Jadilah Wanitaku

Jadilah Wanitaku
Ingin Melamar


__ADS_3

"Ma, lihatlah Grace, begitu sombong saat di depan pria itu!" gerutu Lizabert.


"Sudahlah! jangan ribut dengan adikmu, pria ini bukan orang sembarangan! mari kita pulang dulu!" ajak Anita yang melangkah pergi dengan diikuti oleh putrinya.


Setelah di luar rumah sakit, Grace menolak masuk ke dalam mobil Vic. ia pergi dan mengabaikan pria itu.


"Aku akan mengantarmu pulang," ujar Vic yang ikuti langkah Grace.


"Tidak perlu! hidupku sudah cukup suram, aku berharap kamu tidak membuatku tambah suram!" jawab Grace.


Vic tersenyum dan langsung mengendong gadis itu.


"Apa yang kamu lakukan? turunkan aku!" teriak Grace.


"Masuk ke dalam mobil! kalau kau tidak patuh jangan salahkan aku menculikmu," kecam Vic dengan sengaja.


Anita dan Lizabert yang melihat kemesraan Vic dan Grace, mereka merasa penasaran.


"Siapa pria itu dan kenapa dia begitu akrab dengan adikmu?" tanya Anita yang berdiri di pintu rumah sakit.


"Mungkin saja Grace yang mengodanya, kalau tidak mana mungkin gadis biasa seperti dia bisa berkenalan dengan pria sehebat itu," jawab Lizabert yang merasa dengki.


"Ma, aku baru ingat pria itu adalah pengusaha yang kaya raya, bisnisnya bukan hanya di dalam negeri tapi juga ada di beberapa negara," ucap Lizabert.


"Kau mengenalnya?"


"Aku baru ingat, atasanku ingin aku menemui dia untuk mengajak kerja sama," jawab Lizabert.


"Mari kita pulang sekarang! dan kamu ada kesempatan berkenalan dengan dia!" ajak Anita yang menghentikan sebuah taksi yang melewati jalan itu.


Setelah lima belas menit kemudian mereka pun tiba di depan rumah Grace. saat Grace keluar dari mobil Vic mengikutinya dari belakang.


"Untuk apa kamu ikut denganku?" tanya Grace yang menghentikan langkahnya dan melihat pria itu.


"Aku sudah berkali-kali menolongmu, apakah kamu tidak ingin mengundangku ke rumahmu untuk minum secangkir teh?" tanya Vic dengan senyum.


"Jangan mencari alasan! kalau kamu ingin minum, besok aku bisa mentraktirmu sebagai ucapan terima kasih!" jawab Grace.


"Aku hanya ingin ke rumahmu," kata Vic.


"Kamu adalah seorang pria, kalau masuk ke dalam, nanti tetangga akan menyebar gosip yang tidak baik!" ujar Grace.


"Aku bisa menjelaskan ke mereka jika sampai ada gosip," jawab Vic.


"Kamu tidak masuk akal sama sekali," ujar Grace.

__ADS_1


Tidak lama kemudian taksi yang membawa Lizabert dan Anita berhenti di sana.


Saat Anita turun ia langsung menghampiri mereka berdua.


"Tuan Andrianez, silakan masuk ke dalam dulu! biarkan Lizabert membuatkan secangkir kopi untukmu!" ujar Anita dengan sopan.


"Ma...ini sudah malam," kata Grace dengan nada agak kesal.


"Grace, jangan tidak sopan dengan tamu, biarkan kakakmu yang melayaninya," ucap Anita


"Terserah...," gerutu Grace yang melangkah masuk ke dalam rumah.


"Tuan Andrianez, silakan!" seru Lizabert dengan senyum.


Saat berada di dalam rumah Grace duduk sambil memeluk bantal sofa, sementara Vic duduk berhadapan dengannya. pria itu selalu memandang gadis itu yang mengabaikan dirinya dan bahkan tidak ingin melihatnya.


"Tuan Andrianez, silakan diminum!" ucap Lizabert yang meletakan secangkir kopi di atas meja.


"Tuan Andrianez, selamat datang ke rumah kami, apakah Anda sudah makan?" tanya Lizabert yang berdiri di samping Vic yang sama sekali tidak ingin melihatnya.


"Aku tidak lapar!" jawab Vic tanpa menoleh ke arah gadis itu.


"Kakak, apakah kamu bisa memasak? bagaimana kalau kamu memasak malam ini, aku yakin tuan Andrianez pasti akan tertarik dengan masakanmu," ujar Grace dengan sengaja mempermalukan kakaknya.


"Grace, kakakmu mau bicara dengan tuan Andrianez, kau pergilah masak!" kata Anita.


"Tidak mau! kelihatannya kakak tertarik pada tamu kita, jadi biarkan saja kakak yang memasaknya," jawab Grace dengan sengaja.


"Dia sengaja ingin memalukanku," batin Lizabert.


"Tuan Andrianez, ada yang ingin ku rundingkan, aku sebagai manager di perusahaan Letty Word, atasanku sangat berminat bekerja sama dengan Anda. bagaimana kalau kita--" kata Lizabert yang dipotong.


"Di saat aku tidak berada di perusahaan, aku tidak ingin membahas masalah kerja," kata Vic dengan bersikap dingin.


"Kalau begitu aku akan datang ke perusahaanmu untuk mem--" ucap Lizabert yang lagi-lagi dipotong oleh Vic.


"Tidak perlu! karena aku tidak berminat bekerja sama dengan kalian," ucap Vic.


"Tu--" ucap Lizabert yang terhenti.


"Hari ini tujuanku adalah ingin melamar Grace," kata Vic yang berterus terang.


"Uhuk...uhuk...," suara batuk Grace yang keselek air.


"Apa? melamarnya?" tanya Anita yang menunjukan ke arah Grace.

__ADS_1


"Benar! aku ingin melamarnya," jawab Vic dengan senyum.


"Tuan Andrianez, apakah kamu salah makan obat ya, kenapa tiba-tiba saja melamarku?" tanya Grace.


"Sudah ku katakan dari awal, aku ingin menjadikanmu sebagai wanitaku," jawab Vic


"Kamu jangan bercanda, karena tidak lucu sama sekali," ujar Grace.


"Katakan berapa yang harus ku bayar untuk menikahinya?" tanya Vic pada Anita.


"Memangnya aku barang atau boneka yang bisa dibeli?" tanya Grace dengan kesal.


Anita tidak bisa berkata-kata karena harapannya adalah pria kaya itu bisa tertarik pada putri pertamanya, akan tetapi keinginannya malah tidak tercapai.


"Kamu dilahirkan oleh ibumu, tentu saja aku harus membayar ibumu sebagai ganti," jawab Vic dengan senyum.


"Tidak usah bayar! karena kami tidak butuh uangmu, lagi pula mamaku adalah penjudi, berapapun yang kamu berikan. dia akan menghabiskan uang itu," jawab Grace dengan terus terang.


"Apa yang kau katakan? apakah kau tidak bisa diam!" tegur Anita yang merasa malu.


"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya," ujar Grace.


"Dua ratus juta dollar! kalau setuju maka uang ini adalah milikmu, tapi ingat setelah itu kalian berdua tidak berhak mencampuri kehidupan Grace," kata Vic.


"Du-dua ratus juta dollar?" tanya Anita yang langsung terbata.


"Apakah kamu bercanda atau sedang pamer hartamu? bagaimana kalau kakakku saja yang kau beli. selama ini dia mencintaimu secara diam-diam," kata Grace dengan sengaja.


"Yang ku inginkan adalah kamu," jawab Vic pada Grace.


"Tuan Andrianez, putri bungsuku masih muda, belum saatnya dia menjalin asmara dengan seorang pria. beda dengan putri pertamaku dia sangat dewasa dan juga wanita karier. siapa yang menikah dengannya pasti sangat beruntung," puji Anita dengan senyum.


"Selain itu, dia juga bisa melakukan pekerjaan rumah," lanjut Anita.


"Mengepel saja tidak tahu caranya, apakah ini namanya bisa melakukan pekerjaan rumah," gerutu Grace.


"Apakah kamu bisa diam!" ketus Anita pada Grace.


"Tuan Andrianez, Lizabert juga sangat ahli memasak, aku yakin dia sangat sesuai dijadikan istri," kata Anita.


"Goreng telur saja bisa menempel ke tembok dapur, apakah ini namanya bisa memasak," gerutu Grace.


"Lagi pula putri perta--" ucap Anita yang dipotong.


"Tidak perlu basa basi lagi! wanita yang ku inginkan adalah Grace.

__ADS_1


__ADS_2