Istriku Bocah SMA

Istriku Bocah SMA
Episode 28 Taksi Mogok, Satya khawatir.


__ADS_3

BAB 28.


*** Istriku Bocah SMA ***


Setelah makan siang, Risa dan Mama Stella tidak langsung pulang. Mama Stella mengajak Risa untuk ke salon terlebih dahulu, merilekskan tubuh dan merapikan rambut dan kuku, serta merapikan bulu mata, alis dan bibir.


Awalnya Risa tidak mau, tapi Mama Stella memaksanya dan Risa hanya bisa pasrah saat orang orang di salon itu mengacak acak wajahnya.


Setelah berjam jam, akhirnya semuanya selesai juga. Dan Risa bisa bernafas lega karena bisa pulang.


"Kamu terlihat semakin cantik, Satya pasti suka." ucap Mama Stella tersenyum senang melihat Risa yang semakin glowing.


"Terima kasih Ma, Mama juga semakin cantik." balas Risa.


Kini Mama Stella dan Risa dalalm perjalanan pulang naik taksi online.


"Pak kenapa berhenti, ini masih jauh dari rumah kami?" tanya Mama Stella bingung.


"Hmm maaf Bu, sepertinya mobil Saya mogok. Ibu bisa pesan taksi yang lain dan tidak perlu membayar taksi saya." ucap Sopir taksi itu merasa tidak enak hati karena mobilnya mogok.


Mama Stella dan Risa pun keluar dari mobil, melihat Sopir tadi yang tengah memeriksa mobilnya.


"Apakah tidak bisa di benarkan?" tanya Mama Stella.


"Sspertinya Saya harus menelfon montir dulu Bu, Saya tidak mengerti dengan mesin." ucap sopir taksi itu semakin tak enak hati.


"Tidak apa-apa, kami akan menunggu." ucap Mama Stella.


"Tapi ini sudah hampir gelap Bu, sebaiknya Anda mencari taksi lain saja." ucap Sopir taksi itu sungguh merasa tidak enak pada kedua penumpangnya yang baik hati ingin menungu montir datang.


"Tidak apa-apa Pak, kami akan menunggu di sini." ucap Mama Stella seraya tersenyum, dia tidak mungkin meninggalkan supir taksi itu sendirian di tempat itu. Yah walaupun mereka harus menunggu mobilnya di perbaiki, itu tifak masalah.


"Maafkan Saya Bu." ucap Sopir itu.


Mama Stella tidak menjawab, dia hanya tersenyum dan mengajak Risa untuk mencari tempat yang nyaman untuk menunggu montir datang. Kebetulan, mobil taksi yang mereka tumpangi mogok di ujung jalan perbatasan, jadi tidak ada rumah.


Karena sudah mau magrib, jadi sangat jarang kendaraan lewat. "Ma, kenapa kita tidak pesan taksi lain saja?" tanya Risa.


"Kamu keberatan menunggu di sini?" tanya Mama Stella balik.


Risa menggelengkan kepala. "Tidak Ma."


"Maaf Ma, Risa angkag telfon dulu." Ucap Risa saat melihat Satya tengah menelfonnya. Mama Stella mengangguk.


"Halo."


"Risa kamu dimana?"


"Kami sedang di jalan, ada apa?"


"Jalan mana? Aku sudah sampai rumah sejak tadi. Tapi kamu masih belum pulang." ucap Satya.


"Hmm ya, tadi kami habis belanja ke salon dulu dan sekarang mobil taksi kami mogok." Jelas Risa.

__ADS_1


"Apa?! mogok dimana, aku akan menjemputmu." Ucap Satya.


"Hmm ini dimana aku juga tidak tahu."


"Berikan ponselnya pada Mama."


Risa pun menyerahkan ponselnya pada Mama Stella.


*** Istriku Bocah SMA ***


Setelah mengetahui posisi Risa dan Mama Stella, Satya langsung meluncur untuk menjemput kedua perempuan yang dicintainya itu.


Lima belas menit kemudian, Satya menemukan Risa dan Mama Stella tengah berdiri di pinggir jalan dan dua orang lelaki yang tengah sibuk dengan mobil taksi.


Satya pun langsung turun dari mobil dan menghampiri kedua perempuan itu. "Mama, Risa."


"Satya."


"Kalian baik baik saja kan?" tanya Satya.


"Kami baik baik saja."


"Ayo kita pulang."


Satya mengajak Mama Stella dan Risa masuk kedalam mobilnya. Sebelum ikut masuk ke mobil, Satya memberikan beberapa lembar uang untuk sopir taksi yang masih menunggu montir membenarkan mobilnya.


Skip sampai rumah.


"Kalian nyasar kemana saja, belanja kok sampai seharian ful?" tanya Papa Setiawan saat mereka bertiga baru saja masuk rumah.


"Ma, Pa, kami pamit ke atas dulu ya." ucap Satya.


Mama Stella dan Papa Setiawan menganguk. Satya dan Risa pun meninggalkan kedua orang tua itu dan naik ke lantai atas.


"Kamu membuatku khawatir." ucap Satya setelah mereka berada di kamar. Dia lega karena Risa tidak apa-apa, dia sempat khawatir karena Risa tidak pulang pulang.


"Maaf sudah membuat kamu khawatir." ucap Risa pelan.


Satya memeluk Risa dari belakang. "Tidak perlu minta maaf, yang penting sekarang kamu baik baik saja." ucap Satya pelan.


Lalu keadan hening.


"Kamu cantik banget sih Risa." ucap Satya, ia memperhatikan Risa dari kaca rias milik Risa.


Tidak puas hanya menatap Risa lewat kaca. Satya melepaskan pelukannya dan memutar tubuh Risa untuk menghadap kearahnya.


Membuat Risa menunduk karena malu, namun Satya mengangkat dagu Risa untuk kembali menatapnya.


Satya memperhatikan wajah Risa dengan seksama, "Ada apa dengan wajahmu?" tanya Satya.


"Kamu tidak suka?" tanya Risa balik.


"Tidak! maskudku, kamu jadi berbeda sekarang," ucap Satya jujur.

__ADS_1


"Jadi semakin tambah dewasa dan cantik dan terkesan seksi." Lanjut Satya.


Pipi Risa langsung merona merah, malu dengan perkataan Satya yang memujinya.


"Aku suka pipimu yang merona semakin merah." ucap Satya menyentuh kedua pipi Risa yang merona merah.


Satya sungguh gemas dengan pipi merona Risa, rasanya dia ingin menggigit kedua pipi itu saking gemasnya.


"Uhm..."


Risa semakin malu dan menundukkan wajahnya. Membuat Satya tertawa pelan, "Kamu tahu, dulu kamu tidak pernah malu malu seperti ini di hadapanku."


Risa langsung mendongak dan menatap Satya. "Benarkah?"


Satya mengangguk. "Ya."


"Uhm Aku tidak tahu." ucap Risa.


"Tidak apa-apa, aku suka kamu yang malu malu begini." ucap Satya.


"Hmm Satya Risa, jika ingin bermesraan jangan lupa tutup pintu." ucap Mama Stella yang sudah berdiri di tengah pintu.


"Mama." gumam Risa kecil.


Satya mendengus. "Mama menggangu saja."


"Mama cuma ngingetin kalian untuk menutup pintu loh," ucap Mama Stella. "Ya sudah lanjutkan, tapi jangan lupa makan malam." ucap Mama Stella lalu menutup pintu dari luar.


"Uhm, Risa mandi dulu ya kak." ucap Risa, tanpa menungu jawaban dari Satya, dia sudah lebih dulu masuk kamar mandi.


Clek...


Risa membali keluar kamar mandi karna melupakan sesuatu.


"Tidak jadi mandi?" tanya Satya.


"Jadi kok, tadi lupa bawa handuk." ucap Risa, karena handuk yang biasa di kamar mandi tengah di cuci.


"Oh, mau mandi bareng?" tanya Satya menggoda Risa.


"Tidak!" seru Risa lalu dengan cepat kembali ke kamar mandi.


Satya tertawa melihat itu... "Hah."


Satya menghela nafasnya. "Jika saja Aku mengatakan itu saat kamu belum lupa ingatan, kamu pasti akan dengan semangat menjawab ya, Risa." gumam Satya pelan.


Walaupun Satya lebih suka Risa yang malu malu terhadapnya, tapi dia juga rindu Risa yang tidak tahu malu terhadapnya. Walaupun nyatanya Risa masih sama, tapi Satya merasa itu beda.


Satya memejamkan matanya dan berjalan kearah balkon kamar, melihat hewan hewan peliharaan Risa yang sudah lama tidak tersentuh pemiliknya.


"Apakah Risa tidak akan pernah ingat masa lalunya lagi?" tanya Satya entah pada siapa.


**TBC

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca ;) jangan lupa like dan favoritkan cerita ini.


Bagi poin kuy, 10 pun tak apa lah** ;)


__ADS_2