Izinkan Aku Bahagia Sekali Saja

Izinkan Aku Bahagia Sekali Saja
BAB 43 - EXTRA PART BIAN (End)


__ADS_3

Setelah menelepon, Bian kembali lagi dan melihat baby boy nya sedang tidur dengan nyenyak dan Luna juga tertidur karena lelah. Bian tersneyum dan mencium pipi baby boy lalu berganti dengan Luna, dia terus berada disisi mereka tanpa sedikitpun beranjak dari sana.


Fano akan mengirimkan jet pribadinya 2 minggu lagi untuk menjemput sahabat merangkap asistennya, Fano begitu terkejut saat Bian bilang dia telah menemukan Luna dan ternyata mereka sudah punya anak.


"Kau sudah gila Fabian! Baru libur seminggu pulang bawa anak." Begitulah komentar Fano saat Bian menceritakan tentang pertemuannya dengan Luna dan Fano pun mengerti dan akan menunggunya 2 minggu lagi.


"Tolong siapkan juga yang aku katakan tadi ya, aku mengharapkanmu karena aku kan gak punya keluarga lagi." Ucap Bian.


"Tenang bro akan aku urus disini, kau jaga lah anakmu disana."


"Thanks bro."


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Hari ini baby boy yang diberi nama Eros Faruna telah berumur 2 minggu dan mereka tengah bersiap untuk kembali ke kota dan menuju bandara diantar oleh Oscar.


"Hahahaha aku masih tak sangka kau bisa menemukan Bulan mu disini. Selamat brother, jadilah ayah yang baik dan bertanggungjawab." Oscar menepuk pundak Bian dan akhirnya mereka berpelukan.


"Terima kasih, aku akan kembali nanti." Ujar Bian lalu mereka berpisah, jet pribadi milik H&S Group akan membawa mereka pulang.


"Istirahatlah.. perjalanan kita 3 jam, sini Eros aku yang jaga." Bian mengambil baby Eros dan membiarkan Luna istirahat karena tadi malam dia kurang tidur karena Eros sedikit rewel.


"Nak.. kamu tuh sengaja gangguin mama yah tadi malam, sekarang anteng banget tidurnya.." Ucap Bian yang sedang menggendong Eros yang sedang pulas tertidur, sesekali dia mengecup kepala anaknya degan gemas.


Tidak terasa bagi mereka kalau 3 jam itu sudah berlalu dan saat ini sedang menunggu jemputan yang akan membawa mereka ke rumah Bian, semua telah di siapkan Fano untuk menyambut kembalinya sang asisten.


"Hai Luna.." Sapa Imel ramah ketika mereka sampai di sebuah rumah yang tidak di kenal Luna dan dia menatap canggung pada Imel yang menyambutnya.


"Halo Imel, sudah lama gak ketemu." Balas Luna karena memang dulu dia sempat beberapa kali bersama Stev konseling dengan Imel.


"Ayo sini, kamu ke kamar dulu aku akan jagain baby Eros yang lucu ini." Imel mengambil Eros dari Luna dan disana sudah ada beberapa pelayan yang sigap membawa Luna ke sebuah kamar di lantai 1 dan Bian entah apa yang dia lakukan di belakang rumah bersama Fano.

__ADS_1


Setelah Luna mandi dan istirahat sebentar dia di tuntun untuk duduk di meja rias kamar tersebut dan dengan cekatan seorang pria gemulai mendandaninya dengan sangat cantik, lalu memakaikan sebuah gaun putih panjang terlihat sederhana tapi sangat anggun. Luna sudah mengetahui apa yang akan terjadi padanya dan dia terus saja tersenyum.


Luna dibawa ke taman belakang rumah itu, tidak terlalu besar tapi cukup untuk keluarga kecil mereka, Luna tidak sadar telah meneteskan air matanya saat Bian ada di depannya sedang menunggunya.


Ya, Fabian akan menikahi Luna sekarang juga, detik ini juga di hadapan beberapa temannya termasuk Fano dan Imel yang membantunya melaksanakan pernikahan sederhana ini.


Setelah saling mengucapkan janji suci dan bertukar cincin, Bian mencium Luna sebagai istrinya untuk pertama kali dan kini mereka telah menjadi suami istri.


"Selamat Bian!" teriak Fano dari jarak 4 meter dari mereka dan disambut oleh tepuk tangan beberapa orang yang hadir, bibir Luna mengembang sempurna tampak senyum merekah dan wajah bahagianya tidak bisa dia tutupi begitu juga dengan Bian yang telah berhasil mendapatkan cintanya.


Cinta selama 12 tahun lamanya dia dapatkan karena kesalahan 1 malam yang pasti akan di ulangi oleh Bian jika dia tau hasilnya akan seindah ini.


"Dah.. besok kerja lagi, jangan telat." Ucap Fano begitu Bian menghampirinya.


"Yah kok krja sih, kan baru nikah hari ini." Protes Bian dan Fano tetap kekeh Bian harus kerja.


"Percuma pengantin baru masih belum bisa diapa-apain tuh istrimu. Tunggu sebulan lagi lah."


"Loh gak tau? tanya sendiri sama istrimu, dia kan dokter. hahahaha"


"Ck..."


Bian merasa kesal karena akhirnya dia mendapatkan jawaban atas perkataan Fano karena dia benar-benar harus sabar selama 1 bulan lagi untuk bisa mendaki bersama istrinya.


"Aku gak tau kalau harus tunggu selama itu Lun." Ucap Bian dan Luna hanya menggeleng tapi juga kasihan dengan suaminya.


"Sabar ya.. Eros juga belum bisa di tinggal, nanti kalau sudah puas-puasin deh hehehe." Luna terkekeh karena wajah Bian yang terus cemberut.


"Kita jangan nunda anak lagi yah, ingat umur kita." Lanjut Bian dan Luna setuju, mereka sama-sama telah 30 tahun dan berencana akan nambah anak lagi dengan segera.


"Kau suka rumah ini? Ini rumah hasil kerja kerasku dan isinya hadiah dari Fano."

__ADS_1


"Suka, karena gak teralu besar jadi kumpul keluarga juga enak semakin dekat."


"Terima kasih Luna sayang, kau mau menjadi istriku dan kalau mau kerja juga boleh.. bisa jadi dokter pembimbing di yayasan HS, tadi Fano sudah kasih izin."


Luna tertegun, karena seharusnya kesalahan fatalnya tidak dapat di toleransi tapi Fano masih mengzinkan dia bekerja di yayasan dan tentu dia sangat senang.


"Iya tapi nanti setelah Eros sudah agak besar ya, aku mau fokus padanya dulu."


"Iya, i love you." Bian menicium bibir manis Luna dan mereka saling berpagutan mesra, lalu saling memeluk.


"Mau teu tentang papamu dan Lalita ga?" Tanya Bian saat mereka saling memeluk untuk mencoba untuk tidur.


"Mau sih tapi..  bagaimana mereka sekarang?" Tanya Luna akhirnya.


"Papamu masih sibuk cari dana investasi, Lalita dipindahkan ke rumah sakit jiwa karena berusaha melukai teman satu selnya yang dia kira itu Imel dan Fano tidak akan melepaskannya sampai kapanpun." Jelas Bian dan Luna hanya mendengarkan tanpa berkomentar apapun.


"Jangan pikirkan mereka dan fokus pada dirimu sendiri ya. Sekarang tidurlah."


Luna mengeratkan pelukannya pada Bian mencari kehangatan yang selama ini tidak dia dapatkan dari keluarganya. Kini dia bisa mendapatkan keluarga yang sempurna dan cinta dari Bian begitu besar padanya.


"Aku mencintaimu Bian.." Ucap Luna pelan saat dia sudah tertidur.


"Istriku.. lagi tidur saja mikirin aku, duh sayangnya..." balas Bian dan mengecup kepala Luna.


END~


Terimakasih sudah membaca dan menemani kehaluanku.


Untuk kisah Morgan Aelisius Hastanta bisa dibaca pada novel yang berjudul : The Girl's Mom and Berondong akan segera di up


Bye~

__ADS_1


__ADS_2