
Hari kedua magang Imel juga sama seperti hari pertama, tidak banyak pekerjaan yang dia lakukan karena akses terbatas untuk anak magang apalagi dia baru 2 hari, biasanya setelah 1 bulan baru akan diberikan seluruh akses bagi mereka.
Heri memberikan lagi laporan bulanan terbaru di bulan Februari untuk di rekap dan akan diberikan pada sekretaris direktur jam 2 siang maka Imel dengan cepat menyelesaikan semuanya dalam waktu 1 setengah jam saja.
"Wah Melda.. kamu kerja kenapa cepat sekali sih.. kalo gini ga jadi lembur deh, soalnya aku memang mau pulang cepat karena anakku ulang tahun." Ucap Heri dan Imel tersenyum senang mendengarnya.
Imel dari awal sudah nyaman dengan Heri yang pembawaanya menyenangkan dan yang pasti tidak genit saat memandangnya, ayah 1 anak itu memang pria baik sehingga Imel merasa nyaman bersamanya.
Sementara kepala divisi keuangan bernama Victor membuatnya tidak nyaman karena pandangan matanya pada Imel yang sedikit aneh menurutnya.
"Ini pekerjaan siapa Pak Candra?" Tanya Fano dan Candra manajer keuangan dan dia langsung menjawab kalau itu adalah pekerjaan anak magang yang baru masuk kemarin.
"Namanya Imelda Tuan Stefano." Jawabnya sopan.
"Oh.. baik, kamu berikan ini padanya dan suruh dia kerjakan di ruangan meeting 3 agar tidak diketahui orang lain. Ini pekerjaan baru kita dan aku harap jangan ada yang tau tentang rencana kita untuk menangkap para tikus itu.
"Baik Tuan saya mengerti." Candra keluar dari ruangan direktur dan kembali ke ruangannya untuk memanggil Victor.
"Ada apa Pak Candra?" Tanya Victor yang datang menghadap pria paruh baya itu.
"Vic, panggilkan anak magang yang tadi mengerjakan ini." Perintah Candra dan Victor tampak heran, untuk apa pak Candra memanggil anak magang.
"Apakah ada kesalahan dalam pekerjaannya pak, jika ada biar saya saja yang menegurnya." Ucap Victor tetapi Candra segera menyanggahnya.
"Bukan, ada pekerjaa lain untuknya langsung dari direktur saya harus tanyakan sendiri pada anak magang itu." Jelas Candra dan Victor lebih heran lagi karena seorang Stefano tidak biasanya berhubungan dengan staff biasa, apalagi anak magang, dirinya saja baru 1 kali bisa bertemu setelah 1 tahun Stefano menjabat sebagai direktur keuangan.
Imel telah ada dihadapan Candra dan dia menyuruh Victor meninggalkan mereka berdua.
"Silakan duduk Imelda." Imel duduk dan sedikit menunduk karena segan dengan pria paruh baya yang terlihat berwibawa didepannya.
"Direktur keuangan kita sangat senang dengan kinerja anda dan saat ini anda akan menerima pekerjaan yang penting, saya akan berikan akses untuk anda agar bisa melihat data keuangan seluruh perusahaan dan mencari hal yang janggal disana, setahun yang lalu ada kasus korupsi disini dan direktur lama sudah di pecat tetapi masih ada anak buahnya yang masih disini dan kami belum sempat melakukan pengecekan menyeluruh karena direktur saat ini sangat sibuk. Jadi saya harap anda bisa menemukan sesuatu dan berikan rekap setiap harinya dan kirim ke saya." Jelas Candra dan Imel mendengarkan dengan seksama.
Pekerjaan ini adalah pekerjaan penting untuknya dan lebih nyaman karena dia akan ditempatkan di ruangan kecil sendirian tanpa ada yang mengganggu. Fano memang sengaja menempatkan Imel disana, selain aman, dia juga bisa dengan bebas keluar masuk menemui Imel. Dan yang pasti, pekerjaan mencari tikus ini cocok untuknya yang teliti dan jujur.
Imel membawa sebuat laptop dengan data rahasia dan Bian sudah ada disana untuk membantunya dengan setting password dan data penting lainnya.
"Tuan, anda yang pernah menolongku waktu itu kan?" tanya Imel dan Bian merasa senang dia diingat oleh Imel.
__ADS_1
"Iya nona Imelda, saya senang anda masih mengingatnya." Jawab Bian dengan sopan karena yang didepannya adalah calon istri bosnya.
"Ah iya Tuan itu yah.. aku baru ingat kalau putra ketiga Tuan Kenny direktur keuangan." Ucap Imel lagi membuat Candra sedikit bingung dengan pembicaraan mereka.
Setelah selesai Imel pindah ke ruangan khusus untuk dirinya sendiri dan disana telah tersedia sebuah meja dengan dispenser dan beberapa snack, kopi dan teh agar Imel nyaman dan tenang tanpa harus bolak-balik.
Dia segera bekerja dan sebenarnya ini pekerjaan mudah, hanya saja karena Fano lebih mementingkan melakukan pendekatan dengan Imel dan belum menemukan orang yang dapat dipercaya maka pekerjaan ini terbengkalai selama 1 tahun.
"Tuan Bian.." Panggil Imel, "Panggil Bian saja nona." Jawab Bian.
"kalau gitu kak Bian saja dan jangan panggil nona, Imel atau Melda seperti kak Heri." Ucap Imel.
"Kak Bian, data ini sangat mudah untuk dikerjakan, kenapa bisa sampai setahun dibiarkan?" Tanya Imel karena pekerjaan ini terlihat banyak sekali tapi mudah.
"Duh nona Imelda.. ini karna Fano sibuk dengan kerja di cafe dan mendekati anda makanya kerjaan ini terbengkalai." Batin Bian dan tidak mungkin dia mengatakan hal itu.
"Karna direktur baru sangat sibuk Mel makanya dia tidak sempat dan belum menemukan orang yang bisa dipercaya untuk cek data keuangan itu, lagian masih ada sisa para tikus disini yang harus dibersihkan." Jelas Bian dan Imel pun mengerti dan tidak banyak bertanya, hanya menyelesaikan pekerjaan yang entah kapan bisa selesai.
"Santai saja tidak perlu buru-buru juga, yang penting laporkan jika ada yang mencurigakan." Sambung Bian lagi dan mereka bersama didalam ruang meeting itu dalam waktu yang lama sampai akhirnya Bian dipanggil untuk kembali ke tugas yang seharusnya.
"Kau dari mana saja Bian?" Tanya Fano kesal karena dia mencari Bian sejak tadi.
Fano membuka jasnya dan mengacak sedikit rambutnya lalu dirapikan kembali, dia menggerakkan badannya seperti berolahraga lalu mengambil beberapa map ditangan dan keluar menuju ruang meeting 3 yang terletak paling pojok dan tenang.
"Permisi.." Sapa Fano, dia memasukkan kepalanya dicelah pintu dan Imel melihat kerahnya dan tersenyum tipis.
"Masuklah dan duduk saja." Ujar Imel dan kembali melihat layar laptopnya lalu menutupnya agar tidak dilihat orang lain.
"Pak Fano sudah kerja disini? di bagian apa? kenapa bisa tau aku disini?" Tanya Iel bertubi-tubi membuat Fano tertawa mendengarnya.
"Hahahah tanyanya satu satu dong Mel..." Imel jadi malu dan tidak berani memandang Fano lagi.
"Aku jadi sekretaris asistennya direktur keuangan." Jawab Fano berbohong dan tampak Imel mempercayainya. Fano kemudian menarik kursi di samping Imel dan berpindah duduk disana.
"Jadi Pak Fano jadi sekeretarisnya kak Bian?" Tanya Imel memastikan.
"Kak Bian? Sejak kapan mereka seakrab ini?" Batin Fano kesal dengan Bian.
__ADS_1
"Iya Bian atasanku disini, tapi bisa gak jangan panggil aku Pak, panggil Fano aja, kaya Flo dan lainnya." Jawab Fano dan Imel menggeleng.
"Gak bisa, kan Pak Fano lebih tua dariku berapa tahun ya... 1 2 ah 5 tahun." Jawab Imel membuat Fano gemas melihatnya, untunglah Imel sudah mulai banyak bicara dengannya.
"Kalau begitu cari panggilan lain, apa saja yang penting jangan Bapak." Ujar Fano dan Imel masih berpikir. Fano mendekat padanya lalu membisikkan permintaannya.
"Bagaimana kalau panggil sayang aja?" Tanya Fano pas di telinga Imel membuatnya terkejut dan sedikit bergetar tetapi bukan karena takut melainkan perasaan senang luar biasa dan jantungnya berdetak kencang.
"Hm.. gak bisa juga. Ya udah Fano aja." Ucapnya lirih dan pelan.
Fano tersenyum di hadapan Imel dan membuat Imel makin tidak bisa berpaling dan terus menatapnya, lama-lama Fano makin mendekat dan CUP.. Sebuah kecupan singkat mendarat di bibir Imel membuatnya membeku dan tidak bergerak.
Fano lalu bangkit berdiri dan mengacak rambut Imel gemas, dia menunduk lagi dan mmebisikan sebuah kalimat yang membuat Imel makin jantungan, "Aku mencintaimu Imelda." Lalu Fano keluar dari ruang meeting itu meninggalkan Imel yang masih membeku tapi hatinya terasa bahagia.
"Tapi apakah Fano akan menerimaku jika tau masalaluku?" Lirih Imel yang tiba-tiba teringat akan dirinya yang sudah pernah dijamah pria lain.
Sementara di dalam kantornya Fano terlihat bahagia dan sejak tadi tersenyum sendiri sambil memandang layar hpnya, ada foto Imel yang diam-diam diambilnya sejak dulu. Bian yang sejak tadi memperhatikannya juga hanya bisa mendesah pelan karena Fano makin hari makin aneh.
Sudah seminggu Imel kerja di dalam ruang meeting dan beberapa kali Heri mencarinya disana untuk sekedar mengobrol, kadang Fano ingin masuk tapi takut Heri mengenalinya sampai saat Imel menemukan sesuatu yang janggal pada laporannya dan dia memberitahukan ke Pak Candra, dan akhirnya ketahuan siapa saja yang membantu direktur lama menjalankan aksinya.
"Pantas saja mereka semua tidak ketahuan, kerjaan mereka sangat rapi dan saling bantu untuk menutupi semuanya. Aku yakin ini pasti masih ada lagi." Ucap Candra kesal karena dia juga tidak terlalu kenal dengan seluruh anggota di divisi keuangan karena dia baru menjabat 7 bulan karena di rekrut oleh Fano.
"Baiklah, terima kasih Melda kerjaanmu sangat bagus. Sekarang istirahatlah karena data ini sudah selesai. kembali ke tempatmu dan saya akan beritahukan ke Victor untuk memberimu waktu istirahat lebih hari ini." Ucap Candra dan Imel keluar dari ruangannya untuk kembali ke tempat duduk asalnya.
"Melda udah kembali..." Ujar Heri senang dan Imel tersenyum ramah padanya.
"Iya aku sudah selesaikan kerjaanku yang itu.." Jawab Imel membuat Heri tampak lega karena pekerjaan Heri begitu banyak dan yang lain sama sekali tak membantu.
"Oh iya, nanti ada anak magang baru yang dipindahkan kemari. Dia harusnya jadi sekretaris tapi Dirut Damian menyuruhnya kemari karena disana sudah terlalu banyak sekretaris dan tidak ada kerjaan untuknya.
Dan wanita itupun tiba, Imel menoleh saat suara wanita itu menyapa.
"Hai semuanya saya dipindahkan ke bagian keuangan, perkenalkan nama saya Jessica Mahendra." Sapa Jessica yang datang bersama Victor.
Jessica terlihat cantik dengan dress selututnya dan dipadukan dengan blazer, cantik dan modis. Sedangkan Imel tetap dengan kemeja namun sudah yang berwarna dengan celana panjang hitam, sejak hari kedua mereka sudah diperbolehkan berpakaian bebas sesuai dengan pakaian kantor pada umumya.
Semua tampak senang dengan kedatangan Jessica setelah Imel, mereka 2 wanita cantik di divisi keuangan yang sangat jarang ada yang mau masuk kesini. Padahal yang mereka tak tau bahwa direktur keuangan sangat tampan dan misterius.
__ADS_1
TBC~