Izinkan Aku Bahagia Sekali Saja

Izinkan Aku Bahagia Sekali Saja
BAB 35 - Extra


__ADS_3

"Sayang.. jangan bawa banyak baju, nanti kita beli saja disana." Ujar Fano sambil mengecup kepala Imel yang sedang duduk di lantai mempersiapkan keperluan mereka di koper.


"Jangan beli-beli terus, pemborosan." ujar Imel yang masih asik dengan pekerjaannya.


"Gak apa-apa, untuk apa aku kerja kalau istriku gak ngabisin uang? nanti tambah banyak loh.. atau nanti beli aja oleh-oleh yang banyak buat temen-temen kita." Balas Fano yang kini membantu Imel. Sedangkan 1 pelayan juga sedang membantunya untuk menyusun keperluan baby J.


"Iya.. nanti aku akan habiskan uang kamu yah." Ujar Imel akhirnya dan Fano yang gemas mencubit pipinya yang memang sudah putih kemerahan seperti bayi.


"Cantik sekali sih istriku.." Fano menciumnya lagi dan Imel yang sudah biasa di perlakukan begitu hanya diam kadang tersenyum menikmati. Fano yang semakin hari semakin manja membuat Imel senang, meskipun di luar suaminya sosok dingin dan pendiam tapi kalau bersamanya dia akan berubah menjadi anak kucing yang manja dan kadang jahil.


.


.


Perjalanan 1 setengah jam terasa sangat singkat karena Fano menggunakan pesawat milih H&S Group agar Imel dan keluarganya nyaman. Lusia dan Kenny juga ikut dalam liburan kali ini dan 3 hari kedepan mereka akan jalan-jalan tanpa Fano.


Setelah berada di kamar Fano langsung mengganti pakaiannya dengan setelan resmi karena dia akan meeting dengan rekan bisnisnya di temani oleh Bian yang juga ikut.


"Kak Bian.. tolong jagain Fano ya.." Pinta Imel pada Bian sebelum mereka pergi.


"Istriku sayang... gak percaya sama aku?" tanya Fano lalu memeluk Imel.


"Bukan itu.. aku percaya kamu sayang, tapi kata mami mantan kamu itu yang harus di jauhkan." Jawab Imel lalu Fano dengan gemas mencium bibir Imel.


"Iyah aku akan jaga diri, tenang ya.. suamimu ini sudah bucin parah denganmu sayang." Fano tertawa kecil lalu melepaskan Imel dan pergi dengan Bian yang dengan siap sedia menjaga Fano dari wanita manapun.


Hanya 15 menit Fano dan Bian tiba di kantor lokasi proyek pembangunan mall besar di kota itu dan benar saja, disana sudah ada Talita yang menunggunya dengan senyum mengembang. Cantik dan anggun seperti Talita biasanya yang Fano dan Bian kenal.


"Hai Fano apa kabar?" Sapa Talita dan ingin mencium Fano tapi langsung di cegah oleh Bian yang sigap dan menghadang Talita.


"Baik." Jawab Fano singkat dan terkesan dingin. Talita tau bahwa Fano bukanlah sosok dingin tapi dia selalu bersikap begitu pada orang lain atau sedang bekerja.


"Jangan bersikap begitu Fano.. jadilah Fano yang biasa saja, aku bukan orang lain." Ujar Talita yang sedikit menggodanya. Ya, Talita saat ini jadi semakin cantik dan dewasa, berbeda dengan dia yang dulu terlihat imut tapi kali ini penampilannya sangat sexy dan menggoda.


Tapi bagi Fano semua itu hanya masalalu, dihatinya sudah bertahta nama Imelda dan tidak ada celah untuk orang lain, mau itu Talita sekalipun yang pernah singgah di hatinya.


"Tolong jaga sopan santun anda nona, kita disini untuk bekerja dan sebentar lagi pembangunan akan dimulai jadi bersikap lah secara profesional!" Tegur Bian saat Talita mendekat dan tiba-tiba merangkul tangan Fano yang langsung dihempaskan olehnya.


Baiklah, aku akan profesional dan setelah pekerjaan ini selesai aku akan menggodamu agar kembali padaku, kita lihat Fano.. aku tau kau masih sangat mencintaiku. Ucap Talita dalam hati dan senyum mengembang di bibir indahnya.


Tak terasa 3 hari dilalui Fano dengan bekerja dan Talita juga profesional, dia sama sekali tidak menggoda Fano dan malah sangat fokus dalam pekerjaannya. Talita juga seorang yang pintar, makanya dulu Fano bisa jatuh cinta padanya.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita merayakan kesuksesan kerjasama kita?" Tanya salah satu rekan bisnis mereka disana.


"Boleh, tapi mohon jangan terlalu sore karena istri dan anak saya menunggu." Ucap Fano dan dibalas tawa oleh rekannya, tapi tidak dengan Talita yang kesal karena Fano membawa keluarganya.


Setelah minum segelas wine dan berbincang sejenak Fano undur diri tapi Talita menghadangnya di pintu keluar dan bersikeras untuk mengikuti Fano.


"Jangan mengganggu Talita!" Hardik Fano saat Talita menarik tangannya dan sengaja memeluk Fano.


"kenapa kamu jadi begini? Kau gak mencintaiku lagi?" Tanya Talita yang wajahnya terlihat sendu.


"Jaga sikapmu, aku sudah menikah dan kau juga!" Bentak Fano akhirnya mendorong kasar Talita yang tidak mau melepaskannya.


"Aku sudah bercerai karena ingin bersamamu Fano!" teriaknya dan Fano yang sudah berjalan menjauh langsung berbalik.


"Itu urusanmu dan jangan ganggu aku." Tegas Fano lalu berlari cepat karena dia tau Bian sudah ada di parkiran bersama Imel dan orangtuanya.


"Haduh.. wanita itu, kau harus tegas padanya Fano." Ucap Lusia yang melihat kejadiannya dari tadi begitu juga dengan Imel.


"Iya mami, Fano gak akan membiarkannya merusak rumah tangga kami." Jawab Fano yang langsung mengecup kening Imel, istrinya tidak berkomentar apapun melihat kejadian tadi.


Mereka akhirnya pergi makan malam di sebuah restoran seafood karena Imel sangat ingin makan aneka makanan laut itu.


"Iya sedikit.. aku gak suka parfum wanita tadi." Jawab Imel pelan dan Fano baru sadar akan aroma Talita yang melekat padanya. Fano mengendus bajunya dan memang ada sedikit aroma parfum yang sangat tidak disukai Imel yaitu aroma vanila. Fano langsung membuka kemejanya dan membuangnya di tempat sampah.


"Bagaimana sekarang?" Tanya Fano yang kembali dengan hanya memakai kaos dalamnya.


"Lebih baik, tapi kamu jadi memperlihatkan keseksianmu Fano." Ucap Imel karena kaos dalam Fano mencetak tubh kekarnya.


"Hahahah gemes banget sih istriku, pengen aku makan." Bisik Fano lalu mengeratkan pelukannya.


"Ayo makan dulu, mesra-mesraanya nanti aja." Tegur Lusia dan Fano menghentikan tingkahnya.


~


~


Sementara di kamar hotel tempat Talita menginap, dia sednag uring-uringan karena tidak menemukan hal apapun tentang istri dari Fano.


"Siapa sih wanita beruntung itu? Aku harus tau wanita seperti apa yang menikah dengan Fano, apa dia lebih cantik dariku?"


Talita masih mencari tapi nihil! Karena Fano memang sengaja tidak membiarkan 1 informasi atau foto apapun tentang Imel karena istrinya terlalu cantik untuk diperlihatkan. Bahkan jika bisa dia hanya ingin mnyimpan Imel untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


"Papa.. bantuin Lita dong cari tau seperti apa istrinya Fano, biar Lita tau apa yang harus dilakukan." Rengek Talita pada Bisma di telepon dan tentu Bisma akan melakukan apa saja untuk putrinya.


Disisi lain,


[Morgan] Bang Fano!


[Fano] Apa Morgan?


[Morgan] nih udah dapat info si litatulalit itu..


[Morgan] kalian semua... Morgan infoin disini aja deh biar gak 2 kali jelasinnya.


[Lusia] Iya Morgan cakep.


[Morgan] Talita sudah cerai sama suaminya dan dia juga baru keluar dari pusat rehabilitasi di Amerika, karena kecanduan narkoba, 1 tahun dia disana dan setelah menikah dia hanya hidup foya-foya sampai suaminya bangkrut lalu dia tinggalin gitu aja, trus dia nikah lagi sama orang sana yang ternyata hanya terobsesi dengannya hingga gak dikasih akses ke dunia luar. nah setelah cerai lagi karna dibantu Bisma, dia mulai deh tuh pake narkoba sampai beberapa kali masuk penjara dan rehab sana sini dan akhirnya dia kembali.


[Ken] Wah kasihan juga ya..


[Lusia] Gak ada kasihan-kasihan, dia udah nyakitin Fano!


[Ken] Iya sayangku peri kecilku...


[Fano] Lanjut...


[Morgan] nah sekarang nih.. kan kakak iparku yang paling cantik seperti bidadari itu sangat misterius yah, ini Morgan baru nemu kalau Bisma lagi cari informasi tentang kakak iparku yang cantik ini, jadi gimana bang?


[Fano] Biar aja, aku mau liat dia mau ngapain dan nanti aku tambah pengawalan untuk istriku, boleh ya sayang....


[Imel] Iya.. aku ikut saja


.


.


"Fano.. kamu harus jagain Imel, mami takut si Talita itu akan macam-macam." Pesan Lusia saat mereka menghentikan pembicaraan chat keluarga tersebut.


"Iya mami, Fano tau.." Jawab Fano dan langsung menatap Bian yang sudah mengerti apa maksud dari tatapan itu.


"Ayo kita balik, besok pagi kita mau nyebrang." Ajak Ken lalu mereka kembali ke hotel dengan tangan Fano menggandeng Imel dengan erat dan tangan satunya menggendong J.


TBC~

__ADS_1


__ADS_2