
BAB 37.
*** Istriku Bocah SMA ***
Setelah pulang dari rumah sakit, Satya semakin posesif kepada Risa. Entah Risa harus senang atau sedih akan hal itu, yang pasti apapun yang Risa lalukan jadi terbatas karena ke-posesifan Satya.
Kini sudah tiga bulan pasca Risa masuk rumah sakit karena alergi, Risa sudah kembali kuliah lagi dan walaupun Rama masih berusaha mendekatinya, tapi Risa mencoba mengacuhkan Rama karena Risa tidak ingin menyakiti Satya yang sangat mencintai dirinya.
Tanpa ingatan masa lalunya, Risa pun juga sudah mencintai Risa karena Satya yang selalu memperlakukan Risa penuh cinta.
Hari ini adalah hari minggu, hari dimana saatnya Satya libur dari pekerjaannya dan Risa libur dari tugas kuliahnya. Satya dan Risa pun sudah sepakat untuk pergi ke pantai, menghabiskan harinya di pantai bersama.
"Sudah siap?" tanya Satya, ia menatap Risa yang duduk di samping kemudi.
Risa pun tersenyum dan menatap Satya. "Siap." katanya dengan semangat.
"Oke, ayo kita pergi." ucap Satya dan mulai menjalankan mobilnya.
"Let's Go!" seru Risa.
"Semangat sekali sih, kayak baru pertama kali mau ke pantai saja." ucap Satya.
"Ya, ini pertama kalinya aku mau ke pantai." ucap Risa, dia kan tidak ingat jika dulu dia entah pernah pergi ke pantai atau tidak.
Satya tertawa pelan, ia senang melihat Risa yang begitu semangat. Perjalannaya pun terasa cepat saat bersama Risa, entah perasaannya saja atau bukan. Tapi Satya merasa waktunya melambat saat jauh dari Risa, saat di kantor misalnya.
"Kita sudah sampai." ucap Satya.
Risa buru buru keluar dari mobil dan berlari mendekati pantai.
"Wow ini indah." ucapnya gembira melihat pantai, banyak orang orang yang menikmati pantai bersama pasangan masing masing atau juga bersama anaknya.
"Bagiku pemandangan ini tidak kalah indah dari pada dirimu Risa." ucap Satya.
"Gembel ah, kak kenapa baru sekarang kamu mengajak aku ke pantai." ucap Risa, dia menatap anak berusia lima tahunan bersama orang tuanya bermain air di bibir pantai.
"Ada apa?" tanya Satya.
"Apakah kita akan bisa seperti mereka nanti?" tanya Risa malu malu.
Satya tersenyum. "Tentu saja bisa." ucap Satya.
"Hei hati hati sayang." seru Satya saat Risa tiba tiba berlari ke arah bibir pantai.
__ADS_1
Risa mengabaikan Satya yang berteriak memanggilnya.
"Ahh--,
"Sudah aku bilang hati hati." ucap Satya menangkap tubuh Risa yang akan jauh.
"Aku tahu kamu terlalu bersemangat, tapi kamu juga harus hati hati. Ingat saat ini kamu sudah tidak sendiri lagi." ucap Satya lembut.
Risa menunduk dan menyentuh perutnya yang masih datar. "Maafkan Mama sayang." ucapnya.
Ya kini Risa tengah hamil muda, usia kandungannya baru 10 minggu.
"Jangan lari lari lagi." ucap Satya melepaskan dekapannya pada Risa.
"Iya Papa Satya." ucap Risa, lalu mencium pipi Satya dan berjalan cepat meninggalkan Satya.
Satya tersenyum dan memegang pipinya, walaupun mereka sudah pernah melakukan lebih dari sekedar ciuman di pipi, tapi hal itu masih saja membuat jantung Satya berdebar kencang.
Satya pun menyusul Risa dan menggenggam tangan mungil istrinya itu.
Risa tersenyum, mereka berjalan beriringan menyusuri bibir pantai. Menikmati deburan ombak yang menyapa kaki mereka.
"Kak Satya nanti mau anak cewek apa cowok?" tanya Risa.
Kini keduanya tengah duduk di pasir pantai dengan Risa yang menyandarkan kepalanya di bahu Satya, hari pun sudah mulai akan gelap. Mereka tengah memperhatikan matahari yang akan tenggelam, sunset.
Risa menatap Satya. "Kak Satya, terima kasih karena sudah mencintai Risa dengan sepenuh hati."
"Terima kasih juga karena kamu selalu ada di sisiku." balas Satya.
Mereka sama sama tersenyum bahagia, dalam hati mereka berdoa agar selalu bisa bersama apapun yang terjadi.
Senyuman Satya semakin lebar saat Risa mengalungkan kedua tangannya di leher Satya.
Satya pun sedikit penundukkan wajahnya dan mencium Risa. Risa pun menyambut ciuman Satya dengan senang hati, karena Risa merasa akhir akhir ini sangat ingin terus berciuman dengan Satya.
Satya dan Risa pun berciuman mesra tanpa peduli bahwa di pantai itu bukan hanya ada mereka berdua, tapi masih ada beberapa pasangan yang juga ikut menikmati indahnya sunset.
Risa melepaskan ciumannya karena merasa kehabisan oksigen untuk bernafas, membuat Satya tersenyum dan menyatukan kening mereka.
"I love you Risa Diandra." ucap Satya.
__ADS_1
"Love you too Satya Setiawan." balas Risa.
Mereka tersenyum bersama dan kembali berciuman hingga matahari benar benar terbenam dan di gantikan dengan sinar rembulan. Orang orang di sekitar mereka pun juga mulai pergi satu persatu dan menyisakan Risa dan Satya yang masih asik dengan dunia mereka.
"Kak aku kehabisan nafas." ucap Risa menarik diri dari ciuman mereka.
"Risa sepertinya kita harus cepat pulang." ucap Satya dengan suara serak.
Risa yang tahu maksud Satya pun mengangguk saja.
Mereka bangkit dari pasir dan bergegas untuk pulang.
"Kak ini bukan jalan pulang kerumah." ucap Risa bingung.
Satya tersenyum. "Kita akan pulang ke Apartemen." ucap Satya.
"Kenapa tidak pulang ke rumah saja?" tanya Risa.
Satya menggelengkan kepalanya pelan. "Aku tidak mau ada yang mengganggu kita malam ini." ucap Satya, dia tidak mau aktivitasnya di ganggu oleh Mama Stella atau pun Papa Setiawan.
Risa yang tahu maksud Satya pun hanya menunduk dengan senyum malu malu, pipinya sudah merona merah bak tomat kelewat masak.
Sesampainya di Apartemen, Satya dan Risa langsung dari mobil.
"Kak jalannya pelan sedikit." ucap Risa saat Satya memegang tangannya dan berjalan cepat.
Risa tahu jika Satya sudag tidak sabar untuk menghabiskan malam bersamanya, tapi tidak harus terlalu buru buru juga kan?
"Kak bagaimana kalau kita makan dulu, aku lapar." ucap Risa saat sudah sampai di kamar Apartemen.
Satya menatap Risa yang memegang perutnya. "Baiklah, kamu tunggu di sofa. Aku akan masak untuk kita."
"Tidak kak, biarkan aku saja yang masak." cegah Risa.
"Tidak, kamu duduk masih di sofa saja dan biarkan aku yang masak. Aku tidak mau terjadi sesuatu hal yang buruk pada calon anak kita nanti." ucap Satya tak terbantahkan.
Risa hanya bisa menghela nafas pasrah dan mengangguk lesu.
"Jangan sedih, aku tidak akan lama." ucap Satya, ia mencium Risa cepat lalu meninggalkan Risa untuk menuju dapur.
***Terima kasih sudah mampir sampai sini ;)
Jangan lupa like, bagi poin dan beri komentar yah***.
__ADS_1