
Jessica bersama Ken berdiri di atas panggung dan banyak yang bertepuk tangan bersorak untuknya, semua menganggap bahwa Jessica anak jenuis yang dapat membuat cerita yang sangat luar biasa. Ken bahkan menceritakan bagaimana film itu dibuat dan mendapatkan banyak penonton hingga banyak penghargaan.
Mendengar semua itu membuat Imel sangat marah dan dia sangat ingin berteriak ke semua orang bahwa cerita itu adalah miliknya.
Fano yang mengetahui kalau Imel sangat marah langsung mengelus tangannya dari bawah meja dan membuat Imel lebih tenang. Setelah Ken turun dan kembali ke meja makan, dia yang frustasi memberondong Fano dengan beberapa pertanyaan.
"Fano, papi sudah lakukan yang kamu suruh, terus apa lagi? Sebenarnya kenapa dan apa yang kalian rencanakan? Papi hanya ingin bikin film yang luar biasa kali ini."
"Sudah papi ikutin aja rencana kita, papi cuma terima beres dan nanti bekerjalah seperti biasa, kami akan urus sisanya."
Morgan yang menjawab pertanyaan Ken yang belum diberitahu yang sebenarnya.
MC kembali memberi pengumuman untuk tema cerita akan di kirimkan melalui email ke seluruh karyawan dan jika ingin ikut berpartisipasi maka langsung mereply email tersebut. Khusus untuk Jessica dia akan langsung di daftarkan.
"Jessica, kamu sangat pintar membuat novel jadi jangan kecewakan Om ya.." Ucap Ken setelah Sica kembali ke tempat duduknya dan dia tersenyum sambil menunduk.
Pesta berjalan dengan lancar, semua orang berbaur lagi dan terlihat Damian bersama dengan Jason dan Dayana, Imel langsung menyuruh Flo untuk melihat mereka.
"Itu si cowo brengsek kan? Huh.. sok mesra, sok manis padahal kejam sama tunangannya." Flo mengomel kerena dia mendengar semua cerita dari Lion tentang kasarnya Jason saat mengumpat Dayana jika mereka sedang berdua.
"Morgan, mereka itu siapa dan apa hubungannya dengan abangmu?" Tanya Flo yang mulai kepo dengan urusan orang lain.
"Oh itu Jason dan Dayana teman baiknya bang Dami, mereka udah temenan dari kelas 7." Jawab Morgan, Flo yang belum puas mulai bertanya lagi.
"Hubungan mereka baik ya? Sepertinya si cowo perhatian banget."
"Oh iya, mereka uda pacaran dari kuliah, tapi sebenarnya bang Dami sangat mencintai Dayana tapi yah gitu.. ga boleh rebut pacar sahabat." Jelas Morgan lagi membuat Flo jijik memandang ke Jason.
Acara selesai dengan baik dan suka cita tampak pada beberapa karyawan yang mendapatkan hadiah dari lucky draw, seperti biasanya, voucher menginap di hotel mewah ini, ada yang dapat motor, kulkas, dispenser dan voucher belanja dan semuanya adalah produk dari H&S Group.
"Jadi kayanya yang bakal nikah duluan tuh Fano deh kak.." Kata Lusia saat mereka jalan bersama menuju lobi untuk kembali kerumah.
__ADS_1
"Sok tau mami.. bisa aja kak Tatiana duluan." Sahut Morgan.
"Kamu dulu deh..." Tatiana menyaut juga ke Morgan.
"Jangan gitu, kasian Damian, masih jomblo kalian semua udah punya pasangan, bantu abang kalian dong biar cepet nikah." Ucap Ken dan mereka semua menggeleng serentak.
"Bang Dami udah gak ketolong papi, dia cintanya cuma sama Dayana." Ucap Morgan dan Lusia menatap sendu pada anak sulungnya.
"Jangan menunggu yang tidak pasti, carilah wanita lain Dami. Mereka sudah saling cinta sejak lama dan kamu juga ga tega kan pisahin mereka." Ucap Lusia dan Damian hanya tersenyum memandang wajah cantik maminya dan merangkul pundak Lusia.
"Fano pergi duluan ya, bye mami.. bye semua." Pamit Fano karena dia ingin segera bertemu dengan gadisnya.
Fano masuk kedalam mobil yang dikendarai oleh Bian dan melaju pelan meninggalkan lobi hotel mewah itu. Fano telah menghubungi Imel untuk menunggu di Magical Flower dan akan menjemputnya.
"Sayang..." Panggil Fano saat melihat Imel dan Flora juga baru sampai di depan toko.
"Duh panggilannya sudah sayang.. sayang... jadi pengen punya pacar juga." ucap Flo menggoda mereka.
"Udah ada kan, itu Florian dari tadi kalian mesra banget." Ujar Fano dan Flo yang kesal mencebikan bibirnya dan memilih masuk ke dalam membiarkan sepasang kekasih itu pulang.
"Fano, mau bawa aku kemana? Ini bukan jalan pulang kekostan ku, kau mau menculikku?" Tanya Imel, pandangannya sudah kemana-mana melihat jalanan yang tidak dia kenal
"Iya, aku mau menculikmu dan membawamu pergi jauh, biar gak ada yang melihat kecantikanmu sayangku." Jawab Fano sambil mencubit gemas pipi Imel.
Fano membawa Imel ke sebuah gedung apartemen mewah di tengah kota, "Ini apartemenku Imel.. aku mau kau sementara tinggal saja disini, dan semua barang-barangmu sudah dipindahkan jadi tinggal masuk. Silakan cintaku..." Ujar Fano lalu membukakan pintu untuk Imel, mereka masuk dan Imel terkejut dengan isi dari apartemen itu.
"Kenapa ada ini?" Tanya Imel melihat ada balon berbentuk hati yang melayang di langit-langit ruang tengah apartemen itu.
"Disana ada 7 balon kan.. ayo, pilih 1 dan pecahkan karena didalamnya ada hadiah untukmu." Imel lalu berlari dan melompat tapi dia tidak bisa menggapai 1 pun tali dari balon itu membuat Fano tertawa karena lucu, Imel sudah berkali-kali melompat akhirnya Fano yang gemas menggendongnya dan akhirnya Imel mendapatkan 1 balon.
"Pecahkan dan lihat apa isinya.." Ujar Fano dan Imel meremas balon pvc itu tapi tidak bisa, dengan gemas dia meremas kuat dan akhirnya terkoyak dan menghamburkan begitu banyak kelopak bunga.
__ADS_1
"Loh mana hadiahnya?" Tanya Imel tapi Fano malah tertawa lagi, "Berarti harus pilih lagi." Fano menggendongnya lagi dan memilih 1 balon warna merah di paling ujung dan memecahkannya, ada suatu yang terjatuh dan berhasil ditangkap oleh Fano.
"Ayo kita menikah, aku tak bisa menunggu lebih lama lagi untuk memiliki dirimu." Ucap Fano to the point membuat Imel terkejut mendengarnya.
"Imelda.. menikalah denganku." Ucap Fano lagi kemudian Imel tersenyum lalu memeluknya, "Iya.." ucapnya pelan.
Fano yang sangat bahagia langsung mendekap tubuh Imel lalu menjatuhkan diri mereka di sofa ruang tengah itu dan mencium bibir Imel dan **********, mereka saling memberikan ciuman mesra dan hangat.
"I love you Imelda, bunga kecilku." Bisik Fano setelah ciuman panas mereka berakhir. Malam itu mereka lalui dengan saling berpelukan dan berbicara dari hati kehati, meluapkan semua rasa cinta mereka yang terpendam selama ini.
Imel sudah mulai terbuka dan ceria, wajah sendu yang setiap hari menemainya semakin hilang berganti wajah ceria dan terlihat semakin cantik.
Setelah Imel membersihkan diri gantian Fano yang masuk ke dalam kamar mandi, ketika dia keluar dan melihat Imel yang berpakaian aneh.
"Kenapa pakai baju seperti itu?" Tanya Fano bingung, Imel ingin tidur tapi dia berpakaian seperti ingin joging pagi. Dia memakai piyama tidur dengan lengan panjang dan celana panjang, lalu menimpanya lagi dengat jaket dan kaos kaki.
"Aku mau tidur." Jawab Imel dan Fano makin bingung, "Imel, kamu ini hahaha mau tidur atau jogging?" Tawa Fano dan Imel menggaruk kepalanya karena dia sudah terbiasa tidur begini.
"Aku gak bisa tidur kalau gak merasa aman, jadi pakai baju tertutup gini. Kata dokter Stev ini karena trauma." Jelas Imel dan Fano langsung berhenti tertawa setelah tau alasaanya.
"Maaf Imel, kemarilah tidak perlu pakai seperti ini aku pastikan kamu akan tidur dengan nyenyak." Fano menurunkan seleting jaket yang dipakai Imel lalu membukanya.
"Dulu kau sudah pernah tidur dipelukanku dan kau tidur dengan sangat nyenyak." Ucap Fano lagi.
"Kapan? Kita tidak pernah sekamar seperti ini." Tanya Imel masih memngingat-ingat kapan dia pernah tidur begitu.
"Dulu waktu di hotel mewah selama 2 hari, aku sebenarnya ada dikamar itu dan memelukmu ketika tidur." Jawab Fano dan Imel sangat kaget mendengarnya.
"Waktu itu.. iya aku ingat, aku gak pernah tidur selelap itu, aku kira karena tempatnya nyaman." Imel masih berdiri di depan Fano yang duduk di tepi ranjang.
"Makanya, kita segera nikah biar kamu bisa tidur disini setiap hari." Ucap Fano sambil menepuk dadanya pelan membuat Imel merona, dia memang sangat ingin bersandar di dada Fano, seperti sudah ketagihan.
__ADS_1
"Ayo tidur, ini sudah jam 1 pagi Imel.." Fano menarik Imel dan mereka merebahkan diri di kasur besar dan dada Fano sebagai bantalan bagi kepala Imel dan memeluknya.
TBC~