
"Kami akan menuntutmu," ketus salah satu dari mereka.
"Grace, kau bersekongkol dengan temanmu membuat keributan di sini, kalian harus ganti rugi," ketus Manager.
"Manager, semua ini terjadi karena kelalaianmu sebagai Manager, di saat ada yang menindas karyawanmu kau malah tidak melindungi karyawanmu. dan upahku kau juga tidak ingin bayar. jangan berharap aku akan ganti rugi," bentak Grace yang ingin melangkah pergi akan tetapi Vic langsung menarik pinggangnya.
"Lepaskan tanganmu!" pinta Grace yang ingin melepaskan tangan pria itu.
"Jangan lupa bahwa kamu berhutang padaku!" ujar Vic.
"Kamu tidak masuk akal, jangan peluk aku lagi, cepat lepaskan tanganmu!" kata Grace.
"Hei, kau siapa...ha? aku bisa menuntutmu," kecam Manager.
"Mulai hari ini restoran ini menjadi milik bos kami, dan kamu sudah bisa pergi. restoran kami tidak membutuhkan manager sepertimu," ketus Will.
"A-apa? bos restoran ini?" tanya Manager itu.
"Iya, karena yang akan menjadi manager di sini adalah calon istriku," jawab Vic yang langsung mencium bibir gadis itu.
Grace lagi-lagi dikejutkan oleh ciuman pria itu yang tiba-tiba.
"Dasar mesum," ketus Grace dengan melepaskan ciumannya.
"Mulai hari ini kau akan menjadi manager di sini," ujar Vic dengan senyum dan mencium wajah gadis itu.
"Jangan menciumku lagi!" bentak Grace yang mendorong Vic menjauh darinya.
"Aku tidak mau bekerja di sini lagi kalau kamu menjadi bosnya," kata Grace yang melangkah pergi.
Vic hanya tersenyum melihat gadis itu pergi dengan emosi.
"Will, catat baik-baik nama mereka!" perintah Vic sambil menunjuk lima pemuda itu dan juga manager.
__ADS_1
"Baik, Bos," jawab Will.
"Sial sekali, ke mana pun aku pergi pasti bertemu dengan dia," gumam Grace.
Gadis itu berjalan menuju ke toko buku untuk melanjutkan pekerjaannya yang ketiga.
Di sisi lain Anita sedang makan bersama dengan putri pertamanya, Lizabert.
Lizabert adalah putri yang paling dia sayangi, sementara Grace walau juga putri kandungnya tapi Anita selalu saja mengabaikan dirinya. Anita selalu mengunakan putri bungsunya sebagai pelunas hutang. sementara Lizabert bekerja hanya untuk diri sendiri dan jarang membantu biaya ibunya.
"Di mana Grace, Ma?" tanya Lizabert sambil menyantap makanan.
"Sedang bekerja! biarkan saja. kamu makan saja sepuasmu!" jawab Anita yang mengambil lauk untuk putrinya.
"Apakah dia tidak makan?" tanya Lizabert.
"Dia bukan anak kecil lagi dan bisa urus diri sendiri," jawab Anita.
"Mama, lain kali jangan berjudi lagi, kalau saja masalah ini sampai tersebar aku harus menanggung malu," ujar Lizabert.
"Aku tidak peduli, asal jangan mengangguku saja. karierku sudah mulai membaik, aku tidak ingin terjadi sesuatu yang memalukan aku," kata Lizabert.
"Tidak akan! mama tidak pernah melibatkanmu," ucap Anita.
"Beberapa hari ini aku akan tinggal di sini, karena apartemenku sedang diperbaiki, ada yang rusak," kata Lizabert.
"Baguslah, kalau kamu tinggal di sini," jawab Anita dengan senang hati.
"Nanti pindahkan bantal dan kasur Grace ke gudang saja, aku tidak mau mengunakan barang bekas," ujar Lizabert.
"Mama akan memberimu kasur dan juga bantal yang kamu gunakan dulu! malam ini biarkan adikmu tidur di gudang saja," jawab Anita.
Jam dinding menunjukan pukul 23.00.
__ADS_1
Grace baru pulang dan lapar karena belum makan malam. ia sering pulang malam karena dirinya yang begitu sibuk. saat melangkah masuk ke rumah. ia melihat meja makannya hanya sisa tulang-tulang ikan dan ayam yang berserakan di sana.
"Setiap makan bukannya mau bersihkan," ketus Grace.
"Kau sudah pulang! jangan lupa cuci piringnya!" ujar Anita yang keluar dari kamar mandi.
"Apakah kakak di sini?" tanya Grace.
"Iya, mulai hari ini kakakmu akan tinggal di sini untuk beberapa hari, ingat besok siapkan sarapan untuk kakakmu sebelum kamu keluar, dan belilah ayam dan ikan juga. kakakmu sangat suka makan ayam dan ikan!"
"Kenapa tidak suruh dia masak sendiri dan beli sendiri saja? lihat ini...kalian makan sehingga berserakan di meja dan juga lantai, kenapa harus menungguku pulang untuk membersihkannya?" tanya Grace dengan kesal.
"Jangan memperhitungkan masalah kecil, lagi pula tidak ada salahnya kamu mengalah dengan kakakmu, kan?"
"Mengalah apanya? kenapa harus selalu aku yang mengalah?"
"Grace, dia sudah kewalahan bekerja dan jangan mencari masalah dengan kakakmu!"
"Iya kewalahan bekerja hanya untuk diri sendiri, memangnya dia memberimu berapa banyak uangnya sehingga mama begitu patuh dengannya? dia bekerja dan aku juga bekerja. walau aku bukan manager tapi setidaknya upahku yang tidak seberapa masih bisa untuk kita makan. sedangkan dia upahnya yang tinggi tapi tidak ingin membantu biayamu. jadi, untuk apa membanggakan dia!" ketus Grace dengan kesal.
"Dia adalah kakakmu, jangan seperti itu!"
"Mana lauk dan nasi untukku? aku baru pulang kerja dan belum makan juga."
"Mama hanya memasak lauk untuk dua orang, tidak memasak bagianmu. kamu makan saja roti kering yang ada di lemari itu!" jawab Anita.
"Kalian makan enak sementara aku harus makan roti kering, padahal yang kalian makan itu dari uangku. Ma, dari dulu kamu sering saja mengabaikan aku. tidak peduli aku ada makan atau tidak. kamu hanya mengutamakan dia. walau dia adalah kakakku memangnya kenapa? dia bukan ratu hanya tahu makan tidur di rumah. dan harus dilayani. aku bukan pembantunya," ketus Grace.
"Kenapa kau harus memperhitungkan masalah ini dengan kakakmu?"
"Terserah! malas aku banyak bicara, piring yang berserakan ini suruh saja dia yang cuci, aku bukan pembantu dia dan kalau dia tinggal sini gunakan uang dia sendiri untuk membeli makanan!" kata Grace yang berjalan menuju ke gudang yang di mana tempat yang harus dia tidur malam ini. Grace sudah sadar setiap kali kalau kakaknya pulang dia harus tidur di gudang kecil yang panas dan dipenuhi barang-barang yang tidak berguna.
"Dasar anak suka memberontak," guman Anita.
__ADS_1
Grace hanya duduk semalaman karena tidak bisa tidur di ruang yang begitu sempit dan juga panas. dalam hatinya sangat kecewa terhadap keluarganya sendiri. dari sejak kecil ibunya memang lebih mengutamakan kakaknya.
"Kenapa bisa memiliki keluarga seperti ini, andaikan ada uang simpanan aku pasti sudah tinggal di luar. memangnya kenapa kalau putri paling tua? setiap kali pulang harus aku yang membersihkan kamarnya, mencuci pakaiannya, memasak untuknya, semua yang dia butuh aku yang siapkan. bahkan ratu saja masih sibuk dengan urusan negara. sedangkan dia hanya manager saja sudah sombong," ketus Grace.