Izinkan Aku Bahagia Sekali Saja

Izinkan Aku Bahagia Sekali Saja
BAB 20


__ADS_3

"Bang Dami serius nih mau buat lomba bikin naskah cerita untuk seluruh karyawan pada acara ulang tahun perusahaan? Trus nanti naskahnya jadiin film sama papi?" Tanya Morgan dan Damian mengangguk sambil memakan sarapannya. Tapi kenapa mesti gitu?"


"Tanya Fano tuh.." Jawab Damian, Fano juga masih santai menyantap sarapannya dan sedang memikirkan gadis cantik sang pujaan hati.


"Aku hanya mau membalaskan penderitaan gadisku, semua karena perlombaan yang diadakan papi 5 tahun lalu membuat Imel mengubur cita-citanya dan benci pada orang kaya." Jelas Fano dan Ken langsung tersedak karena dia tidak tau apa-apa malah namanya dikaitkan.


"Jadi nanti papi harus bantu Fano jalankan misi kita agar lomba itu berjalan sesuai rencana." Sambung Damian.


"Loh kok papi sih, kan yang berhubungan dengan perusahaan papi ga ikut campur." Tolak Ken dan Fano langsung menatapnya.


"Tak ada bantahan papi, semua gara-gara tim yang papi bentuk tidak becus dalam bekerja hingga gadisku jadi trauma sama yang namanya bersahabat dan orang kaya." Ujar Fano dan Ken malah takut mendengar perkataan Fano yang begitu tajam.


"Peri kecil.. kenapa anak itu sangat menakutkan, kan aku papinya kok aku berasa jadi anaknya?" Ken mengadu pada Lusia sambil berbisik.


"Memang salah kamu, kenapa ga bisa milih tim panitia yang bisa dipercaya, mau aja di suap dan malah menyalahkan menantuku." Lusia bukan membantunya malah semakin memojokkan Ken dan dia akhirnya beralih ke Damian yang duduk disisi satunya lagi.


"Dami, bantuin papi kenapa sih.." Ujar Ken.


"Nanti Dami jelasin papi ikutin aja rencana kita." Ujar Damian dan Ken hanya mendengus kesal melihat 2 anak lelakinya ini tidak ada yang mendukungnya.


Hanya Morgan yang mirip dengannya itupun sifat playboynya dulu. Tapi Morgan tidak sembarangan celap celup, dia hanya senang di kelilingi banyak lawan jenis.


[Fano] "Sayang... kita ke Magic Flower yuk.."


[Imel] "Kapan?"


[Fano]"Sekarang.."


[Imel]"Kan lagi kerja."


[Fano]"Sebentar lagi Bian pasti ke sana jemput kamu."


[Imel]"Untuk apa ke toko?"


[Fano]"Aku si suruh cari orang untuk hias aula pesta, jadi sekalian aja cari Flo mungkin dia bisa bantu."


[Imel]"Ohh baiklah.."


"Imelda.." Panggil Victor dan Imel segera berlari kecil menghampiri meja Victor,


"Iya Pak ada apa?" Tanya Imel dan Victor tampak tersenyum mesum melihat Imel yang cantik dengan balutan kemeja lengan pendek dan celana panjangnya, rambutnya diikat ekor kuda dan tampak fresh. Imel malah risih di tatap begitu olehnya.


"Kamu dipanggil Pak Fabian ke ruangannya dan sekalian bawa barang kamu karena mau pergi ke toko bunga tempat kerjamu dulu katanya." Ujar Victor dan Imel mengerti lalu membereskan barangnya.


"Kak Bian.." Panggil Imel begitu masuk keruangan Bian yang sedang berantakan itu.


"Oh Mel, kamu tunggu dulu ya. Aku ada meeting mendadak. Jangan kemana-mana dan Fano juga akan bersamaku, sekitar 1jam lah." Bian langsung dengan cepat menyambar tumpukan map dan laptopnya lalu keluar dengan tergesa-gesa.


Diruang meeting yang hanya ada Damian, Fano, Morgan, Bian, Aries dan Archer serta Jim dan Cakra asisten Archer. Mereka membicarakan tentang pemecatan secara besar-besaran pada divisi keuangan.


Total staff beserta SPV, kepala divisi dan manajer ada 34 orang tidak termasuk karyawan magang 2 orang. total yang akan di pecat ada 21 orang didalamnya ada 3 Spv dan 2 manajer, 8 orang senior yang telah bekerja lebih dari 10 tahun.


Fano sudah memperkirakan dan memilih kandidat untuk menaikan jabatan beberapa staff yang bekerja baik dan jujur. Aries yang selama ini bertugas sebagai pengganti Daniel selalu memberi saran pada Damian dan Fano perihal masalah binis, Jem selalu memantau H&S karena dia mantan Direktur pelaksana sebelum Damian juga sering memberi masukan pada mereka.


"Kita akan merekrut besar-besaran dan kali ini akan membuat peraturan baru agar tidak semua karyawan bisa dengan mudah mengakses dana dan rekening perusahaan. Apalagi jabatan SPV keatas mempunyai semua akses, kedepannya tolong ubah semuanya jangan sampai kecolongan lagi. Setiap dana keluar lebih dari 5 juta harus di approve minimal 2 orang staff dan senior, dan berlaku kelipatan, 5 juta memang terlihat sedikit tetapi jika sering dan berulang makan akan membuat manusia menjadi lebih serakah dan ingin lebih." Saran Fano dan Bian mencatatnya.


"Sebelum acara bulan depan, semua harus selesai Bian, jangan biarkan mereka terus menggerogoti kita." Titah Damian dan Bian menunduk dan mengangguk. "Siap Tuan."


Hebat juga gadismu itu dalam seminggu bisa ngedata semuanya.. ga bosen dia liatin begitu banyak angka dan nama." Komentar Damian dan Fano tersenyum bangga.


"Kalau begitu pinjam dia ditempatku sebulan, biar cek data keuangan tahun kemaren, ada rugi 7 milyar di salah satu perusahaan yang baru 2 tahun ini di akuisisi oleh Arche." Pinta Archer dan langsung ditolak oleh Fano.


"Gak bisa... dia tetap harus disini bersamaku."

__ADS_1


"Kalo gitu dia cocoknya di tim audit gak sih?" Tanya Morgan dan Aries setuju, tapi tidak dengan Fano.


"Gak bisa, dia sebenarnya punya cita-cita lain dan aku akan wujudkan itu."


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Meeting selesai dan Fano sudah membawa Imel ke Magic Flower untuk menemui Flo dan memintanya untuk mendekor hiasan bunga disana. Dan rupanya Flo juga sudah mendapat banyak pesanan bunga ucapan selamat ke perusahaan H&S dari seminggu lalu, padahal acaranya masih 3 minggu lagi.


"hah.. kalian datang bersama? Waaahh ada pasangan baru nih.. akhirnya Fano mendapatkan hati Imel  yang sedingin es." Teriak Mala begitu melihat Fano dan Imel datang berdua dan bergandengan tangan.


"Cieee  yang lagi kasmaran." Goda Flo dan Imel langsung melepaskan tangan Fano yang sejak tadi dia pegang.


"Flo kami mau minta hias acara ulang tahun perusahaan 3 minggu lagi." Ujar Fano, Flo sudah memperlihatkan catatan pesanan bunganya.


"Nih lihat semua untuk H&S dan aku masih bingung ngerangkainya..ada 30 nih belum lagi besok-besok ada yang pesan. Kalian undang berapa banyak orang?" Flo menggaruk kepalanya dan membuat Imel berdecak.


"Ck! kan bisa pakai itu kalau hias.. biar aja kaya biasa." Ujar Imel pelan agar tidak didengar yang lain.


"Ah iya.. lupa Mel hehehe.."


"Huh dasar Flo.. selalu lupa."


"Jadi kapan aku akan menghiasi bungaku disana?" tanya Flo dan Fano memberikan akses card pada Flo.


"Kau bisa datang dulu 3 hari sebelum acara untuk melihat dekornya dan tinggal menghias bunganya, untuk luas tempat bisa datang kapanpun, itu akses masuk lift dan ruangan aula itu.


"oh ok, bisa diatur, jadi kalian habis ini mau ngapain?" Tanya Flo lagi dan Fano tampak bingung dan akhirnya Flo buka suara.


"Ikut aku sebentar Fano.." Ajak Flo dan Fano yang bingung bertanya pada Imel dan Imel juga tidak tau.


"Sudah ikut saja sana.. aku mau ngobrol sama Thika dulu."


Fano mengangguk dan ikut Flo masuk ke pintu menuju lantai 2 yang tak pernah mereka masuki selain Imel.


"Fano, apakah kamu benar serius dengan Imel?" Tanya Flo dengan tatapan serius pada Fano, dia yang mendengar pertanyaan itu pun tersenyum dan mengangguk.


"Serius Flo, jangan meragukanku." Kata Fano tapi Flo tetap akan bertanya padanya.


"Kau tau masa lalunya?"


"Iya, dia sudah ceritakan semua dan aku menerimanya dengan segenap hati dan jiwaku."


"Tapi, lelaki mudah berubah, aku tau itu.."


"kalau aku katakan aku sudah memantaunya sejak 2 setengah tahun lalu kamu percaya? dan aku sudah tau semua hal tentang Imel sejak lama, jauh sebelum dia mengenalku."


Flo terkejut mendengarnya, berarti Fano selama ini sengaja mendekati mereka untuk berada disisi Imel?


"Tidak perlu cemas, aku bukan orang jahat, hanya saja aku paham kalau Imel tidak bisa dekat dengan siapapun sejak kejadian saat dia berumur 13 tahun lalu di rumah pamannya dan pengkhianatan sahabatnya yang baru aku tau kemarin. Sebab itu aku melakukan pendekatan dengan bekerja denganmu." Jelas Fano dan Flo menatap curiga pada Fano.


"Siapa dirimu sebenarnya Fano?" Tanya Flo.


"Aku bukan orang jahat, hanya saja sedikit berbohong untuk mendekati gadis yang aku cintai, untuk melindunginya."


"Begini saja, kita bertukar informasi, katakan siapa dirimu dan aku akan beritahu sesuatau hal yang penting tentang Imel."


Fano tampak berpikir tentang tawaran itu, tapi tidak ada rahasia lain lagi dari Imel yang dia tidak tahu, "Seberapa penting?" Tanya Fano.


"Yah masa depan Imel lah.." Jawab Flo enteng memancing rasa penasaran Fano.


"Baiklah.. aku setuju, tapi kau duluan yang berbicara."


"Baiklah aku percaya padamu, kau tau Imel pernah ingin bunuh diri?" Tanya Flo.

__ADS_1


"Iya tau dia sudah cerita."


"Dia bukan ingin bunuh diri tapi sudah melakukannya, saat aku tiba disana dia sudah terjun dari lantai atas gedung apartemen." Ujar Flo membuat Fano berdiri tak percaya, matanya terbelalak dan wajahnya sudah pucat.


"Duduklah, belum selesai." Fano kembali duduk dengan rasa penasaran yang begitu besar.


"Aku selamatkan dia dengan menarik kakinya naik keatas, dan begitulah dia akhirnya hidup." Jelas Flo membuat Fano terkekeh.


"Kau ini, cerita macam apa itu? Gimana caranya bisa menarik kakinya kalau sudah terjun." Ejek Fano yang merasa Flo sedang mengerjainya.


"Bisa, dengan cara ini..." Flo mengibaskan tangannya dan mengarahkan 2 batang bunga krisan diujung meja dan melilit kaki Fano dan menebangkannya di udara.


"Waaahhhh apa ini , lepaskan, Flo lepaskan, apa ini...!" Teriak Fano ketakutan melayang di udara sementara Flo tertawa geli melihat Fano yang ketakutan, wajah tampannya sudah terlihat konyol.


"Flo apa-apan ini, lepaskan Fano!" Bentak Imel yang berlari ke arah Fano, dia masih melayang dan pelan-pelan batang krisan itu menurunkannya. Fano terlihat lemas da tak berdaya.


"Fano... kau tidak apa-apa kan? Flo hanya mengerjaimu." Lirih Imel dan mengelus pelan punggungnya. Imel memapah Fano berdiri dan kembali duduk di kursi depan Flo.


"Siapa kau?" Tanya Fano kesal dan menatap marah ke Flo.


"Aku peri bunga.. " Jawab Flo dan Fano terbengong mendengarnya.


"Peri?"


"Iya.." Imel yang menjawab.


"Kau lihat sendiri dan merasakannya kan? aku juga sama waktu bertemu dengannya." Sambung Imel, Fano bukan tak percaya, tidak, awalnya dia tak percaya tapi dia sudah merasakan dan melihat sendiri bunga krisan itu melilitnya dan menerbangkannya di udara.


"Jadi yang ingin aku beritahukan padamu adalah, kecantikan Imel itu bisa berbahaya untuknya. Mungkin setiap wanita di muka bumi ini sangat ingin menjadi cantik, tapi terkadang kecantikan itu bisa berbahaya. Aku sejak tinggal di sini sudah merasakan kekejaman orang yang iri atau ingin memiliki kecantikan ini. Setahun lalu aku sudah menutupi aura kecantikan Imel dengan bunga ajaib yang selalu dia jaga, tapi efek bunga itu sekarang hilang dan itu gara-gara kau Fano." Jelas Flo dan Fano syok mendengarnya.


"Kok gara-gara aku? memangnya apa yang aku lakukan?" Tanyanya bingung.


"Efek bunga itu akan hilang jika Imel dicium oleh orang yang dia cintai dan mencintainya." Jawab Flo kesal.


"Hehehehe berarti kau memang mencintaiku sayang..." Uja Fano melihat ke arah Imel yang duduk disampingnya.


"Plak.. bukan saatnya merayunya, ini serius. kau harus menjaga Imel dengan ketat dan ekstra hati-hati karena dari efek bunga itu juga aura kecantikan Imel akan semakin besar, tugasmu akan semakin sulit." Hardik Flo dan Fano tersenyum senang, dia tak peduli, yang penting Imel mencintainya dan dia pasti akan menjaganya dengan baik.


"Aku akan menjagamu dengan baik, aku pastikan itu." Tegas Fano membuat Imel terharu.


"Semua ini salahku Imel.." Lirih Flo setelah dia ceritakan semuanya pada Fano.


"Ha, apa yang salah?" Tanya Imel.


"Saat aku dihukum waktu itu, aku membantu peri buku di perpustakaan dan membaca sebuah buku tentang doa peri. Aku pernah berdoa memberikan sebuah keajaiban untuk seorang wanita yang sedang mengandung karena suaminya menolongku waktu itu, aku lihat pria itu sangat baik dan tulus sehingga aku berdoa untuknya dan anak yang ada di kandungan istrinya agar diberikan kecantikan seperti peri bunga dan ternyata itu dikabulkan karena pria itu begitu tulus dan baik hati, dia adalah ayahmu Imel." Jelas Flo dan Imel sudah berkaca-kaca, bukan karena Flo tapi karena teringat ayahnya yang memang sangat baik.


"Dulu ayah sering bilang kalau aku cantik seperti peri bunga, mungkin yang dia lihat adalah kamu Flo? Soalnya ayah pernah cerita kalau bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik dan terlihat seperti bunga." Ucap Imel dan dia mulai menangis.


Fano mendekapnya dan menenangkannya. Mereka mengobrol dan saling bertanya tentang hal yang tidak masuk akal bagi Fano dan Flo menunjukannya. Tak terasa sudah menjelang malam mereka masih ada di lantai atas.


"Sekarang, ceritakan siapa dirimu." Flo menagih janji Fano padanya, Imel juga penasaran tapi Fano masih ingin menyimpannya untuk kejutan. "Kalian akan tau pas acara 3 minggu lagi.."


"Kau curang.." Ketus Flo, dia merasa dicurangi oleh Fano.


"Gak Flo, aku sudah katakan ke Imel akan jujur padanya pas ulang tahun perusahaan nanti." Fano memalingkan wajahnya dan menatap Imel dan dia mengangguk membenarkan.


"Baiklah... terserah kalian saja, ini aku tumbuhkan 1 lagi tapi sudah setahun masih segini, kenapa punyamu cepat tumbuhnya Mel?" Flo mengangkat 1 pot tanaman yang sama dengan yang dirawat Imel dulu.


"Loh jadi ini bunga ajaib itu?" Tanya Fano dan mereka bingung kenapa Fano tau tanaman ini, "aku pernah siram ini dijendela kalau kalian lupa."


"Oh iya.. lupa." ucap Flo dan Imel bersamaan.


TBC~

__ADS_1


__ADS_2