Izinkan Aku Bahagia Sekali Saja

Izinkan Aku Bahagia Sekali Saja
BAB 21


__ADS_3

Hari H acara ulang tahun H&S Group dan semua karyawan dapat ikut menghadiri acara malam ini yang juga akan dihadiri oleh Kenny Aelisius dan istri juga bersama keluarga Sadana, mereka sebagai tuan rumah acara.


Ada juga pengumuman penting yang akan mengikut sertakan kegiatan acara tahunan karyawan. Hadiah dan perlombaan semua diadakan untuk refreshing setelah 2 minggu lalu mereka memecat banyak karyawan divisi keuangan dan banyak merekrut yang baru.


"Wah kali ini ada kejutan apa ya? Tahun lalu kan dapat bonus 2 bulan gaji dan yang beruntung dapat tiket dan hotel ke Singapura. Trus banyak yang dapat voucher menginap di Hotel milik Arche Group yang mewah."


"Jangan berharap terlalu tinggi tahun ini perusahaan rugi puluhan milyar karena korupsi dan semua dana juga belum balik."


"Tapi profit kan lebih tinggi dari hasil korupsi itu."


"Yah berdoa aja, soalnya direktur keuangan yang baru ini kan terkenal dingin dan kejam, apa mungkin dia ada sisihkan bonus untuk kita?"


"Iya juga sih.. ya sudahlah, gaji kita juga sudah cukup tinggi dibandingkan perusahaan lain, fasilitas juga lebih unggul."


"Bonus pasti cair sih sepertinya, karna udah dapat bocoran kalau...."


"Nah iya, udah masuk bonus kita, 2 bulan gaji!"


"Wah, syukur deh..."


"Anak magang dapet ga? Soalnya tahun lalu dapat 1 bulan gaji."


"Dapat kok, ini si Imel dapat juga memang 1 bulan gaji."


"Wah berarti masih sama."


Semua karyawan H&S sangat bahagia pada acara ulang tahun perusahaan, begitu juga yang ada di yayasan, mereka mendapatkan bonus yang sama dan akan ada kejutan lain dimalam hari dan hari ini seluruh karyawan dapat pulang cepat untuk bersiap menghadiri pesta besar mereka. Makanya Imel sudah bersiap untuk pergi dengan Flo berbelanja mencari gaun untuk mereka.


"Flo.. aku gak mau yang mewah, sederhana saja." Ucap Imel ketika Flo mengambil sebuah gaun panjang berwarna gold yang sangat mewah.


"Iya Imel.. aku cuma penasaran sama gaun ini, ingin coba." Balas Flo dan mancoba gaun itu.


"Ya ampun itu sangat sexy Flo, tapi cocok untukmu nih.." Pekik Imel dan Flo terkikik melihat dirinya di cermin.


Ini mirip gaunnya Ratu Peri cuma lebih seksi saja dengan belahan dada lebih turun.  Flo segera menggantinya lagi dan mengembalikan ke petugas. Tapi gaun itu langsung disambar oleh seorang wanita saat mau dipasangkan kembali ke hanger.


"Ya udah yang ini saja cocok denganmu Mel.." Flo mengambil gaun cantik panjang tanpa lengan, berbahan satin berwarna gading dan dengan kerah tinggi dengan aksen V di lehernya, gaun polos itu di permanis dengan pita besar yang pas berada di pinggang ramping Imel dan menambah kecantikannya.


"WAW Fano harus melindungimu jika penampilanmu cantik begini Imel.." Puji Flo dan gantian Imel akan memilihkan gaun untuk Flo yang memang mendapatkan undangan dari Fano yang mengurus acara itu.


"Ini Flo, cocok untuk peri bunga cantik." Imel mengambil gaun panjang berwarna pink muda dan banyak bunga-bunga di bagian atas gaun dan terlihat polos di bawahnya tapi Flo tidak mau karena sudah sering memakai gaun seperti itu di dunia peri.


Dia ingin memakai sesuatu yang wah dan terlihat elegant dan sexy. Dia menjatuhkan pilihan pada gaun hitam dengan bahu terbuka dan bawahan gaun berbentuk mermaid, sangat cantik mencetak lekukan tubuhnya yang indah.


"Wow.. ini sexy tapi elegant Flo, sangat cocok untukmu."  Puji Imel dan mereka akhirnya membeli gaun yang mereka pilih.


Ini adalah acara pesta pertama yang Imel hadiri dan dia juga cemas karena tidak pernah menggunakan high heels sehingga sejak tadi dia mencoba semuanya tapi tidak ada yang nyaman.


"Gimana ini Flo, sepatunya tidak ada yang nyaman." Tanya Imel dan Flo berpikir sejenak, dia mengambil salah satu sepatu wedges yang tidak terlalu tinggi dan menyuruh Imel mencobanya.

__ADS_1


"Ok yang ini saja, lebih nyaman." Ujar Imel dan mereka selesai.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Suasana pesta sangat meriah, bahkan sebelum acara inti dimulai. Flora dan Imel menjadi tatapan lapar para pria disana padahal mereka hanya berdandan biasa saja, tapi pada dasarnya mereka sudah sangat cantik tanpa polesan apapun di wajah mereka.


Jika Flo membiarkan rambut aslinya terurai sempurna maka Imel menggulung seluruh rambutnya keatas menjadikannya terlihat manis.


"Selamat malam Flo.." Sapa seorang pria disana.


"Wah Florian, kamu disini juga?" Tanya Flo basa-basi karena pastilah disini kalau tidak mereka tak mungkin bertemu.


"Iya, aku salah satu kolega Tuan Damian dan Fano ka.. kamu lupa? kamu disini dengan siapa?" Tanya Florian melihat Imel disebelahnya.


"Ah ini temanku karyawan disini dan aku diundang kerena bunga-bunga ini aku yang rangkai." Jawab Flo dan Florian sudah menyangkanya sebab bunga disini adalah khas Flo yang dia kenal.


"Wah pantas saja dekorasinya sangat indah, ternyata yang menyusunnya juga sangat indah hari ini." Rayu Florian membuat Flo tersipu malu dan Imel juga tersenyum melihat Flo yang kini bisa berdekatan dengan pria.


Banyak mata memandang 2 wanita cantik ini bahkan beberapa sudah mendekat dan berkenalan, mereka hanya tersenyum ramah tetapi canggung karena dikelilingi banyak pria setelah Florian pergi.


Pusat perhatian tergantikan saat MC dari acara ini mulai berbicara dan memperkenalkan satu persatu keluarga dan jajaran direksi dari H&S Group.


Damian sedang berpidato diatas dan diakhiri tepuk tangan meriah dari semuanya, dan kini giliran Direktur keuangan dan merupakan anak ke 3 dari keluarga Hastanta, saat Fano naik dan berbicara, Imel dan Flo terbelalak kaget, mereka tak percaya bahwa Fano yang mereka kenal adalah Stefano Aelisius Hastanta.


"S.A.H itu Fano..." Lirih Imel dan dia masih menatap lurus kedepan melihat pria yang dia cintai.


Lalu semua kenangan yang dia ingat seakan berputar di pikirannya, bagaimana Tuan S.A.H selalu membantunya, dimulai dari di depan mini market, lalu di kampus saat semua orang mencemoohnya dan terakhir yang dia tau, S.A.H juga yang menolongnya dari tangan Indra dan Erlangga bahkan yang membuat Indra mendekam lama di penjara.


Tak terasa air matanya jatuh, hatinya begitu sakit mengingat semua hal yang telah dilakukan Fano untuknya. Lalu dia ingat perkataan Lusia, bahwa anak ketiganya sudah hampir 3 tahun mencintai gadis yang sangat sulit didekati, Imel merasa bersalah pada Fano.


Rasanya dia ingin berlari keatas dan memeluk Fano sekarang juga, untung saja dia masih sadar. Dia tersenyum sambil mengusap air matanya saat Fano memandangnya dari atas sana.


"Ya ampun Imel... ternyata Fano itu tuan S.A.H mu dan ini gila.. aku udah menyiksa seorang Stefano Hastanta, kau ingat aku pernah suruh dia manjat dan bersihin lemari kaca? Trus dia menggulung tisu yang banyak, trus dia pernah ngejar tikus yang masuk ke lemari bunga. Ya ampun... banyak lagi yang lain." Ujar Flo tak percaya apa yang dia lakukan.


Kini semua orang berbaur, tidak ada yang namanya atasan dan bawahan bahkan Damian sedang mengobrol dengan para staff biasa dengan tenang dan santai. Fano juga sedang ngobrol dengan beberapa sekretaris dan asisten Damian, tentu saja adalah lelaki karena Fano tidak suka didekati wanita.


Tetapi ada seorang wanita yang berjalan mendekatinya dengan percaya diri pada saat Fano juga berjalan mendekati Flo dan Imel yang sedang ngobrol dengan Heri. Saat sudah dekat Fano langsung di cegat oleh wanita itu.


"Kak Fano.. kakak masih ingat aku?" Tanya wanita itu dan Flo, Imel dan Heri mendengarnya.


"Siapa anda?" Tanya Fano dengan wajah datar dan nada tidak suka. Membuat Flo dan Heri menahan senyumnya dan Imel hanya dia melihat kejadian itu dengan wajah datar.


"Aku Jessica kak, yang dulu bersama di lokasi syuting Om Kenny."Jawab Sica dan Fano sebenarnya ingat dengannya karena dulu dia sangat suka mengikuti Fano kemanapun saat itu.


"Wah bang Fano mau selingkuh ya..." Goda Morgan menghampiri Fano dan Sica, padahal Morgan ingin bertemu dengan Imel dan wanita cantik disampingnya.


"Hai kak Morgan." Sapa Sica juga melihat Morgan disana.


"Wah kamu Sica ya? Aku kira artis dari mana mau menghadiri red carpet." Sindir Morgan dan Flo yang sudah tidak tahan langsung menutup mulutnya dan tertawa mengejek wanita bergaun gold yang tadi dicobanya.

__ADS_1


"Makasih kak atas pujiannya." Ucap Sica yang tidak sadar bahwa dia sedang disindir dan kali ini Imel yang menahan tawanya.


"Bang Fano gak ingat Sica?" Fano menggeleng, "Duh gimana sih, coba ingat dulu.. nanti acara kita juga Sica harus ikut soalnya dia harapan papi loh.." Ucap Morgan membuat Sica melambung tinggi.


"Oh iya, lupa.. bang Fano dipanggil bang Dami tuh disana." Kata Morgan lagi dan Fano segera meninggalkan mereka karena dia malas berlama-lama dengan Jessica.


"Hai bidadari.." Sapa Morgan pada Imel dan tersenyum lembut pada Flo.


"Kak Morgan, jelaskan semuanya." Ucap Imel yang sudah mengeluarkan tatapan kesalnya.


"Hehehe.. aku ga ikutan yah, cuma menjalankan perintah bang Fano aja. Semua dia tuh yang atur jadi tanya aja ke dia." Jelas Morgan karena tidak mau disalahkan, lalu dia menatap ke arah Flora yang masih memperhatikan mereka.


"Hai nona, ternyata ada 2 bidadari disini, siapa nama anda cantik?" Tanya Morgan merayu Flo dan menyodorkan tangannya.


"Saya Flora, panggil saja Flo, temannya Imel dan pemilik toko bunga dan cafe Magical Flower." Jawab Flo ramah dan bersalaman dengan Morgan.


"Wah pantas saja Bang Fano betah disana, ternyata ada 2 bidadari, aku juga mau kerja di toko kamu." Ujar Morgan tapi belum sempat dia melancarkan rayuannya lagi, telinganya sudah di jewer.


"Nah, ngerayu lagi... dari tadi kerjanya rayu cewe." Geram Lusia pada Morgan anak bungsunya yang tidak pernah berubah. Flo, Imel dan Heri yang masih disana tertawa melihatnya.


"Aduh mami... jangan gitu dong, manatau ada yang nyantol satu biar jadi mantu mami."


"Apa? mantu? Kamu tuh kerja dulu yang bener baru cari mantu lagi buat mami." Kesal Lusia lalu dia berpaling melihat Imel dan Flo juga Heri.


"Kalian sudah makan?" Tanya Lusia dan mereka yang memang belum menyentuh makanan menjawab bersama.


"Belum."


"Ayo ikut, kita makan bersama." Ajak Lusia, Flora dan Imel ikut tetapi Heri yang tidak terlalu dekat dengan keluarga bosnya tidak jadi ikut karena merasa segan dan kembali bersama teman se divisinya.


Melihat Imel yang diajak makan bersama keluarga pemilik peruasahaan membuat Imel menjadi bahan omongan semua orang, ada yang iri ada yang merasa dia hebat dan lainya. Begitu juga Sica yang tidak mau kalah dan mendekati Kenny yang sedang bersama beberapa temannya.


"Nah, Flora duduk sini, Imel duduk sini." Lusia mengatur tempat duduk mereka di area khusus keluarga dan teman dekat. Imel duduk di sebelah Fano yang lebih dulu ada disana, dan Flo duduk di sebelah Florian yang adalah teman dekat Damian.


"Halo Flo, kita sepertinya berjodoh." Ujar Florian dan membuat Flo tersenyum mendengarnya. "Mungkin." Jawabnya asal tapi mengena di hati Florian.


"Wah kalian sudah kenal Flora, Florian, loh.. namanya mirip kaya kembar deh." Ucap Lusia dan mereka baru menyadari kalau nama Flo dan Flo sama.


Tidak seperti yang lainnya, Fano diam-diam menggenggam tangan Imel dibawah meja, dia sangat gemas melihat Imel yang sangat cantik dan ingin segera menciumnya. Tapi melihat gelagat Imel, Fano tidak berani berbuat lebih selain menggenggam tangan mungil itu.


Selagi mereka menikmati makananya, Ken datang dengan membawa seseorang yang membuat Imel langsung kesal melihatnya.


"Kalian kenapa gak tungguin papi sih?" Tanya Ken dan tidak ada yang menjawab, malah Lusia menatap tajam padanya karena ada seorang wanita mengapit lengannya. Ken yang sadar langsung melepaskan tangannya dari wanita itu.


"Peri kecil jangan cemburu, dia ini Jessica loh.. yang dulu gadis SMA pemenang lomba itu." jelas Ken dan Lusia akhirnya ingat.


"Oh, gadis SMA itu.. iya aku ingat, mari duduk kita makan bersama." Ajak Lusia dan Sica duduk diantara Fano dan Morgan.


Wajah Imel sudah terlihat makin kesal tapi dia berusaha menutupinya dengan senyumnya karena Lusia terus saja memberikannya makanan agar dia makan lebih banyak.

__ADS_1


Fano juga sesekali membantunya saat butuh sesuatu dengan sigap namun tetap terlihat dingin. Fano mengerti kenapa Imel sangat tidak menyukai Sica karena Imel sudah memberitahu semuanya. Fano membungkuk dan berbisik cepat ke Imel untuk ke toilet lalu dia berdiri dan pergi dari sana, 5 menit kemudian Imel juga pergi menyusulnya.


TBC~


__ADS_2