Istri Untuk Ayahku

Istri Untuk Ayahku
Nambah Lagi


__ADS_3

Setelah pergumulan mereka tadi malam. Adit terbangun dari tidurnya terlebih dahulu. Adit memandang wajah Tiara dengan penuh damba. merasa bahagia karena dirinya lah yang menjadi satu-satunya, dan pertama kalinya menyentuh seluruh tubuh yang saat ini telah menjadi istrinya.


Adit mengusap kening Tiara, sehingga sang empunya terbangun menggeliat yang membuat Adit kembali bergairah saat melihat tubuh polos Tiara terbuka sempurna. "Mas sudah bangun," ucap Tiara yang melihat Adit menatap lekat wajahnya.


Namun Tiara tidak sadar jika saat ini dirinya sedang membangkitkan gairah sang suami sehingga Tiara, merasa terkejut saat melihat tubuhnya yang polos terbuka sempurna. dengan cepat Tiara menaikkan selimut tersebut dan menutupi kembali tubuh polosnya itu.


"Mas kenapa tidak menaikkan selimutku? Kenapa Mas melihatkan saja," ucap Tiara yang merasa kesal kepada suaminya itu.


"Buat apa aku menaikkan selimut itu? Pemandangan indah di pagi hari yang membuat gairahku kembali bangkit," jawab Adit yang kini tatapan mata penuh damba.


"Maksud Mas Adit apa? Aku tidak mengerti Mas," tanya Tiara.


"Aku ingin lagi Sayang, bolehkah sekali saja biar mood ku tambah bagus hari ini. aku butuh asupan di pagi hari dengan menikmati tubuh indahmu itu," jawab Adit dengan suara seraknya.


Tidak menunggu persetujuan dari Tiara. Adit menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh indah itu, dan segera kembali melancarkan hasratnya yang kian menggebu-gebu.


Tiara tidak dapat menolak permintaan suaminya, walaupun masih terasa sangat perih dan sakit. namun Tiara tidak ingin membuat Adit merasa kecewa atas penolakannya.

__ADS_1


Yang katanya Adit sebentar saja, namun pergumulan mereka memakan waktu berjam-jam lamanya. sehingga tepat pukul jam makan siang Adit baru menyudahi permainan tersebut. "Maafkan mas sayang, Mas tidak bisa menahannya jika melihat tubuhmu itu," ucap Adit kepada Tiara.


Walaupun merasa sangat lelah, namun Tiara merasa bahagia dapat memuaskan sang suami. tak peduli selelah apapun tubuhnya saat ini. "Tidak apa-apa Mas, aku senang jika kamu bahagia. sudah seharusnya ini adalah kewajibanku untuk membuatmu bahagia," jawab Tiara.


Karena cukup lama berada di dalam kamar Adit memutuskan untuk segera membersihkan tubuhnya. namun saat Tiara juga ingin ikut bangun, Tiara merasakan teramat Sakitnya di bagian inti. "Oh perih sekali," ucap Tiara yang nyaris terdengar oleh Adit.


Adit mengerti dengan apa yang saat ini Tiara rasakan. dengan cepat Adit mengangkat tubuh Tiara untuk segera membawa ke dalam kamar mandi.


Setelah berada di dalam kamar mandi Adit, meletakkan tubuh Tiara ke dalam bak mandi. tak lupa sebelum itu Adit menyiapkan air hangat agar tubuh Tiara, yang lelah menjadi sedikit rileks.


"Mas aku malu," ucap Tiara yang menundukkan kepalanya saat Adit, menatap lengkap seluruh tubuh polosnya itu.


Selesai mandi bersama Adit, kembali mengangkat tubuh Tiara ke dalam kamar. dan dengan cekatan Adit melayani Tiara. dari memakai pakaian dalam, serta baju dan celana, Adit juga menyisir rambut panjang Tiara. 


Begitu indah perlakuan Adit, sehingga mereka sama-sama tidak menyadari bahwa perlakuan ini membuktikan dengan cepatnya Adit melupakan sang istri yang sudah tiada.


Setelah sudah berpakaian rapi. Adit dan Tiara pergi ke ruang makan, karena saat ini Adit belum mencari asisten rumah tangga. sehingga pekerjaan dapur Adit kembali yang melakukan.

__ADS_1


"Mas tidak perlu melakukan ini semua, aku tahu Mas juga sangat lelah. biarkan aku saja yang melakukannya," pinta Tiara, karena merasa tidak enak jika semuanya Adit yang melakukan.


"Aku tahu kamu masih sangat sakit, itu semua karena aku. jadi biarkanlah hari ini saja aku yang akan melayani kamu semuanya," jawab Adit.


***


Sedangkan di tempat berbeda. Tina sangat marah kepada ibunya. Tina baru mengetahui bahwa Tiara sudah menikah dengan Adit. Tina mengetahui itu semua dari Nining. Inilah penyebab semuanya kemurkaan Tina.


"Kenapa Ibu merahasiakan ini semua kepadaku? Ibu tega kepadaku. kenapa harus Tiara yang selalu bahagia?" Ucap Tina, yang marah besar kepada ibunya.


"Cukup Tina! Ibu lelah dengan sikapmu itu. kamu pikir selama ini Tiara, bahagia dengan apa yang semua kamu lakukan kepada dirinya. sebab kenapa saat ini kamu yang merasa Tersakiti."


"Aku tidak rela jika Tiara bahagia bersama Tuan Adit. seharusnya akulah yang di posisi Tiara saat ini bukan dirinya," ucap Tina.


"Jangan kau ganggu rumah tangga adikmu! Biarkan mereka bahagia dan carilah kebahagiaanmu sendiri."


"Aku tidak mau, aku tidak ingin Tiara dan Tuan Adit bahagia."

__ADS_1


"Jangan egois Tina! Sikapmu itu sama seperti bapakmu. Ibu tidak suka, kalian sama-sama anak ibu. jadi ibu mohon untuk terakhir kalinya jangan pernah mengganggu Tiara lagi!"


Dengan kesal Tina meninggalkan ibunya dengan masih menyimpan sejuta amarah.


__ADS_2