Istri Untuk Ayahku

Istri Untuk Ayahku
Senjata Makan Tuan


__ADS_3

 Saat ini Adit berpura-pura kepalanya sangat pusing, sehingga Laura dan Herman, yang melihat dari kejauhan menyangka jika saat ini obat perangsang tersebut sudah mulai bereaksi.


Tiba-tiba dari kejauhan Herman datang menghampiri Adit dan menawarkan bantuan untuk membawa ke kamar pribadi Adit. "Tuan kenapa? Apa ada yang sakit, mari saya bantu untuk mengantar ke kamar," ucap Herman kepada Adit.


"Iya boleh tolong bantu saya," jawab Adit yang masih berpura-pura.


Dengan sekuat tenaga Herman memapah tubuh Adit yang lumayan sangat berat menuju kamar pribadi Adit.


Setibanya di dalam kamar, Herman meletakkan tubuh Adit di atas kasur dan mulai membaringkan. Namun di saat Herman ingin berjalan menuju pintu luar tiba-tiba Adit menjengkal tangan Herman dengan sangat kuat. "Apa yang sedang kau rencanakan? Apa kau merasa hebat sedang bermain-main bersama denganku?" Tanya Adit yang membekap tubuh Herman dengan kuat.


Sekuat tenaga Herman mencoba untuk melepaskan tubuhnya dari tubuh Adit. Herman sudah mulai kesusahan untuk bernafas namun tidak ada sedikitpun Herman ingin berkata jujur.


"Cepat katakan! Apa niatmu sebenarnya dengan menjebakku, apa yang kau inginkan?"


"Aku tidak akan mengatakan apa niatku sebenarnya!" Jawab Herman. 

__ADS_1


"Kau masih ingin bermain-main denganku? Asal kau ingat sebelum kau memulai rencana ini, aku sudah mengetahuinya. bahkan kau bersama dengan siapapun datang ke tempat ini aku sudah cukup mengetahuinya. jika kau masih ingin bermain-main denganku maka marilah kita bermain bersama," jelas Adit.


"Apa maksudmu?" Ucap Herman yang bingung dengan kata-kata dari Adit.


Tidak lama setelah itu datanglah dua orang laki-laki yang berbadan kekar dan berotot mengambil alih Herman dari tangan Adit.


"Amankan dia! Biar dia tahu saat ini sedang bermain-main dengan siapa!" perintah Adit kepada kedua anak buahnya.


"Baik Tuan," jawab dua orang laki-laki tersebut dan langsung membawa Herman ke tempat rahasia yang masih berada di dalam ruangan tersebut.


Wanita tersebut berpenampilan sangat seksi sudah seperti wanita penggoda.


Dan tidak lama setelah Ayu sudah masuk dan mencoba mendekat tiba-tiba laki-laki yang tadinya membawa Herman masuk ke dalam ruangan rahasia keluar menghampiri Ayu yang saat itu sedang berperan sebagai pengganti  Adit.


Laki-laki itu masuk, Adit pun ikut masuk ke dalam ruang rahasia sehingga mereka berdua saling bertukar tempat.

__ADS_1


Herman terkejut dengan permainan yang Adit lakukan. saat ini seakan-akan dia yang membuat rencana dia pula yang menuai hasilnya.


"Kau sudah lihat apa yang akan aku lakukan? Dengan teman-temanmu itu di sana ada Ayu yang sedang melayani nafsu yang saat ini mungkin dia anggap sebagai diriku. Dan coba kau lihat lagi di kamera sana! Ada Laura yang sedang ditahan oleh ketiga anak buahku. bisa saja Laura akan menggantikan posisi yang saat ini seperti Ayu. Apa kau mengerti maksud aku?"


"SIAL!!!" ucap Herman yang sangat murka dengan keadaan ini.


"Lain kali berpikirlah sebelum berbuat! Kau sedang bermain dengan siapa? Aku bukanlah tandingan mu kawan!" Ucap  Adit yang membuat Herman langsung terdiam seketika.


***


"Jangan risau seperti itu! Suamimu tidak akan pernah macam-macam bersama dengan perempuan lain," ucap Arini kepada Tiara.


"Tapi tadi dia dekat sekali Bu, seperti ada memiliki hubungan sesuatu," jawab Tiara.


"Kau seperti baru saja mengenal Adit. Apa kau lupa? Jika Adit suka bermain dengan perempuan, maka saat ini tidak hanya kamu saja istri dari Adit, kemungkinan di luaran sana masih banyak istri-istri Adit yang lainnya," jelas Arini, yang menasehati menantu nya.

__ADS_1


"Mungkin aku saja yang bersangka buruk Bu, maafkan aku," jawab Tiara yang merasa bersalah sudah menuduh suaminya sendiri.


__ADS_2