Izinkan Aku Bahagia Sekali Saja

Izinkan Aku Bahagia Sekali Saja
BAB 32 - Extra


__ADS_3

1 tahun berlalu dan kehidupan pernikahan Fano dan Imel semakin bahagia. Fano masih tetap sibuk dengan pekerjaannya tetapi yang berbeda adalah kini dia bukan seorang Direktur keuangan lagi. Setelah pembersihan besar-besaran, tugas Fano selesai dan dia memegang salah satu perusahaan terbesar di H&S Group yang sedikit bermasalah. Fano selalu berhasil memajukan perusahaan yang hampir bangkrut dengan kepiawaiannya di bidang bisnis.


Sedangkan Imel semakin rajin menulis sambil merawat baby J yang kini semain lucu dan tampan di usianya yang sudah 1 tahun. Saat ini imel juga sedang program anak kedua atas permintaan Fano yang ingin anak perempuan.


"Sayang... dimana J?" Tanya Fano setelah menghampiri Imel yang sedang mengetik novel terbarunya. Fano sudah ke kamar J setelah dia pulang dari kantor tapi putra lucunya tidak ada.


"J sedang sama mami sayang.. tadi mami ajak ke rumah tante El." Jawab Imel yang masih asik mengetik dan terlihat sangat fokus.


"Imel.. aku sekarang cemburu sama pembaca setiamu itu, kenapa mereka membuatmu bekerja terus? Mereka tidak ada kerjaan lain apa, baca novel aja." Fano memeluk Imel dari belakang, kedua lengannya mengerat di perut imel dan dia menunduk mengecup mana saja yang bisa dijangkau oleh bibirnya.


"Sayang.. aku rindu.." Bisik Fano dan setelah Imel mengetik 'Bersambung' dia segera upload cerita itu dan berbalik menghadap ke Fano.


"Cup.. bukannya tiap hari juga dikasih jatah, malam dan pagi." Ujar Imel setelah mengecup bibir Fano dengan lembut dan tersenyum melihat wajah Fano yang sumringah.


"Sudah?" Tanya Fano dan Imel mengangguk.


"Ayo mandi bareng.." Ajak Imel dan Fano segera mengangkat tubuh Imel lalu setengah berlari masuk ke kamar mandi.


"Ini waktu kita buat adiknya J, siap-siaplah istriku.." Bisik Fano lalu mendudukkan Imel di dalam bathtub besar itu dan mengisi air hangat dan menyirami tubuh Imel.


"Wow.. kau sangat sexy.." Fano melancarkan aksinya setelah dia menanggalkan semua kain di tubuh mereka berdua dan terjadilah pergulatan panas, ******* dan erangan terdengar syahdu dari dalam. Imel kali ini benar-benar liar dan lincah bergerak diatas Fano sedangkan pria tampan itu masih asik menikmati sambil bermain di dua bukit kembar Imel yang semakin kenyal dan besar karena ulahnya.


Setelah mandi yang lama itu, mereka keluar dengan wajah cerah bahkan Imel tidak tampak lelah sama sekali.


"Kenapa kau makin hebat Imel sayang? Kau sangat panas dan kenapa tidak capek?" Tanya Fano masih sambil mengecup wajah Imel yang sedang mengeringkan rambutnya.


"Gak tau.. aku sangat semangat dan suamiku terlihat semakin tampan dan sexy." Jawab Imel dan membalas kecupan yang diberikan Fano.


"Yah benar, istriku makin berani dan hot. Astaga aku makin cinta sama kamu Imel." Ucap Fano dalam hati karena bibirnya sedang dilumat oleh Imel dengan ganasnya.


"Aku suka istriku yang jadi berani ini.." Ucap Fano lalu membantu Imel mengeringkan rambutnya.

__ADS_1


"Iya.. kok aku jadi gampang bergairah begini ya?" Tanya Imel dan Fano terkekeh mendengarnya.


"Gak apa-apa aku suka dan makin cinta, kamu makin mesum." Jawab Fano dan tangan nakalnya kembali bermain di tubuh Imel yang lagi-lagi menegang.


"Aku mau lagi..." Ucap Imel dengan suara yang terdengar sexy di telinga Fano.


"Ayo.. kita main cepat." Fano mengangkat Imel lagi dan menidurkannya di atas tempat tidur lalu menurunkan cel*na d*lamnya dna menyentuhkan jarinya disana.


"Wow.. dia basah lagi." Ujar Fano lalu menurunkan juga celananya dan dalam sekali hentakan dia telah menembus milik Imel yang semakin membuatnya menggila.


Permainan singkat yang panas itu berakhir dengan erangan Imel yang begitu menggairahkan dan mereka bergetar hebat dengan saling memeluk.


.


.


Pagi harinya, Imel masih bergelayut manja di dada bidang Fano. Tubuh mereka masih polos karena semalaman mereka bergumul di atas tempat tidur sampai Lusia yang harus menjaga baby J karena tau kalau anak dan menantunya tengah bergelut panas.


"Perutku gak enak dan mual.." Ucapnya lagi, Fano langsung bangun dan membawa Imel ke wastafel dan benar saja Imel langsung muntah dan terlihat pucat.


"Maaf sayang tadi malam kita gak makan malam jadinya kamu masuk angin gini." Fano memijat pelan tengkuk Imel dan 1 tangannya mengelus lembut perut istrinya yang masih saja mual.


"Bukan, ini bukan masuk angin."


Fano melihat dan wajah Imel, apa kecurigaannya benar? "Kamu hamil sayang?" tanya Fano lalu Imel menaikkan bahunya tanda tidak tau.


"Ayo.. kita ke rumah sakit saja." Fano membantu Imel mencuci muka dan mengganti bajunya lalu segera turun untuk bertemu keluarganya yang telah ada di meja makan.


"Mami, papi.. kami akan ke rumah sakit titip J ya.." Pamit Fano sambil mengecup pipi Lusia lalu berganti ke J yang masih duduk santai menikmati suapan bubur dari Lusia.


"Ya ampun Imel kenapa pucat begitu? Kamu apain menantu mami Fano?" Tanya Lusia gemas melihat Fano yang biasanya lembut tapi kali ini mirip papinya.

__ADS_1


"Tenang mami.. ini kami mau ke rumah sakit, mungkin adiknya J sudah ada." Jawab Fano sebelum sang mami jadi macan betina lagi.


"Oh iyakah?" Tanya Lusia yang kini tertenyum cerah.


"Belum tau, nanti saja kita mau periksa dulu ya." Fano kembali pamit dan segera dia membawa Imel ke mobil lalu menelepon Bian untuk cancel meeting pagi ini dan undur ke besok siang.


.


.


"Tuan Fano dan Nyonya Imelda, selamat kandungannya sudah 7 minggu." Ujar dokter wanita itu dan wajah Fano berubah sangat bahagia begitu juga Imel.


"Terima kasih sayang.." Ucapnya lalu mengecup seluruh wajah Imel sampai dia kegelian.


Setelah selesai mereka kembali ke mobil untuk pulang tapi Imel yang sangat lapar pun meminta Fano berhenti karena dia melihat ada penjual bubur di tepi jalan.


"Jangan Imel.. itu gak sehat, minta mami buat aja ya.." Bujuk Fano tapi Imel sangat ingin makan bubur ayam gerobak itu karena sudah lama tidak mencicipinya.


Melihat wajah Imel menjadi sendu akhirnya Fano berhenti dan memundurkan mobilnya, dia tidak tega membiarkan Imel dan calon anaknya ngiler.


"Kita makan.. tapi lain kali minta mami atau pelayan yah." Pinta Fano dengan lembut dan Imel mengangguk senang lalu mengecup bibir Fano singkat.


"Jangan nakal.." Geram Fano yang gemas.


Pantas saja istriku yang pendiam dan tenang ini jadi hot dan liar, ternyata hormon kehamilan anak keduaku sungguh luar biasa, papi sayang kalian nak. ucap Fano dalam hati saat mereka menunggu bubur yang sedang dibuat.


"Wah enak.." Ucap Imel yang makan dengan lahap bahkan dia makan bubur sampai 2 porsi.


"Pelan-pelan." Fano mengusap bibir Imel yang belepotan bubur dan tersenyum senang melihat betapa cantiknya istri yang sedang mengandung anak mereka yang kedua.


TBC~

__ADS_1


__ADS_2