Izinkan Aku Bahagia Sekali Saja

Izinkan Aku Bahagia Sekali Saja
BAB 37 - Extra


__ADS_3

Seminggu ini Talita sama sekali tidak dapat menemui Fano dan dia juga kesal karean ayahnya sama sekali tidak dapat informasi apapun tentang siapa istri Fano sebenarnya.


"Pah.. kenapa belum ada informasi tentang siapa istri Fano sebenanrnya?" Tanya Talita dengan nada marah.


"Sudahlah papa menyerah Lita, sepertinya keluarga itu menutup rapat tentang istri Fano, papa gak bisa menemukan apapun."


"Ah papa ih.. ya sudah Lita tanya kaka Luna aja." Talita masuk ke kamar Luna yang ada di sebelah kamarnya tapi kakaknya itu tidak ada.


"Kemana kak Luna? Laptopnya masih terbuka, tehnya masih hangat berarti belum lama dia pergi. Tunggu ajalah.." Gumam Talita lalu karena bosan dia duduk di meja kerja Luna dan mengotak atik laptopnya.


"Ini kan... istrinya Fano!" Pekik Talita melihat salah satu file di laptop Luna yang berisikan data pasien rumah sakit yang pernah konsultasi pada gurunya yaitu Steven.


"Wow! Ternyata dia wanita bermasalah juga, hahahaha aku dapatkan kau kali ini, Imelda.. ternyata kau wanita kotor tak jauh beda denganku. Aku yakin kalau Fano juga akan mencintaiku lagi kalau dia saja bisa menerimamu yang sudah hancur begini."


Talita meng-copy data itu dan dikirimkan ke emailnya lalu menghapus riwayat email dari laptop Luna dan segera kembali ke kamarnya. Sementara Luna baru kembali dari gerbang depan karena dia sedang membeli makanan online dan kembali masuk ke kamarnya. Luna membuka data Imelda dan menghapusnya.


"Beres, jadi tidak ada lagi riwayat apapun yang tertinggal." Ujar Luna dan dia merasa lega karena file itu adalah data rahasia untuknya belajar selama ini.


.


.


Beberapa bulan berlalu, kini kandungan Imel semakin terlihat di usia 5 bulan dan Fano makin sayang dan memanjakannya.


"Sayang.. nanti ke kantor ya, kita makan siang aku rindu masakanmu dan kita makan siang bersama." Pinta Fano sambil memeluk Imel dari belakang, tangannya mengelus perut buncit Imel yang masih sibuk mencarikan kemeja warna peach kesukaannya.


"Nah ketemu.. " Ujar Imel lalu memakaikan kemaja itu pada suaminya.


"Iya nanti aku masakin, dan sorenya kita ke salon boleh? Aku mau potong rambut." Tanya Imel dan Fano mengecupnya sejenak.


"Boleh, mau potong pendek?" Tanya Fano sambil mengelus rambut Imel yang memang sangat panjang sekarang, sudah mencapai pinggang.

__ADS_1


"Gak, mau potong dibawah bahu.. atau segini ya?" Tanyanya meminta pendapat Fano.


"Terserah kamu Imel, bagaimapun tetap cantik." Fano mengecupnya lagi.


"Ok, aku mau liat J dulu." Imel mendorong pelan Fano karena tak mau berlanjut ke hal panas dan akhirnya mereka bersama membawa J yang sudah wangi karena dimadikan oleh pelayan. Setelah mereka sarapan bersama Fano dan Damian pamit untuk pergi kerja.


"Sayang.. nanti ingat makan siang." Fano mengingatkan lalu mengecup bibir Imel lalu beralih ke J dan terakhir Lusia yang kebetulan juga mengantar Ken yang ada syuting pagi ini.


\=,=,=,=,=,=,=,=


"AAAHHKKK!! Kenapa sudah beberapa bulan masih belum menemukan media yang mau mengangkat berita ini? Apa hebatnya wanita itu, hanya menang cantik saja." Kesal Talita begitu emosi sambil mengacak rambutnya. Dia mencari beberapa media elektronik dan surat kabar tidak ada yang mau menaikkan berita tentang menantu Hastanta ini.


"Baiklah aku coba menemui Fano lagi saja.. aku gak akan menyerah Fano sayang..." Talita mulai berdandan lalu dia mencari dress yang cocok untuk bertemu dengan Fano lagi, dia memilih tipe baju kesukaan Fano dulu sewaktu mereka masih pacaran.  Dress press body selutut berwarna krem, rambutnya tergerai indah secara natural.


"Aku siap Fano, tunggu aku.."


Tepat jam 11 siang Talita sampai di gedung perkantoran itu dan bersiap masuk ke kantor Fano tapi langsung di cegat oleh Bian. Talita tidak habis akal, dia tetap menunggu karena Fano pasti akan keluar untuk makan siang dan dia akan mengikuti pria itu.


"SIAL!! Wanita ****** itu datang, apa? Dia hamil?" Geram Talita dan langsung mengejar Imel yang telah keburu masuk ke dalam lift.


"Suamiku sayang..." Panggil Imel begitu masuk ke ruangan Fano, terlihat sang suami masih mengobrol dengan seseorang di telepon dan tampak serius, 10 menit kemudian Fano baru menyusul Imel duduk di sofa, dia sedang menyiapkan makan siang Fano yang special.


"Istriku sayang.. kamu cantik sekali, selalu membuat hatiku bergetar." Ucap Fabo lalu mengecup pipi Imel yang main montok.


"Sepertinya sedang sibuk?" Tanya Imel dan Fano tersenyum dan merangkul Imel yang juga mengeratkan pelukan tangannya di lengan suaminya.


"Ada Talita dibawah, tadi Morgan telepon kalau pengawal kita yang mengikutinya bilang, dia mengejarmu waktu masuk lift. Untung liftnya keburu tertutup." Jelas Fano dan Imel merinding seketika, tiba-tiba perasaan tidak nyaman muncul dan dia sedikit takut.


"Jangan takut Imel sayang.. aku gak akan biarkan dia mendekatimu." Fano melepaskan pelukannya lalu membelai lembut wajah Imel yang terlihat ketakutan itu.


"Iya.. aku juga akan hati-hati." Ucap Imel pelan lalu dia segera menyuapi Fano makan karena suaminya tiba-tiba sangat manja, bukan Imel yang selalu manja, malah Fano.

__ADS_1


"Jangan pulang dulu ya, temani aku disini." Ujar Fano saat Imel membereskan sisa makan siang mereka.


"Iya.. tadi juga sudah titipin J ke mami, kan kita mau ke salon juga.. lupa ya..."


"oh iya. ok sayang, aku lanjut kerja dulu kamu istrirahat ya.."


"emm.."


Fano melanjutkan pekerjaannya dan Imel duduk bermain ponsel tapi baru 1jam dia merasa lapar dan ingin ke kantin mencari cemilan. Imel melirik Fano masih meeting dengan 2 sekretarisnya dan dia tidak mau mengganggu mereka.


Imel jalan sendiri dengan santai dan beberapa karyawan menyapanya dengan ramah karena telah mengenalnya dengan baik, dan dia pun membalas dengan senyum menawan.


"Ibu, pesan jus mangga 1 ya.." Ujar Imel pada ibu penjual di kantin. Setelah dia dapat langsung menyeruput sedikit jus mangga yang sejak tadi dia inginkan. Imel berjalan lagi mengelilingi kantin di lantai basement itu dan mencari cemilan yang menggugah seleranya.


"Pak, baksonya 1 pakai bihun dan sambelnya banyak, di bungkus ya pak." Pesan Imel dengan ramah yang tiba-tiba ingin bakso. Setelah dapat Imel jalan lagi dan menemukan siomay dan membelinya juga.


"Ah.. sudah cukup 2 saja." Imel kembali lagi ke lantai atas tapi sewaktu berjalan keluar dari kantin, dia bertemu Talita.


"Hai.. Imelda." Sapa Talita pada Imel dengan senyum cantiknya tapi Imel sepertinya melihat senyum menyeramkan dari wanita di depannya.


"Hai juga, kamu siapa ya?" Tanya Imel yang memastikan, semoga tidak seperti yang dia bayangkan.


"Aku Talita, mantan kekasih Fano dan sepertinya Fano akan kembali padaku." Jawab Talita dengan percaya diri.


"Maaf tapi Fano suamiku dan tidak mungkin dia akan kembali padamu, permisi." Balas Imel yang kesal mendengar ucapan Talita barusan.


"Apa kau merasa pantas di sisi Fano? Bukankah kau cuma wanita kotor yang beruntung?" Tanya Talita dengan senyum liciknya. Beberapa pasang mata sudah memperhatikan mereka tetapi tidak berani ikut campur.


"Apa maksudmu nona?" Tanya Imel tidak suka.


"Bukankah kau telah dijamah oleh pria lain, bahkan saat masih kecil. Kau tidak merasa dirimu kotor, aku saja jijik melihatmu." Ucap Talita dengan memandang remeh dan jijik pada Imel. Sednagkan Imel sudah gemetar dan dia mengingat kembali masa penderitaannya yang telah lama dia lupakan. Kini ingatan dan rasa itu berputar kembali di memory-nya dan wajahnya makin pucat.

__ADS_1


TBC~


__ADS_2