Istriku Bocah SMA

Istriku Bocah SMA
Episode 29 Hari pertama masuk kuliah.


__ADS_3

BAB 29


*** Istriku Bocah SMA ***


Sudah hampir setengah bulan Risa pulang dari rumah sakit dan tidak mempunyai kegiatan pasti selain masak sarapan dan masak untuk makan siang dan malam, itu saja kadang masih di bantu para pelayan, padahal Risa ingin melakukannya sendiri dan setelah berpikir akhirnya dia memutuskan ingin kuliah agar tidak terlalu bosan dirumah.


Risa ingin punya kegiatan lain, tapi dia masih bingung dengan jurusan apa yang akan dia ambil.


Risa pun bertanya pada Satya, sebaiknya jurusan apa yang harudls dia ambil jika ingin kuliah. Dan setelah memutuskan jurusan mana yang dia ambil, Risa mengatakan pada mertuanya dan mereka berdua mendukung Risa untuk kuliah.


Dan hari ini adalah hari pertama Risa menjadi mahasiswi di salah satu universitas ternama di kotanya.


Satya yang mengantar Risa ke kampus.


"Hati hati."


"Kamu juga hati hati."


Jujur saja Satya khawatir melepas Risa sendiri di universitas itu, rasanya dia ingin menemani Risa kuliah jika saja pekerjaan di kantornya tidak sedang menunggu!


"Dadaahhh.."


Setelah mobil Satya tidak terlihat lagi, Risa mulai masuk ke dalam lingkungan kampusnya. Karena baru, dia masih agak bingung dengan kampus yang begitu luas itu.


Untung saja Satya sudah mengambilkan jadwal pelajaran untuk Risa kemarin, jadi Risa bisa langsung menuju kelas dan tidak perlu susah payah lagi.


Dengan bertanya pada mahasiswa yang dia temui, akhirnya Risa menemukan kelas pertamanya. Kelas yang begitu luas itu, baru ada beberapa murid saja atau memang hanya itulah siswa yang satu pelajaran dengan Risa. Dia pun tidak tahu dan akan segera mengetahuinya nanti saat kelas akan di mulai.


"Hei, kamu sepertinya siswi baru. Aku baru pertama kali melihatmu?" tanya Seseorang siswi yang baru saja tiba dan duduk di sebelah Risa.


Risa tersenyum. "Hei aku baru masuk hari ini."


"Oh pantas aku tidak pernah melihatmu. Aku Kanaya." Perempuan itu mengulurkan tangan kanannya pada Risa.


"Aku Risa."


"Risa! Namamu mirip dengan pemain flim indigo Danur... Haahaha tapi aku harap kamu tidak indigo sepertinya, akan sangat menyeramkan jika ada anak indigo." ucap Kanaya panjang lebar.


Risa hanya tersenyum.. "Uhm..."


Namun tiba tiba kepalanya sakit karena sebuah suara yang hampir sama muncul di kepalanya di lengkapi dengan bayangan samar.


"Ada apa? apa kamu sakit?" tanya Kanaya bingung.


Risa menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak, hanya saja kepalaku sedikit pusing." ucap Risa seraya memijat pelipisnya.


"Jika memang sangat pusing kamu bisa pergi keruang kesehatan." ucap Kanaya.


"Tidak perlu." ucap Risa bagaimana dia bisa membolos di hari pertamanya masuk kuliah.


Kanaya menatap Risa tidak yakin, tapi tidak berbuat apa apa karena Dosen pun sudah datang.


Risa memejamkan matanya, mencoba mengenyahkan bayangan yang membuat kepalanya pusing itu. Risa mencoba memikirkan hal lain dan untung saja hal itu berhasil menghilangkan bayangan itu dan mulai fokus pada Dosen yang mulai mengajar di depan sana.

__ADS_1


Kanaya sesekali melihat Risa, dia takut tiba tiba orang yang duduk di sampingnya itu pingsan.


Setelah beberapa jam kemudian, akhirnya pelajaran pun berakhir.


"Huh, akhirnya berakhir juga." ucap Kanaya merenggangkan tangannya.


"Selanjutkan kamu ikut kelas apa?" tanya Kanaya.


Risa memeriksa jadwalnya dan menyebutkan mata pelajaran selanjutnya. Kanaya hanya manggut manggut, "Kita beda kelas." ucapnya.


"Apa kamu haus, bagaimana jika kita ke kantin terlebih dahulu." tawar Kanaya.


"Tapi--,


"Tenang saja, jam pelajaranmu baru akan mulai setengah jam lagi." ucap Kanaya memotong ucapan Risa.


"Baiklah." ucap Risa, ia mengendong tas punggungnya dan mengikuti Kanaya karena dia belum tahu dimana letak kantin di kampus ini.


"Hei jangan berjalan di belakangku, sini di sampingku. Kamu terlihat seperti pelayanku jika berjalan di belakangku." ucap Kanaya lalu tertawa.


Risa hanya tersenyum dan berjalan di samping Kanaya.


"Halo teman teman." Ucap Kanaya setelah sampai kantin.


Risa mengikuti Kanaya yang menuju sekumpulan mahasiswa dan mahasiswi yang sedang berkumpul di satu meja besar.


"Tumben kamu lamban?" tanya salah satu dari mereka tanpa melihat Kanaya.


"Hahaa dapat hidayah dari mana kamu ikut kelas." ucap yang lainnya tertawa tidak percaya, kali ini menatap Kanaya yang sudah duduk.


"Risa ayo duduk sini." ajak Kanaya dan membuat teman teman Kanaya menatap Risa.


"Risa!" Seru mereka serempak.


"Hei kamu beneran Risa! Astaga mimpi apa Aku semalam." ucap Perempuan yang tidak lain adalah Daniella.


Kanaya dan Risa menatap Daniella bingung.


"Kamu kenal Risa?" tanya Kanaya.


"Kamu kenal Aku?" tanya Risa.


Daniella mendengus dengan pertanyaam Risa dan Kanaya yang bersamaan.


"Oke, Aku tahu kamu lupa aku Risa... Aku Daniella, kita satu SMA dulu." ucap Daniella cemberut.


Risa menatap Daniella dan mencoba mengingat perempuan itu, dan ingatan terakhir yang dia ingat tetang perempuan itu adalah saat hari pertama dia pulang kerumah orang tua Satya.


"Maaf Aku melupakanmu." ucap Risa.


"Hei, jadi kalian sudah saling kenal?" tanya Kanaya kesal karena di abaikan.


"Kami teman sekolah dulu, tapi karena Risa kecelakaan saat kelulusan dan mengalami Amnesia dia jadi melupakan kami semua." Jelas Daniel.

__ADS_1


Risa menatap Daniel, dia juga salah satu lelaki yang mengaku sebagai temannya. Risa ingat namanya kalau tidak salah Daniel dan yang duduk di samping Daniel adalah Udin, Rendy, Dwi dan Ramma.


Tatapan Risa berhenti pada Ramma yang hanya diam menatapnya, lalu tersenyum saat Risa menatapnya.


Senyuman lembut yang membuat hati Risa adem.


"Udah tatap tatapannya, Woy ingat Risa sudah menikah!" seru Udin mengingatkan Ramma.


Udin tahu bila sahabatnya itu masih mencintai Risa, namun sayangnya ternyata Risa sudah memiliki suami.


Risa mengalihkan tatapannya kearah lain dan Rama menatap Udin tidak suka, namun Udin tidak peduli, lelaki itu pada meminum jus jeruk miliknya dengan santai.


"Nih untuk kamu."


Kanaya tadi pergi untuk membeli minum dan lupa bertanya pada Risa, jadi ia sekalian membelikan Risa minuman dan cemilan.


"Jadi kalian ini semua sahabat dari SMA?" tanya Kanaya dan mereka semua mengangguk, kecuali Risa, karena dia kan tidak ingat dengan persahabatan mereka.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Rama membuka suara.


"Aku baik." balas Risa.


"Syukurlah."


"Hmm."


"CLBK nih yo." seru Dwi lantang.


"Apa?" tanya Dwi Prilly polos pada teman temannya saat dia mendapatkan tatapan tajam dari mereka.


"Aku tidak salah kan? Risa dan Rama memang punya kisah yang belum selesai kan?" ucap Dwi.


"CLBK Cinta Lama Belum Kelar." Lanjut Dwi.


"Risa jangan dengarkan Dwi, dia memang suka ngawur kalau bicara." ucap Daniella, dia menatap Rama tidak enak.


Semua teman temannya tahu jika Rama mencintai Risa, namun tidak ada keberanian untuk menyatakan cinta hingga mereka semua tahu jika sesungguhnya Risa telah memiliki suami.


Risa yang tidak ingat apa-apa hanya mengangguk dan tersenyum namun senyumnya pudar saat tiba tiba kepalanya terasa sakit. Tanpa sadar dia mencoba mengingat masa lalunya bersama teman temannya itu dan karena itulah kepalanya sakit karena di paksa mengingat sesuatu yang dia lupakan.


"Risa kamu tidak apa-apa?" tanya Rama, dia adalah orang pertama yang menyadari bahwa Risa tidak baik baik saja.


"Aku baik baik saja." ucap Risa.


Namun ucapannya tidak selaras karena tiba tiba saja dia tidak sadarkan diri.


**TBC.


Terima kasih sudah mengikuti cerita ini sampai sini ;)


Jangan lupa like dan favoritkan cerita ini yah ;)


Dan kalau boleh bagi poin kuy 10 pun tak apa lah, biar aku tambah semangat nulis ini**...

__ADS_1


__ADS_2