Istri Untuk Ayahku

Istri Untuk Ayahku
Rencana Mora


__ADS_3

Cukup tenang tidur Adit, kali ini. Sampai-sampai Adit mengarungi mimpi indah, yang entah kenapa bisa-bisanya mimpi itu tiba-tiba ada.


#Mimpi


"Mas Adit, apakah Mas tidak bekerja? Ini sudah jam berapa Mas." Ucap Tiara, kepada Adit.


"Hari ini libur dulu Sayang, aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama mu diatas Kasur ini saja." Jawab Adit, sambil mengeratkan pelukannya kepada Tiara.


"Mas jangan seperti ini! Aku tidak bisa bernapas Mas, kamu memelukku terlalu erat."


"Diam Sayang! Kalo tidak mau diam jangan salahkan aku untuk lebih dari ini Sayang." Ancam Adit kepada Tiara.


Sehingga membuat Tiara jadi terdiam. Sebab jika dirinya bergerak sedikit saja, maka akan terjadi lebih dari sekedar pelukan saja.


"Sayang, apakah kamu siap untuk memberikan Ziel, adik lagi? Aku ingin memiliki anak perempuan yang pastinya akan secantik seperti Ibu nya." Ucap Adit kepada Tiara.


"Aku siap Mas, kapanpun Tuhan memberikannya. Bukankah menikah itu tujuannya untuk memiliki anak? Jadi buat apa di tunda-tunda Mas," Jawab Tiara, yang membuat Adit merasa sangat tersanjung. Sebab dulu awal mulanya mendapatkan Ziel, butuh waktu lama untuk membujuk Ningrum, yang saat itu belum siap untuk memiliki anak.

__ADS_1


"Terimakasih Sayang, aku sangat beruntung memiliki Istri seperti dirimu." Ucap tulus Adit kepada Tiara.


"Sama-sama Mas."


Saat Adit ingin men*ium Kening Tiara, tiba-tiba di kagetkan oleh Evan, yang ternyata sudah berada di Ruangan Peribadi milik Adit.


"Tuan.. Tuan.. Apa yang kau lakukan Tuan?" Tanya Evan, saat melihat Adit ingin men*ium nya.


Namun bukannya Adit sadar dari tidurnya, malah Adit semakin erat memeluk Evan. Sehingga Evan merasa jijik melihat Bos serta sahabatnya ini.


Tidak dapat berbuat apa-apa lagi, terpaksa Evan, menggunakan jurus terakhirnya yaitu tendangan mautnya.


Hingga Adit terjatuh dari Ranjang dan terbangun kesakitan memegang Rudalnya yang berdenyut terasa nyeri-nyeri panas.


"Akhhhhh, masa depanku." Ucap Adit yang memegang Rudalnya tersebut karena Evan sudah sangat kelewatan kepadanya.


"Biar tidak bisa bangun sekalian tuh masa depan mu! Apakah kau sudah tidak sabar lagi untuk menikah? Sehingga berlaku menjijikan seperti itu." Tanya Evan kepada Adit.

__ADS_1


"Ehh berani kau kepada Bos mu? Mau aku pecat?" Ancaman Adit yang belum mengetahui dimana letak kesalahannya.


"Silahkan mau memecat ku! Karena setelah itu kamu akan ku buat malu seumur hidup." Jawab Evan, yang menyerahkan Handphone nya, yang melihatkan Video yang terjadi beberapa menit yang lalu.


Setelah selesai melihat Video tersebut, Adit langsung menghapus Video tersebut dan mengembalikan Handphone tersebut kepada sang pemilik.


"Masih gak mau jujur? Yang mana sih yang akan loe pilih dari semua wanita Sayembara itu?" Tanya Evan kepada Adit.


"Entahlah." Jawab Adit, tertunduk lesu.


"Nih semuanya sudah ada di dalam sini, cek saja!" Ucap Evan, yang menyerahkan sebuah Berkas berisi semua tentang Mora.


Setelah Adit buka semua laporan yang Evan berikan. Betapa terkejutnya Adit, melihat jika dirinya juga ingin dimanpaatkan Mora, sebagai Kambing Hitam.


Karena perusahaan keluarga Mora diujung kebangkrutan. Yang artinya Mora memerlukan uang banyak untuk menutupi semua hutang-piutang Orang Tua nya.


"Kenapa aku dijadikan Kambing Hitam? Tidak adakah yang benar-benar tulus." Tanya Adit kepada Evan.

__ADS_1


"Terlihat jelas jika mereka ingin menompang hidup bersama mu Bos." Jawab Evan.


__ADS_2