Istriku Bocah SMA

Istriku Bocah SMA
Episode 35 Risa masuk rumah sakit.


__ADS_3

BAB 35.


*** Istriku Bocah SMA ***


Mama Stella panik saat melihat Risa pingsan dan seluruh tubuhnya di penuhi dengan bentolan merah. Dengan cepat dia pun menyuruh Sopir di rumahnya untuk membantu mengangkat tubuh Risa ke mobil dan membawanya kerumah sakit.


"Pak cepat sedikit." ucap Mama Stella cemas.


"Maaf Nyonya, ini sudah kecepatan tinggi." balas supir itu karena dia sudah membawa mobil dengam kecepatan di atas rata rata dan tidak berani menambah kecepatan lagi.


Mama Stella menatap wajah Risa. "Kamu kenapa bisa begini sayang." ucapnya dengan air mata yang terus mengalir deras.


Setengah jam kemudian, mereka sampai ke rumah sakit dan segera membawa Risa masuk ke dalamrumah sakit untuk minta bantuan dokter.


Mama Stella berdiri mondar mandir di depan puntu ruang UGD, menunggu dokter menangani Risa. Air matanya tidak berhenti mengalir, ia khawatir sesuatu yang buruk terjadi dengan Risa. Karena jika terjadi sesautu yang buruk dengan Risa, itu pasti salahnya.


Sementara sopir tadi sudah kembali ke mobil dan menunggu di parkiran.


Setengah jam kemudian, dokter keluar dari ruang UGD. Mama Stella pun langsung menghampiri dokter tersebut dan berharap Risa baik baik saja.


"Dokter bagaimana kondisi anak Saya, Apa yang sebenarnya terjadi padanya?" tanya Mama Stella.


"Putri Anda sudah baik baik saja Bu, sepertinya dia mempunyai suatu alergi dan tidak sengaja memakan makanan yang membuatnya alergi." Jelas dokter.


"Syukurlag kalau baik baik saja." ucap Mama Stella lega.


"Alergi apa dok?" lanjut Mama Stella.


"Kami sedang memeriksanya Bu."


"Oh, Oke. Terima kasih dok." ucap Mama Stella.


"Iya, sama sama bu... Putri Anda akan segera kami pindahkan ke ruanga rawat, Ibu silahkan mendaftar, Putrinya mau di rawat di ruangan biasa atau vvip." ucap dokter itu.


"Oh astaga, aku sampai lupa." ucap Mama Stella lalu buru buru mendaftarkan Risa untuk di rawat di ruanga Vvip.


Setelah selesai mendaftar, Satya menelfon Mama Stella.


"Halo, ada apa Satya?" tanya Mama Stella.


"Ma, Risa kemana yo. Kok ponselnya dari tadi aku telfon tidak ada respon?" tanya Satya dari sebrang sana khawatir.


"Hmm Risa masuk rumah sakit, tadi--

__ADS_1


"Apa? rumah sakit mana Ma?" tanya Satya kaget dan panik.


"Tenang Satya jangan panik." ucap Mama Stella.


"Risa masuk rumah sakit Ma, bagaimana Satya bisa tenang dan panik." ucap Satya khawatir. Pantas saja dia sejak tadi merasa tidak tenang dan gelisah.


"Sekarang Risa sudah baik baik saja, dia hanya Alergi saja." ucap Mama Stella.


"Alergi?"


"Ya, Maafkan Mama. Mama tidak tahu jika Risa punya Alergi." ucap Mama Stella.


"Sekarang Risa di rawat di rumah sakit mana Ma?" tanya Satya.


"Di rumah sakit Citra Medika." balas Mama Stella.


"Oke, Ma. Satya akan kesana, tapi tidak bisa sekarang karena Satya harus meeting dulu. Tolong jaga Risa ya Ma." ucap Satya.


"Kamu jangan khawatir, Mama akan menjaga Risa seperti Mama menjaga kamu." ucap Mama Stella.


"Ya sudah Satya tutup dulu telfonnya ya Ma, sudah mau meeting." ucap Satya.


"Kamu jangan terlalu di pikirkan, Risa sudah baik baik saja di sini." ucap Mama Stella.


tut tut...


Mama Stella mengembalikkan ponselnya ke dalam tas tentengnya dan bergegas ke ruangan Risa di rawat.


Mama Stella menghela nafasnya dan membuka pintu ruang rawat Risa, mendekati Risa dengan perlahan. Beliau sungguh menyesal karema tidam tahu jika Risa mempunyai sebuah Alergi dan karna menantunya itu tengah lupa ingatan pun jadi tidak ingat jika dirinya mempunyai alergi dengan makanan tertentu.


"Maafkan Mama sayang." lirih Mama Stella, beliau menatap Risa, wajah perempuan itu di penuhi dengan bintik bintik merah.


Mama Stella meletakkan tas miliknya di nakas lalu beliau pun duduk kursi dekat ranjang Risa. Mama Stella pun menggenggam tangan Risa dengan lembut.


Sedih melihat menantunya berbaring lemah tidak berdaya karena dirinya.


Mama Stella terus menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang di alami Risa saat ini hingga tanpa sadar beliau pun tertidur dengan menggenggam erat tangan Risa.


Dan Risa pun mulai sadar dan sedikit bingung saat mendapati dirinya berbaring di ranjang rumah sakit dengan Mama Stella menggenggam erat tangan kanannya dan tangan kirinya pun terpasang infus.


"Apa yang terjadi pada diriku?" tanya Risa pada dirinya sendiri.


Yang Risa ingat, dia tadi sehabis mandi merasakan gatal gatal pada seluruh tubuhnya dan tiba tiba muncul bentol bentol merah. Lalu ia pun berniat mencari Mama Stella namun baru saja membuka pintu dia tidak ingat lagi.

__ADS_1


"Mungkin aku pingsan dan Mama Stella membawaku kerumah sakit." ucapnya pelan.


Seluruh tubuhnya sudah tidak gatal lagi, tapi bentol pada tangannya berubah menjadi bintik merah kecil.


"Sebenarnya apa yang terjadi padaku? kenapa seluruh tubuhku bisa berbintik dam gatal?" tanya batin Risa bingung.


Di tengak kebinguangannya, pintu ruangan terbuka dengan tergesa dari luar dan suara langkah kaki cepat mendekati ranjangnya. Risa pun pura pura kembali memejamkan matanya.


"Risa kamu baik baik baik saja?"


Itu suara Satya, batin Risa.


"Bodoh! Sudah tahu kamu sakit seperti ini dan Aku masih bertanya apakah kamu baik baik saja, tentu saja kamu sedang tidak baik baik saja." ucap Satya.


"Maafkan aku Risa." ucap Satya, ia mencium kening Risa.


"Satya kamu sudah datang?" tanya Mama Stella, beliau sudah bangun dari tidurnya.


"Maaf menganggu tidur Mama." ucap Satya.


"Kamu tidak menganggu Mama, Satya maafkan Mama. Karena Mama tidak tahu jika Risa punya Alergi." ucap Mama Stella.


Satya menggelengkan kepalanya pelan. "Ini bukan salah Mama."


Satya bisa melihat jika Ibunya baru saja menangis karena masih ada jejak air mata di sudut matanya dan pipinya yang mengering.


"Sebaiknya Mama pulang dulu, Mama butuh istirahat." ucap Satya.


"Tapi--,"


"Biarkan Aku yang menjaga Risa, Ma." ucao Satya memotong ucapan Mama Stella.


Mama Stella pun mengangguk. "Baiklah, Mama pulang dulu."


"Hati hari di jalan Ma." ucap Satya.


Mama Stella pun keluar dari ruangan Risa dan pulang, membiarkan Satya menjaga Risa.


**TERIMA KASIH SUDAH ***MEMBACA CERITA INI SAMPAI PART INI...


JANGAN LUPA BAIK LIKE, POIN DAN VAFORITKAN CERITA INI YES ;)


MAAF KALAU SEKARANG NGGAK BISA UP TIAP HARI, KARENA PAS LAGI NULIS HP SUKA DI MINTA SAMA ANAK BUAT NONTON TAYO :V JADI HARUS NUNGGU DIA TIDUR BARU NULIS (MAAF CURHAT*****)

__ADS_1


__ADS_2