Istri Untuk Ayahku

Istri Untuk Ayahku
Perdebatan Anak dan Ayah


__ADS_3

Setelah selesai makan siang. Adit meminta Pak Anton mengantarkan Tiara dan Ziel, untuk segera pulang ke rumah. Namun Ziel merajuk, ingin diajak untuk ke Wahana Permainan.


Bersusah payah Adit, mencoba memberi penjelasan kepada Ziel. Bahwa dirinya masih ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan. Namun Ziel, tetap dengan kemauannya dan tidak ingin ada kata penolakan.


Namun ketika Tiara nencoba membujuk, barulah Ziel mencoba mengerti.


"Ziel, Papah lagi sibuk! masih banyak yang belum bisa Papah tinggalkan." Jelas Adit kepada Ziel.


"Enggak mau Papah, Ziel mau mainan, Ziel mau jalan-jalan." Jawab Ziel yang tidak ingin jika ditolak oleh Papah nya.


Adit bukanlah sosok Ayah yang selalu ada di setiap kemauan anaknya. Apalagi Adit jarang sekali ada waktu buat Ziel, sehingga Ziel dengan Keras Kepalanya, membantah penolakan Adit.


Tiara yang melihat Majikannya itu mulai tersulut emosi, mencoba memberanikan diri untuk melerai pertengkaran Ayah dan Anank itu.


"Den Ziel, tidak boleh bicara teriak-teriak ya Sayang! Den Ziel mau jadi anak Durhaka?" Tanya Tiara kepada Ziel.


Ziel terdiam saat Tiara mengatakan kata Durhaka.

__ADS_1


"Tapi Ziel mau Jalan-jalan Bibi, Ziel mau Mainan sama Papah. Papah kerja terus, jadi Papah tidak bisa jalan-jalan sama Ziel. Ucap Ziel, yang mulai neneteskan Air Mata nya.


"Ziel mau jalan-jalan sama Bibi saja? Biar Papah Ziel, selesaikan pekerjaan dulu." Pinta Tiara kepada Ziel.


Ziel menatap kearah Adit, seakan-akan meminta izin untuk ikut dengan Tiara.


Adit yang dapat tatapan dari anaknya, seakan-akan mengerti. Bahwa dirinya selama ini jarang sekali ada waktu untuk Ziel. Sebab itu Adit tidak mempermasalahkan jika memang harus menikah untuk yang kedua kalinya.


Saat ini kepentingan Ziel yang lebih utama. Sedangkan cinta dan perasaan, mungkin akan datang pada waktunya.


"Hanya di Taman Kota saja Tuan. Nanti jika Den Ziel sudah merasa bosan, kita akan secepatnya pulang ke rumah." Jelas Tiara kepada Adit.


"Baiklah, jika nanti pekerjaanku cepat selesai, aku akan menjemput kalian." Jawab Adit.


Setelah mendapatkan izin dari Ayah nya. Ziel dan Tiara segera keluar dari ruangan Adit dan di susul dari belakang oleh Pak Anton.


Suasana terlihat sepi, karena memang jam waktunya makan siang. Entah semuanya pada kemana, namun Tiara tidak ingin mencari tahu tentang semuanya.

__ADS_1


Setelah Tiara dan Ziel menaiki Mobil. Mobil melaju dengan kecepatan sedang.


Tidak memakan waktu lama, akhirnya Ziel dan juga Tiara sampai di Taman Kota. Dan di sana banyak para pengunjung yang sedang membawa anak-anak mereka.


'Pantas saja Den Ziel, pengen punya Ibu.Ternyata Den Ziel merasakan kesepian.' batin Tiara. Dan hal itu dapat Tiara rasakan, karena Tiara sejak kecil sudah di tinggalkan oleh Bapak nya yang entah kemana. Sampai sekarang sudah tidak ada kabar lagi.


Tiara dan Ziel sangat senang bermain-main bersama. Bahkan mereka berdua tidak menyadari jika dari tadi ada yang sedang memperhatikan mereka berdua.


"Tinggalkan kami Pak Anton! Biar nanti Tiara dan Ziel pulang bersama saya." Perintah Adit yang tidak bisa Anton tolak.


"Baik Tuan, kalo begitu saya pamit dulu." Jawab Anton kepada Bos besarnya itu.


Setelah kepergian Pak Anton. Kini Adit duduk di kursi yang berada di bawah pohon rindang.


'Ibu, adakah nantinya wanita pilihan Ibu, yang hatinya selembut Tiara, dan sayang nya kepada Ziel, layaknya anak sendiri.' Batin Adit dalam hati.


Maaf gaes aku nulis sedikit, besok lagi ya lanjut 😅🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2