"Maaf aku sudah terbiasa," jawab Nilam.
Ferdi sangat bangga kepada Nilam, merawat dan menjaga dirinya sampai saat ini. Nilam sangat telaten dan Nilam juga bekerja sampingan untuk biaya hidup.
Walaupun Adit selalu memberi uang untuk perawatan Ferdi, namun Nilam selalu menolak untuk dipergunakan sehari-hari. karena uang tersebut buat kesehatan Ferdi.
Hingga membuat Ferdi sedikit merasa luluh dan nyaman saat bersama dengan Nilam. Sehingga ada getaran aneh dalam diri Ferdi, saat bersama dengan Nilam.
__ADS_1