
Melihat Adit yang sudah lama tidak datang ke rumah utama ini, membuat Ayu yang pertama kali melihat menjadi sangat senang, karena sudah lama tidak bertemu.
"Tuan Adit, lama sekali kita tidak berjumpa. Kemana saja Tuan selama ini?" Tanya Ayu, dengan bertubi-tubi pertanyaan kepada Adit.
"Maaf aku sangat sibuk belakangan ini, Jadi baru sempat meluangkan waktu untuk pulang ke rumah," jawab Adit.
Tiba-tiba dari arah tangga, turunlah Arini yang sudah mengetahui kedatangan anak nya.
"Assalamualaikum Ibu, bagaimana keadaan Ibu? Sehat saja kan," tanya Adit yang mencium telapak tangan dan juga kening ibunya.
"Waalaikumsalam, alhamdulillah keadaan ibu sangat sehat. Ayo masuk dulu," jawab Arini yang mengajak Adit untuk masuk ke dalam.
Arini, yang melihat Ayu masih berdiri tidak jauh dari tempat duduknya, meminta Ayu segera pergi ke belakang untuk menyiapkan makan siang.
"Pergilah! Siapkan untuk makan siang ini, aku ingin makan bersama anakku," ucap Arini kepada Ayu.
__ADS_1
"Baik Ibu," jawab Ayu.
Setelah kepergian Ayu, Arini bertanya dengan keadaan rumah tangga anaknya. "Apa yang membuatmu datang ke sini? Apakah kamu merindukan ibu dan juga anakmu, atau ada sesuatu yang lain," tanya Arini kepada Adit.
"Dua-duanya ibu, aku ingin mengajak Ibu dan juga Ziel menginap untuk beberapa hari di Apartemen milikku."
"Apa ada sesuatu yang mengganggu hubungan rumah tanggamu?" Tanya Arini, yang mulai penasaran dengan sikap aneh yang Adit hadapi.
"Iya Bu, kakaknya Tiara tiba-tiba datang, aku merasa ragu kepada dirinya ada sesuatu yang tidak beres."
"Semacam itu ibu, karena kakaknya Tiara tidak pernah merestui Pernikahan kami. namun tiba-tiba aku menemukannya di jalanan yang sudah berada di kota ini, saat itu dia dalam keadaan berantakan sehingga aku mau tidak mau terpaksa mengajak dirinya untuk pergi ke apartemen. karena aku tidak tahu harus membawanya ke mana lagi."
"Baiklah Ibu mengerti apa yang saat ini kamu rasakan, setelah makan siang kita berangkat untuk pergi ke apartemennya. Oh iya apakah kamu tidak berniat untuk mencari rumah baru? Sepertinya apartemen itu terlalu kecil untuk tempat kalian tinggal," tanya Arini.
"Sebenarnya aku juga ingin mencari rumah baru, namun Tiara merasa nyaman berada di situ sehingga aku mengurungkan niat untuk beberapa bulan ini," jawab Adit.
__ADS_1
"Oh baiklah Ibu tidak bisa berbuat apa-apa, karena kenyamanan ada di tangan kalian," ucap Arini.
Setelah Waktunya jam makan siang Adit dan juga ibunya makan bersama. Sedang Ziel dari tadi belum saja datang karena diajak salah satu asisten rumah tangga untuk jalan-jalan.
"Makan yang banyak! Ibu tahu makanan di rumah ini tidak seenak buatan istrimu, Ibu lihat badanmu terlihat mulai gemuk dan perutmu mulai buncit, pasti makananmu sangat teratur, sehingga olahragamu sangat kurang," ucap Arini yang sangat teliti menilai keadaan anaknya sekarang.
"Aku tidak memiliki waktu untuk berolahraga, karena saat ini olahraga aku berbeda seperti yang dulu ibu, hahaha," canda Adit kepada ibunya.
"Dasar anak nakal, itu efek kelamaan menduda, kenapa tidak dari dulu saja kamu menikahi dia."
"Entahlah ibu, kalau aku tahu nya seperti ini, dari dulu pun aku sudah menikahinya. mungkin jodohku baru sekarang," Jawab Adit.
***
Sedangkan di lain tempat, seorang wanita sudah merencanakan balas dendam. Karena ditolaknya Cinta, sehingga membuat dirinya merasa benci, marah, dan juga dendam.
__ADS_1
"Sudah lama aku biarkan kamu bahagia Mas Adit, namun sekarang aku akan membalas semuanya. Kamu harus merasakan kehancuran yang sudah kamu berikan," ucap seorang wanita, dengan keadaan sangat berantakan.