Istri Untuk Ayahku

Istri Untuk Ayahku
Sayembara Ke Dua


__ADS_3

Karena hari weekend, Adit hanya menyibukan waktunya berada di rumah saja. Dengan menemani Ziel, dari berenang, hingga menemani Ziel pergi ke Wahana Bermain.


Seperti saat ini, Ziel dan Adit sedang asik berenang. Hingga mereka berdua tidak menyadari, bahwa dari tadi ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka berdua dari kejauhan.


Seseorang tersebut menatap penuh hasrat dan hayalan sangat tinggi. Seakan-akan dirinya sangat menginginkan untuk memeluk erat tubuh yang sangat menggoda itu.


"Coba saja Tuan Adit, bisa membuka Mata dan Hati nya untuk aku, maka aku akan menjaga dan merawat Tuan Adit sepenuhnya Hati aku." Guman Ayu, dari balik dinding yang tidak terlalu jauh dari tempat Kolam Renang tersebut.


Tiba-tiba lamunan Ayu tersadar ketika salah satu Asisten rumah tangga itu menegur aksi Ayu, yang sangat berlebihan itu.


"Hei ngapain kamu di sini? Kamu mengintip tuan Adit dan Den Ziel sedang berenang?" Ucap Marni, kepada Ayu.


"E-eh, sembarangan kamu, mana ada aku menghintip." Jawab Ayu, yang mencoba mencari alasan, bahwa dirinya sedang tertangkap basah.


"Jangan ngeles kamu, aku juga melihat kalo kamu dari tadi memperhatikan Tuan Adit yang sedang berenang dari tadi." Tuduh Marni kepada Ayu.


Hingga pertengkaran Ayu dan Marni, terdengar jelas oleh Adit. Sehingga Adit naik ke atas dan menggunakan baju mandi, yang masih menyisakan tetesan air di bagian kepala nya.

__ADS_1


"Ada apa ini? Kenapa kalian pada ribut di sini?" Tanya Adit, kepada Marni dan juga Ayu.


"T-tidak apa-apa Tuan," Jawab Ayu, yang sedikit tergagap menjawab pertanyaan dari Adit.


"Cepat kalian masuk! Buat apa masih berada di sini?" Ucap Adit, kepada Ayu dan juga Marni.


"B-baik Tuan." Jawab Ayu dan juga Marni bersamaan.


Setelah kepergian Ayu dan juga Marni. Tiba-tiba Arini datang dan tertawa saat melihat muka masam Adit.


"Iya Bu, kalo emang jodohnya aku siap buat Ibu dan juga Ziel." Pasrah Adit, yang terlihat jelas oleh pandangan Mata Arini.


"Kenapa hanya untuk kebahagiaan Ibu dan Ziel, saja? Kenapa tidak untuk kamu juga." Jawab Arini, kepada Adit.


"Entahlah Bu, rasanya aku sudah mati rasa. Tidak ada sebaik Almarhum Istri ku." Jelas Adit, yang terlihat sangat sedih, karena mengingat Istrinya yang sudah tidak ada lagi.


"Kamu hanya belum mencobanya saja Dit, coba belajar untuk membuka hati! Ibu yakin lama-kelamaan rasa itu akan tumbuh dengan seiringnya waktu kebersamaan kalian." Ucap Arini, yang mencoba menasehati Adit secara perlahan.

__ADS_1


"Akan aku usahakan Bu." Jawab Adit, yang mencoba pasrah akan perintah dari Ibu nya.


Sore harinya, Adit dan juga Ziel, bersiap-siap untuk pergi ke Wahana Bermain. Namun saat Adit dan Ziel, ingin masuk ke dalam Mobil. Tiba-tiba dari arah luar, datang satu buah Mobil keluaran terbaru.


Adit dan juga Ziel, melihat kearah Mobil tersebut. Yang ternyata seorang Wanita cantik berpakaian lumayan rapi.


Perempuan tersebut menyapa Adit dan juga Ziel.


"Permisi, apakah anda Mas Aditya dan ini Ziel?" Tanya wanita tersebut kepada Adit.


"Iya benar, ada apa?" Tanya balik Adit, kepada wanita tersebut.


"Kenalkan nama aku Juwita, aku dapat tawaran dari Nyonya Arini, yang akan ikut bersama kalian." Jawab Juwita, kepada Adit.


Adit merasa geram dengan sosok wanita yang satu ini. Walaupun pakaiannya lumayan tertutup daripada Mora, namun Adit sangat yakin, jika sikapnya hampir sama dengan Mora.


"Baiklah, ikut kami dan duduk di belakang!" Perintah Adit kepada Juwita.

__ADS_1


__ADS_2