Izinkan Aku Bahagia Sekali Saja

Izinkan Aku Bahagia Sekali Saja
BAB 10


__ADS_3

Flo berjalan santai mengelilingi kampus yang tampak asri meskipun dengan model bangunan mewah tapi masih menjaga kelesatarian sekitar, pohon, bunga, bahkan rumput dirawat dengan sangat baik. Flo sedikit kagum karena dia masih dapat melihat banyak kupu-kupu di daerah tengah kota seperti ini. Tapi dia berhenti melihat sesuatu.


"Pak, bunga ini kenapa disini?" Tanya Flo pada bapak tua sepertinya petugas yang merawat taman.


"Oh ini tadi gak sengaja ke injak sama mahasiwa yang sedang main trus karna patah gini saya berencana buang." Jelas bapak itu dan Flo merasa sedih karena bunga itu terlihat kasihan.


"Ini masih bisa di tanam lagi pak, boleh buat saya?" Tanya Flo lagi dan bapak itu mengambilnya dan menaruh kembali ke dalam pot beserta sedikit tanah.


"Ini non.. kalau ada yang merawat bunga ini bagus lah.." Ujar bapak tua dan Flo mengambil bunga ungu itu.


"Ini bunga pansy pak, apakah banyak bunga ini di sekitar sini?" Flo menoleh ke sekeliling tapi tidak melihat ada bunga disana.


"Ada non, di bagian sana, dekat pos security dan gedung perpustakaan." jawab Bapak tua sambil menunjuk jauh ke gedung berwarna abu-abu.


"Terima kasih pak, saya ke sana ya.." Pamit Flo kemudian jalan santai menuju gedung itu, dan benar disana banyak jenis bunga yang ditanam di dalam pot dan bergelantungan dengan indah. Ada juga yang di tanah, dengan sekat batu tumbuh dengan subur. Flo melihat sekitar karena tidak ada orang dia menumbuhkan kembali bunga pansy yang ada di tangannya dengan ajaib bunga itu kembali segar.


Flo berjalan mengelilingi luar gedung dan di belakang banyak bunga pansy dengan berbagai warna membuat Flo bahagia melihatnya.


Tak terasa sudah 1 jam Flo berkeliling dan dia sampai juga ke kantin dan memesan minuman dingin, jus kedondong yang asem manis segar.


Banyak mahasiswa yang melirik padanya karena kecantikan Flo berbeda dari wanita kebanyakan. Dengan rambut pendek ikal diatas bahu, dress selutut merah dengan aksen renda di sekelilig bagian leher, slingbag warna hitam dan sepatu flat putih membuatnya cantik sekaligus imut dengan wajahnya yang blasteran unik, bukan bule, asia atau lokal, mereka tidak bisa menjabarkan wajah Flora karena dia memang bukan manusia.


Namun tak ada yang berani menyapanya karena tidak pernah melihatnya, saat Flo sudah menghabiskan jusnya barulah Imel datang menghampiri membuat semua cowo berdecak kagum melihat duo bidadari. Imel membuka maskernya dan memesan makanan untuknya dan Flo.


"Kamu makan apa Flo?" Tanya Imel dan Flo memilih "bubur ayam 1 dan air mineral 1." Ucapnya pada Imel.


"Ok, tunggu ya.." Imel pergi memesan dan Flo memperhatikan kalau semua mata cowo disana selalu megikuti Imel kemanapun dia bergerak dan mata cewe jangan ditanya... sinis!


Imel kembali ke mejanya membawa pesanan Flo dan menu makanannya adalah soto ayam dengan esteh. Mereka makan sambil ngobrol dan Flo bertanya apa yang terjadi selama 1 tahun ini. Imel menceritakan semuanya tanpa ada yang tertinggal sedikitpun membuat Flo berang dan ingin membalas mereka tapi Imel melarang.


"Jangan Flo, ingat kau baru kembali." Imel mengingatkan dan Flo terkekeh pelan.


"Iya, aku bosan sekali disana.. kau tau aku selama 2 bulan pertama harus menyalin 100 buku obat, terus 6 bulan bertugas di perpustakaan, sisanya aku hanya bantu menumbuhkan tanaman di sekitar lembah yang kekeringan. Sangat membosankan!" Keluh Flo dan Imel malah takjub mendengarnya.


"Wahh kelihatannya seru Flo.. ah seandainya kita bisa bertukar tempat." Imel berandai yang tidak mungkin dan Flo menggeleng melihat ada manusia seperti Imel.


"Nah masalahnya aku belum ceritakan padamu tentang hukumanku, jadi tolong berikan ide terbaikmu sebagai mahasiswi terpintar bagaimana cara untuk memisahkan atau menyatukan pasangan kekasih atau suami istri. Karena itulah hukumanku karena keingintauan atau KEPO berlebihan menyebabkan aku dihukum oleh Ratu Peri Petunia dan waktu 1 tahunku sia-sia kemaren." Jelas Flo dan Imel sedikit paham maksudnya.


"Coba ceritakan dengan jelas dan komplit agar aku bisa paham." Flo menceritakan semuanya dan Imel mengangguk dan mengerti.


"Buka toko bunga saja, kau kan peri bunga dan bisa menumbuhkan bunga apapun." Saran Imel dan Flo terbelalak.


"Kenapa ga kepikirkan dari dulu yah... haduh kau ini emang pinter." Flo bersuara keras membuat sekitarnya melirik ke arah mereka.


"Sepertinya kita harus pindah.." Imel mengajak Flo ketempat rahasianya, yaitu perpustakaan.


"Nah jadi, ini konsepnya dan kau bisa mulai dengan bunga segar dan belajarlah merangkai dan membungkus dengan cantik sebuah buket bunga." Imel memberikan bukunya dan mencatat segala yang harus dilakukan Flo dan mereka akan belajar bersama.


"Nah karena toko bunga juga tidak akan terlalu ramai, buka lagi aja cafe di sebelahnya tapi masih 1 area jadi orang-orang yang ingin pacaran gak perlu repot lagi." Saran Imel lagi membuat Flo berpikir.

__ADS_1


"Benar juga Mel.. aku buat itu aja deh, toko bunga dan cafe. Aku telepon orang dulu untuk buat ini semua." Flo menelepon temannya dan mengatur semua kebutuhannya untuk membuka toko tersebut.


"Kau belum kerja kan?" Imel menggeleng, "Bagus, kerja saja denganku, pegawai pertamaku.. dan nanti kita cari lagi pegawai lainnya."


"Benarkah? Aku mau... susah banget cari kerja di jam kuliahku yang tidak tentu, makanya sampai sekarang cuma nulis aja, tapi lumayanlah." Mereka ngobrol sampai siang dan Imel membawa Flo ke kontrakan kecilnya dan Flo tampak kaget dengan tanaman yang dia titipkan.


"Kenapa cepat sekali tumbuhnya? Kau beri dia apa?" Tanya Flo dan Imel tidak mengerti.


"Cuma siram aja pake air sehari dua kali." Jawabnya.


"Tidak mungkin, ini terlalu cepat 6 bulan Imel.. atau ada yang sentuh dia? Misalnya seseorang yang tulus sayang sama kamu gitu?" Tanya Flo dan Imel makin tak mengerti


"Aku sama sekali ga punya teman dan kau tau sendiri keluargaku kaya apa Flo, tapi.... mungkin Tuan itu, dia pernah menolongku." Jawab Imel mengingat S.A.H. lalu Imel menceritakan tentang Tuan penolongnya itu.


"Aneh, kau gak kenal dia dan dia juga gak kenal kamu Mel.."


"Sudahlah, bukannya bagus kalau cepat tumbuh dan itu untuk apa sih?" tanya Imel karena begitu penasaran dengan tanaman ini.


"Ini tanaman yang akan menutupi kecantikanmu, aku juga menggunakan ini waktu datang ke dunia manusia. Lalu karena aku kembali ke dunia peri efek bunga ini jadi hilang, makanya tadi aku di tatap seperti itu oleh cowo-cowo di kampus. Nah nanti kita pakai bersama ya.. jadi aura kecantikanmu ini bisa tertutupi dan hanya orang tulus menyayangimu yang dapat melihat kecantikan mu itu." Jelas Flo dan Imel sangat senang mendengarnya.


"Benarkah bisa gitu? Aku sudah tidak sabar Flo.. aku gak mau jadi cantik, capek." Keluh Imel membuat Flo tertawa geli melihatnya.


"Orang yah.. maunya jadi cantik tapi kamu aneh.. tapi bener juga sih, kalau kecantikan kita malah mengundang malapetaka yah sebaiknya ditutupi saja." Ucap Flo dan Imel membenarkan.


"Ya udah, aku mau pulang dulu ya.. nanti kalau tokonya sudah jadi aku kabari, dan pikirkan nama untuk toko kita itu. Nanti kirim pesan padaku ya.." Flo pamit pulang dan Imel mengantarnya sampai ke depan kontrakan sambil menunggu taxi yang sudah dia pesan tadi.


"Magic Flower." Ucapnya sambil melihat ke pot tanaman yang selama ini dia jaga lalu Imel mengirim pesan dan memberitahu ke Flo kalau nama tokonya adalah Magic FLower Toko Bunga dan Cafe.


Di tempat lain,


Morgan sedang ingin menggoda Fano dengan mengirimkan foto Imel yang sedang tersenyum, hal yang sangat jarang bahkan tidak pernah mereka lihat.


Photo sent 


[Morgan] "Bang Fanooo~~~ cakep kan bidadari kalau lagi senyum..."


[Fano] "Dengan siapa dia senyum begitu?"


[Morgan] "Gak tau, tadi ada cewe cantik banget yang nolongin dia waktu mau di buli sama anaknya Pak Mateo."


[Fano] "Anak Mateo? Berani sekali dia! Trus?"


[Morgan] "Tadi malah udah dijambak sama dia tapi di tolong Sipa dan cewe cantik tadi, trus sombong lagi bilang aku ganteng tapi bodoh."


[Damian] "hahahahah ganteng tapi bodoh.. bener tuh gasalah."


[Morgan] "Woy bang Dami, Morgan itu ganteng dan pintar, enak aja bilang bodoh."


[Fano] "Kok kamu diam aja dibilang gitu dan kenapa gak bantuin Imelda?"

__ADS_1


[Morgan] "Lah.. si cewe itu yang abis ngomong sombong kalo dia anak direktur terus pergi gitu aja dan Imelda juga hampir balas nampar tapi dia di halangi temennya dari si anak Mateo itu."


[Tatiana] "Ngomong apa si Morgan? ribet gitu penjelasannya."


[Morgan] "Ah yang penting bang Fano ngerti deh kak."


[Damian] "Sombong banget tu cewe, baru anak direktur aja, kamu bilang dong... kamu anak yang punya."


[Morgan] "Ga sempet abang Damiiiii.... tu cewe uda pergi aja."


[Morgan] "Pecat bole gak bang?"


[Fano] "Ya udah kalo mau pecat tapi gantinya kamu ya?"


[Morgan] "Ogah, tadi aja cuma ambil data mahasiswa buat yayasan ternyata ribet, akhirnya Sipa yang kerjain.


[Fano] "Nah loh.. kalo di pecat siapa gantinya?"


[Morgan] "Cari aja siapa gitu bang, jangan Morgan ah.. itu kan jabatan bapak-bapak, ga keren."


[Tatiana] "Ada gitu jabatan untuk anak muda?"


[Morgan] "Ada dong.. jabatan jadi CEO muda pemilik Bar, karaoke, atau agency model gitu biar dikelilingi cewe cantik."


[Lusia] "Morgaaaannnn...."


[Morgan] "Iya mami ku yang cantik..."


[Lusia] "Jangan gitu loh, kerja itu yang bener jangan cuma mikirin cewe aja, mirip papi kamu deh."


[Tatiana] "Hahahah kan anaknya mi.. pasti mirip."


[Ken] "Nah loh, papi diem2 aja diomongin, kan udah tobat setelah ketemu peri kecilku."


[Morgan] "Udah cepetan si anaknya Mateo mau diapain ituh? Calon mantu mami noh di buli ama dia."


[Lusia] "Fano dong.. kan calonnya, gimana si.."


[Morgan] "Iya nih bang, pecat aja deh.. Morgan pengen liat muka tu cewe songong setelah bukan jadi anak direktur lagi.


[Fano] "Abang juga mau pecat dia sejak kejadian Erlangga waktu itu tapi masih cari gantinya, sabar 2 bulan lagi."


[Morgan] "Ok deh bang, kami mau lanjut makan malam dulu ya. Mami uda laper nih."


[Fano] "Dasar, kenapa gak chat abang aja kalo emang kalian lagi bareng."


[Morgan] "Biar rame bang."


 TBC~

__ADS_1


__ADS_2