
Setelah pulang dari Kantor. Adit dan juga Evan, segera melajukan Mobil nya untuk ketempat yang sudah di janjikan oleh Arini.
Dimana tempat itu akan diadakan pemilihan Sayembara, bagi pemenang tersebut.
Adit akan memilih, wanita yang pantas untuk dijadikan sebagai Ibu sambung Ziel dan juga Ibu untuk Anak-anak Adit nantinya.
"Serius loe akan memilih salah satu diantara mereka semua? Yakin loe akan bertahan lama? Kalo gue entah kenapa tidak yakin ya." Ucap Evan kepada Adit, yang masih meragukan semua wanita Sayembara tersebut. Karena Evan sudah mengetahui sipat mereka semua.
"Kita lihat nanti, bagaimana hasilnya. Karena gue juga kurang yakin, tapi Ibu ingin sekali saat ini gue memiliki Istri dan Ibu untuk Ziel." Jawab Adit kepada Evan.
Sebab Ibu nya selalu memaksa untuk harus memilih salah satu diantara semua peserta Sayembara tersebut.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya Adit dan juga Evan, sampai ditempat tersebut.
Dimana disana sudah ada 30 peserta Wanita yang ikut Sayembara tersebut sedang menunggu. Dan disana juga ada Ibu, Ziel, dan juga Ayu yang ikut menyaksikan siapa yang akan menjadi pilihan Adit.
"Bagaimana Adit? Apakah ada yang akan kamu pilih?" Tanya Arini kepada Adit.
Sedangkan Adit hanya bisa terdiam, saat melihat 30 Wanita yang akan Adit pilih untuk menjadi Istri nya.
"Ibu tidak mau tahu, kamu harus memilih salah satu diantara mereka! Kalo tidak, siap-siap kamu harus keluar dari Rumah, dan jangan anggap Ibu dan Ziel, bagian dari keluarga mu." Ucap Arini, yang semakin mendesak Adit, untuk segera memilih.
"Bu, bukannya aku tidak mau, tapi mereka semua tidak layak menjadi Istri. Mereka hanya memikirkan apa kemauan mereka, tapi tidak memikirkan bagaimana aku dan juga Ziel." Jawab Adit, kepada Ibu nya.
"Terus yang mana menurut kamu yang layak? Perempuan mana yang pantas akan kamu jadikan Istri? Jangan memperlambat waktu, hanya untuk memikirkan dirimu saja, tapi tidak dengan Ziel. Apakah kamu tahu bagaimana Ziel, yang sangat ingin sekali memiliki sosok seorang Ibu." Ucap Arini, yang mendesak Adit untuk segera memilih.
Sedangkan Ayu, merasa sangat bahagia. Karena dirinya memiliki mesempatan untuk mendapatkan Adit. Karena Ayu tahu, bahwa Adit tidak akan mungkin memilih salah satu diantara 30 wanita Sayembara tersebut.
__ADS_1
"Maaf Ibu, tolong jangan paksa aku! Aku tidak ingin kali ini sembarangan memilih wanita, yang tidak aku Cintai. Dan aku tegaskan untuk kalian semua! Aku tidak akan memilih kalian, jadi Sayembara ini aku anggap berakhir." Jawab Adit, yang langsung meninggalkan semuanya yang berada di sana dan menaiki Mobil untuk melajukan dengan sangat cepat.
Setelah Adit tidak berada di tempat itu lagi, tiba-tiba Laura berucap.
"Bagaimana ini Tante, Tante kan sudah janji kepadaku bahwa Adit akan memilih diriku sebagai Istri nya." Jelas Laura, yang tidak ingin Sayembara ini berakhir begitu saja.
"Iya Tante, bagaimana dengan aku? Bukankah Tante juga berjanji bahwa Adit akan memilih aku." Ucap Tasya, yang salah satunya mengikuti Sayembara tersebut.
"Apa kalian semua tidak mendengar, bahwa acara ini sudah berakhir! Jadi saya harap kalian semua tinggalkan tempat ini!" Jawab Arini kepada semua peserta termasuk Laura dan juga Tasya.
Sedangkan di tempat lain. Entah kenapa Arini meminta Tiara untuk menjaga Villa ini. Tiara ditemani oleh sepasang Suami, Istri yang berumur Kepala Lima.
"Neng Tiara, ayo kita makan dulu." Ucap Bi Darmi, kepada Tiara.
"Iya Bi, sebentar lagi. Tadi Ibu Arini, Telepon Saya untuk membersihkan kamar itu." Jawab Tiara, yang menunjukan sebuah Kamar yang baru saja dia bersihkan.
"Mungkin Bu Arini, mau kesini Neng." Jawab Bi Darmi kepada Tiara.Sedangkan Tiara hanya terdiam saja.
'Apakah benar Bu Arini, akan kesini? Tapi aku di sini buat apa? Bahkan pekerjaan yang ada di Villa ini saja hampir semuanya di kerjakan Bi Darmi dan Suami nya.' Batin Tiara, yang masih bingung kenapa dirinya bisa dikerjakan di Villa ini.
Malam harinya Tiara, yang sudah selesai dengan pekerjaannya bersiap-siap untuk segera pergi ke Kamar nya. Walaupun pekerjaan disini tidaklah terlalu berat. Namun rasa lelah itu pasti ada.
Saat Tiara sudah didalam Kamarnya. Tiara yang seperti biasanya tidak bisa jika tidur dalam keadaan lampu bernyala. Maka Tiara segera mematikan Lampu tersebut, agar tidurnya bisa lebih nyenyak.
Sedangkan di luar, Mobil yang di kendarai Adit, baru saja sampai. Sebelumnya Adit terlebih dahulu menghubungi Pak Hasan, bahwa dirinya akan pulang ke Villa malam ini.
"Maaf Pak membuat menunggu lama." Ucap Adit, kepada Pak Hasan.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Tuan, mari silahkan masuk Tuan. Semuanya sudah dibersihkan." Jawab Pak Hasan kepada Adit, yang mulai memasuki Villa tersebut.
"Terimakasih Pak." Ucap Adit, dan segera masuk, meninggalkan Pak Hasan, yang masih berdiri di depan Pintu Gerbang.
"Sama-sama Tuan." Jawab Pak Hasan.
Sudah lama sekali Adit tidak datang ke Villa ini. Sebenarnya Villa ini akan Adit berikan kepada sang Istri Tercinta, untuk menjadi kejutan hari Anniversary Pernikahan mereka.
Namun ternyata Tuhan memiliki rencana lain. Tepat Seminggu sebelum merayakan hari Annivarsary Ningrum mengalami Kecelaan dan dinyatakan telah tiada.
Dimana hari itu adalah, hari terpuruknya dan membuat Adit merasakan hancurnya serta kehilangan orang tercinta.
Adit bersumpah kepada dirinya sendiri, jika tidak ingin mencari pengganti Ningrum lagi. Namun ternyata Sumpah itu pupus begitu saja, setelah sang Ibu, meminta untuk mencari Istri serta Ibu pengganti buat Ziel.
Setelah masuk kedalam Kamar, Adit disungguhi dengan aroma sangat wangi, ruangan yang sangat bersih. Seakan-akan semua ini sudah di rencanakan lebih dahulu.
Namun tak ingin ambil pusing. Adit cepat-cepat masuk kedalam Kamar Mandi dan membersihkan Tubuh nya yang terasa lengket. Apalagi Adit seharian tidak ada istirahat sedikitpun.
Rasa lelah seharian, kini terbayar dengan dinginnya Air Malam hari. Apalagi Villa tersebut sangat dekat dengan pergunungan. Sehingga terasa Angin malam masuk sampai ke pori-pori kulit.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya. Adit segera keluar dari dalam Kamar Mandi, dan segera menggunakan Pakaian malamnya.
Perut Adit mulai berdemo pertanda harus segera minta isi.
Setelah Adit sampai di Dapur, ternyata di sana keadaan sangat gelap. Saat Adit mulai menyalakan Lampu tersebut. Trnyata di Meja Makan, sudah terhidang menu masakan yang menggugah selera Makan Adit.
Dengan cepat Adit mulai mengambil Nasi, Ikan, dan juga Sayur. Saat Adit mulai memasukan makanan tersebut kedalam mulutnya. Tiba-tiba suapan Adit terhenti, karena makanan tersebut mengingatkan Adit kepada seseorang yang beberapa hari ini telah mengisi pikirannya.
__ADS_1
'Mana mungkin ini masakan dia? Apa aku hanya teringat dia saja, jadi masakanpun juga membuat aku Rindu.' Batin Adit dalam hati.