
BAB 07.
*** Istriku bocah SMA ***
Satya menatap datar bocah bocah SMA yang saat ini ada di dalam ruangan rawat Risa, entah mereka dapat kabar dari mana kalau Risa masuk rumah sakit. Satya bahkan belum memberitahu pihak sekolah jika Risa sakit dan tidak bisa masuk sekolah.
Dari pagi hingga siang hari para bocah SMA teman teman Risa itu belum juga berniat pulang sepertinya. Karena masih asik bercanda dengan cara mereka yang menurut Satya aneh.
Rasanya Satya ingin sekali mengusir mereka karena sudah menganggu ia dan Risa berduaan. Tapi ia bingung cara apa yang harus ia pakai untuk mengusir mereka secara halus?
"Oh iya omong omong kakak sepupu kamu itu tidak ada kerjaan apa Risa, kok sejak pagi cuma nongkrong di sofa?" tanya salah satu teman Risa.
Risa hanya menatap Satya sekilas lalu mengendikkan bahunya acuh.
Jika kalian pikir para teman Risa adalah para cewek, maka Kalian salah karena hanya ada satu cewek dari sepuluh teman Risa yang hadir.
"Papaku orang kaya."
"Papaku bahkan lebih kaya."
"Papaku punya mobil keren."
"Papaku bahkan punya mobil keren banyak."
"Papaku punya ---
"Maaf menyela, tapi bukankah seharusnya papa kalian sama, Kalian itu kembar kan?" ucap Satya memotong Perdebatan sengit antar dua sahabat Risa yang sejak pagi selalu ribut sendiri.
Daniel dan Danielle saling pandang lalu tersenyum bodoh dan berseru bersamaan.
"Oh iya, aku lupa."
"Daniel tadi yang mulai duluan Om." ucap Danielle dengan cengiran lebarnya.
Satya dan Daniel sama sama mendengus tidak suka.
Jika Satya tidak suka karena teman teman Risa yang memanggilnya Om, walau ia sudah menyuruh mereka memanggil dirinya kakak.
Dan Daniel tidak suka disalahkan oleh Danielle!
"Kamu duluan yang mulai Elle." seru Daniel.
Teman teman Risa yang lain hanya tertawa melihat mereka karena itu sudah biasa bagi mereka semua sebagai sahabat.
"Rama kenapa tidak jadian saja sih sama Risa, kalian cocok loh." ucap Udin mengalihkan perhatian semua orang kearah Risa yang hanya tersenyum dan Rama yang salah tinggkah dan melepaskan genggaman tangannya dari Risa.
__ADS_1
Sejak pagi datang, Satya memang sudah tidak suka dengan cowok bernama Rama yang terus menempeli Risa. Dia aja belum pernah gemgam tangan Risa, nah itu cowok dengan seenaknya gemgam tangan Risa dan Risanya cuma diem aja. Demi upin ipin kalau ego-nya tidak setinggi lagit mungkin Satya sudah mengatakan pada mereka semua jika ia adalah suami Risa agar si Rama itu tidak terus menggenggam tangan Risa.
"Om Satya setuju kan kalau mereka jadian?" tanya Randy.
"Mereka cocok banget loh om, di sekolah saja kemana mana selalu bersama. Dimana ada Risa, disitu ada Rama." tambah Dicky.
"Risa dan Rama... R dan R." ucap Dwi.
"Iya, restuin lah om..."
"Liat mereka kayaknya sama sama suka deh, mukanya aja merah gitu kayak tomat busuk." ucap Rudi.
Satya mendelik tidak suka dengan teman teman Risa, apalagi Risa yang malah terlihat malu malu gitu... Ck Satya semakin kesal saja.
Dan masih banyak lagi ucapan lainnya yang membuat Satya kesal setengah ******.
Mungkin itulah derita karena telah berbohong pada mereka jika Satya adalah kakak sepupunya.
Andai kalau ia bilang, ia adalah suami Risa. Mungkin mereka tidak akan berani mengatakan apa yang telah mereka katakan dan tentu saja Rama tidak akan berani menggenggam tangan Risa seenak jidat.
Setelah jam dua siang akhirnya kesepuluh teman Risa pulang juga.
"Kenapa muka kakak kelihatan kesal banget gitu?" tanya Risa.
Risa mengendikkan bahunya acuh lalu tersenyum miring pada Satya... "Jadi kak Satya sudah ngakuin kalau aku adalah istri kak Satya.. Dan dengan kata lain tadi itu kak Satya cemburu to."
Satya mendengus. "Siapa juga yang cemburu."
"Oh gitu.... Jadi tidak masalah dong kalau aku pacaran sama Rama." ucap Risa santai yang membuat Satya mendelik.
"Apa? tidak boleh gitu dong. Kamu itu istri aku." serunya kesal.
"Kakak lupa sama surat perjanjian yang kakak tulis dulu?" tanya Risa.
Satya berdecak kesal lalu kembali mendelik saat mengingat sesuatu.
"Bagaimana kamu bisa ingat? Bukanya kamu mengalami amnesia?" tanya Satya bingung.
"Siapa yang bilang aku amnesia? Kak Satya sendiri loh yang berasumsi." ucap Risa tersenyum lebar tanpa dosa.
"Jadi kamu boongin aku?" tanya Satya dengan tatapan Tajam.
Risa cuma menganggapi itu dengan acuh tak acuh...
"Sssttt kak Satya berisik deh, aku mau balas chat - nya Rama dulu." ucap Risa.
__ADS_1
"Ada aku disini Risa, kenapa kamu malah ngobrol sama orang yang tidak ada?"
"Kenapa? Cemburu ni ye..."
"tidak!"
"tidak salah lagi."
"Terserah apa katamu, perempuan selalu benar."
"Waahhh Rama nembak aku nih, terima tidak ya." ucap Risa.
Satya mendengus kesal. "Tidak gantle banget nembak lewat WA."
"Duhh bagaimana ya, aku bingung kak Satya aku harus bagaimana? Rama itu cakep loh."
"Cakepan juga aku."
"Hmm ia sih, tapi kan lumayan buat di masukin instagram ... "
"Kamu bisa masukin aku ke IG kamu."
"Males ahh cuma sebagai kakak mah nggak asik.... Sudah ada Revan sama Rio."
Satya melirik Risa yang terus berbicara padanya tapi matanya tidak lepas dari layar ponsel.
"Eh mau apa?" tanya Risa saat Satya mengambil ponsel Risa.
"Senyum." ucap Satya.
Risa yang bingung pun hanya mengikuti ucapan Satya yang akan mengambil gambar mereka berdua.
Lalu Satya membuka akun instagram Risa dan memasukan foto yang barusan dengan tulisan. "My love ❤" dibawahnya.
"Sudah."
"Apanya yang udah?" tanya Risa bingung.
"Instagram." balas Satya pendek.
Risa lalu membuka instagramnya dan mendelik kearah Satya.
"Kamu seriusan ini.... Ya allah apa kata mereka, aku suka sama om om." Ucap Risa panik membuat Satya mendelik sebal.
Maaf bila masih menemukan adanya typo.
__ADS_1