Istriku Bocah SMA

Istriku Bocah SMA
Episode 31 Satya datang ke kampus Risa.


__ADS_3

BAB 31.


*** Istriku Bocah SMA ***


Satya memarkirkan mobilnya di parkiran kampus tempat Risa kuliah, dia benar benar datang untuk memastikan jika Risa baik baik saja. Padahal seharusnya dia tidak perlu melakukan itu jika memang khawatir, dia bisa menghubungi Risa via ponsel seluler canggihnya.


Namun Satya tidak melakukan itu dan memilih untuk datang langsung karena dia ingin melihat wajah Risa secara langsung, bukan via suara. Dan karena hal itu Alya harus menunda lagi meeting dengan klien.


Setelah merapikan penampilannha agar tidak memalukan saat bertemu Risa, Satya pun keluar dari mobil, setelah mengunci mobil, Satya langsung menuju kelas Risa.


Satya hapal jadwal kelas Risa dan karena kampus itu dulu adalah kampusnya juga, dia jadi tahu di mana letak kelas Risa tanpa harus kesusahan mencarinya.


Dengan langkah angkuh namun mempesona, Satya menuju ruang kelas Risa. membuat Siswi yang kebetulan ada di luar kelas melihat Satya dengan tatapan terpesona dan bertanya tanya, ada yang berpikir bahwa Satya adalah siswa baru ataupun juga dosen baru.


Namun Satya hanya tersenyum tipis mendengar bisikan bisikan para mahasiswi itu, baginya itu hal biasa karena dulu juga ia menjadi idola di kampus itu.


Sesampainya di depan kelas Risa, Satya langsung mengetuk pintu.


"Permisi Mrs.Queen." ucap Satya setelah di persihlahkan masuk.


"Kamu, Satya?"


Satya tersenyum titis dan mengangguk. "Maaf mengganggu waktu mengajar Anda, Mrs.Queen. Saya kesini hanya ingin bertanya, apakah Risa masuk kelas?"


"Risa? Risa yang mana ya?" Tanya Mrs.Queen bingung, ia lalu mengecek buku absen kelasnya.


"Oh dia tidak masuk kelas hari ini karena kurang sehat, dia ada di ruang kesehatan." ucap Mrs.Queen setelah membaca buku absen.


Beliau masih mengingat Satya karena Satya adalah salah satu murid paling populer dengan kenakalannya.


Setelah itu, Satya pamit dan langsung menuju ruang kesehatan untuk mencari Risa. Hatinya langsung berdebar khawatir Risa kenapa napa.


Karena masih ingat dengan jelas dimana ruang kesehatan, membuat Satya tidak susah menemukan ruang kesehatan.


Sampai di ruang kesehatan, Satya langsung masuk dan mendapati Risa tengah berbaring di ranjang dan beberapa mahasiswi dan mahasiswa tengah berdiri mengelilingi ranjang.


"Risa." Panggil Satya mendekat.


"Kak Satya." ucap Risa bingung, karena dia kan tidak mengatakan pada Satya jika dia masuk keruangan kesehatan.


"Kamu kenapa? Mana yang sakit? kita kerumah sakit ya." ucap Satya.


"Aku baik kok kak, aku hanya sedikit pusing saja. Tidak perlu ke rumah sakit." ucap Risa membalas ucapan Satya di sertai dengan senyuman.


"Bagimana kamu bisa mengatakan bahwa kamu baik baik saja, jika kamu saja berbaring di sini?" ucap Satya tidak suka.


"Hmm maaf menyela, tapi Anda siapanya Risa ya?" tanya Kanaya.

__ADS_1


Satya menatap satu persatu orang yang ada di ruangan itu, ternyata itu adalah teman teman SMA Risa. Kecuali perempuan yang bertanya padanya barusan.


"Aku Satya Setiawan." ucap Satya dingin.


Kanaya sedikit merinding mendengar ucapan Satya, beda sekali saat berbicara dengan Risa dan membalas ucapannya.


"Maaf, maksudku, Anda siapanya Risa?" tanya Kanaya lagi.


"Apa urusannya denganmu?" tanya Satya balik.


Kanaya mendengus sebal namun tidak mengatakan apapun.


"Om, kamu dulu kelihatan baik banget sama kami, tapi kenapa sekarang jadi menyebalkan." cetus Udin.


Satya menatap Udin sekilas, lalu kembali menatap Risa.


"Kita pulang ya? atau mau aku antar ke rumah sakit?" Tanya Satya lembut, membuat Kanaya mencibir Satya dalam hati.


"Tidak perlu kak, aku sudah tidak apa-apa kok." ucap Risa.


"Tapi--


"Risa tadi pingsan, mungkin dia teringat masa lalunya bersama kami lalu pingsan karena kepalanya sakit." ucap Rama memotong ucapan Satya.


Satya menatap Rama tidak suka, "Aku tidak bertanya padamu." ucap Satya lalu tanpa mengatakan apapun lagi Satya menggendong tubuh Risa.


"Uh aku mau dong punya suami kayak Satya, sudah ganteng, kaya, perhatian pula." ucap Daniella saat memperhatikan Satya menbawa pergi Risa.


Daniella mengangguk. "Ya, dia suami Risa."


Tanpa ada yang sadar, Rama mengepalkan tangannya saat melihat Satya membawa pergi Risa. Dia tahu bahwa Risa adalah istri Satya, tapi dia tetap tidak rela melihat itu.


Risa sendiri hanya bisa menyembunyikan wajahnya di dada bidang Satya karena malu di lihat orang orang yang di lewatinya bersama Satya.


"Kak, turunkan aku. Aku bisa jalan sendiri." ucap Risa pelan.


Namun Satya tidak mempedulikan ucapan Risa dan terus membawa tubuh Risa menuju mobilnya. Risa yang merasa malu pun kembali menyembunyikan wajahnya di dada bidang Satya.


Satya menurunkan Risa saat sampai di parkiran, ia mengambil konci mobil di sakunya dan membuka kunci mobil. Satya pun membuka pintu mobil dan membantu Risa masuk.


"Kita kerumah sakit sekarang." ucap Satya, dia takut sesuatu yang buruk terjadi pada Risa.


"Tapi aku sudah tidak apa-apa kak." ucap Risa pelan.


Satya menjalankan mobilnya keluar dari parkiran kampus untuk menuju rumah sakit tanpa peduli dengan protesan Risa.


Sesampainya di rumah sakit, Satya memarkirkan mobilnya dan keluar dari mobil, lalu membantu Risa keluar dari mobil.

__ADS_1


"Kak Risa masih bisa jalan sendiri." ucap Risa saat Satya kembali membopong tubuhnya.


"Bagaimana kamu bisa mengatakan bahwa kamu baik baik saja, jika tadi saja kamu pingsan." ucap Satya dengan terus melangkah.


"Dokter." panggil Satya saat melihat dokter Fero tengah berjalan bersama dua orang suster.


"Eh Satya, ada apa?" tanya Dokter Fero bingung melihat Satya menggendong Risa.


"Risa tadi pingsan dok." ucap Satya.


"Oh, ayo bawa ke sini... Suster, kalian tolong periksa pasien kamar no 363 dulu ya." ucap Dokter Fero.


Kedua suster itu mengangguk mengerti. "Baik dok."


Satya membaringkan Risa di ranjang rumah sakit dan Dokter Fero mulai memeriksanya.


"Tidak apa-apa." ucap Dokter Fero setelah memeriksa Risa.


"Bagaimana mungkin, Risa tadi pingsan dokter." ucap Satya.


"Risa, apa yang kamu pikirkan sehingga bisa pingsan?" tanya Dokter Fero pada Risa.


"Uhm tadi entah kenapa tiba tiba ada bayangan di kepala Saya yang membuat kepala Saya pusing." ucap Risa jujur.


"Bayangan?"


"Ya, seperti bayangan masa lalu, tapi Saya tidak mengingatnya." ucap Risa.


"Hmm itu mungkin memang bayangan masa lalu kamu, biasanya itu akan muncul saat kamu bertemu orang orang di masa lalu kamu atau mendengar orang mengatakan sesuatu yang pernah kamu dengar." Jelas Dokter Fero.


"Apakah itu berbahaya dokter?" tanya Satya.


"Tidak, hanya saja. Tolong jangan terlalu memaksakan diri untuk mengingat. Karena itu akan membuat kepalamu sakit dan pingsan." Saran Dokter Fero.


"Apakah ingatan Risa akan mulai kembali dokter?" tanya Satya.


"Sepertinya begitu."


"Tapi kenapa saat bersamaku, dia tidak ingat apa-apa dokter?" tanya Satya, dia sedikit kesal dengan hal itu.


"Mungkin kamu tidak penting untuk Risa." ucap Dokter Fero santai.


Satya mendelik kesal dan Risa hanya tersenyum tipis, apakah mungkin apa yang di ucapkan dokter Fero benar? Satya tidak terlalu penting untuknya, sehingga seberapa lama pun Risa bersama Satya tetap tidak mengingat apapun?


TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR BACA SAMPAI SINI ;)


**Maaf beberapa hari nggak update, paketan habis :v

__ADS_1


Jangan lupa like dan favoritkan cerita ini yah. bagi poin juga boleh ;)


Like, Favorit, Poin dari kalian itu adalah semangatku**


__ADS_2