Jadilah Wanitaku

Jadilah Wanitaku
Emosi Grace


__ADS_3

Makan malam bersama.


Vic mengambilkan lauk ke piring Grace, gadis itu yang masih trauma dan tidak bisa menerima perbuatan keluarganya ia hanya diam dan makan nasi putih.


"Makan lauknya, jangan hanya makan nasi putih saja!" ucap Vic.


"Terima kasih!" ucap Grace dengan singkat.


"Tidak perlu ucap terima kasih denganku!"


"Bagaimana kamu bisa tahu keberadaanku?"


"Maaf, aku mengetahuinya karena aku memasang alat pelacak di handphonemu. sudah begitu malam tapi titikmu bisa berubah tempat. dan aku langsung mengejar titikmu," jawab Vic.


"Untuk apa kamu melakukan ini?"


"Aku hanya ingin melindungimu dari belakang, aku tahu hidupmu tidak aman selama ini. sebenarnya yang melibatkan mu dalam bahaya adalah keluargamu sendiri. oleh karena itu aku harus berwaspada dengan kondisimu," jawab Vic.


"Lucu, bukan? yang mengorbankanku berkali-kali adalah wanita yang melahirkanku, di matanya hanya ada Lizabert. sementara aku bukan siapa-siapa baginya," kata Grace dengan penuh kecewa.


"Mulai hari ini tinggal saja di sini, mereka tidak akan bisa menyakitimu lagi."


"Keluar dari sarang harimau dan masuk ke sarang serigala, apa bedanya?"


"Apakah kamu menganggap aku adalah serigala?" tanya Vic.


"Sejujurnya aku merasa kamu adalah mafia atau sekelompok orang yang berbahaya," jawab Grace.


"Kenapa kamu bisa berpikir demikian?"


"Sudah berapa kali anak buahmu tiba-tiba muncul di mana saja kamu berada, kamu bukan pebisnis biasa."


"Kamu meragukan ku dan menolakku, apakah karena ini sebabnya?"


"Aku tidak tahu, selama ini hidupku selalu saja ada masalah. aku hanya tidak ingin ada masalah baru," jawab Grace.


"Grace, percayalah padaku, aku tidak akan mengecewakanmu. menikahlah denganku dan kita akan hidup bahagia," ucap Vic.


"Kenapa harus aku? apakah ini adalah cinta atau hanya suka sebagai pria dan wanita?"


"Berikan aku waktu untuk membuktikannya," jawab Vic.


"Masalah pribadimu saja tidak jelas, bagaimana aku bisa percaya padamu. sedangkan keluargaku saja tidak bisa dipercaya, apa lagi orang luar," kata Grace.

__ADS_1


"Kalau kamu ingin mengetahui semuanya aku akan memberitahumu tentang hubunganku dengan dua wanita yang sebelumnya bersamaku," ujar Vic.


"Tapi, makanlah dulu, setelah itu tidurlah, dan besok aku akan memberitahu semuanya. tidak akan ada rahasia diantara kita," ucap Vic.


"Aku ingin menemui mama dan kakakku, aku ingin pulang!"


"Apakah...kamu masih ingin tinggal bersama mereka?"


"Tidak ingin! aku akan mencari penginapan di luar. aku hanya ingin pulang mengambil pakaianku," jawab Grace.


"Kamu bisa tinggal di sini."


"Walau aku bukan orang terkenal, tapi aku tidak ingin mereka menganggapku sebagai simpananmu," ujar Grace.


Keesokan harinya.


Vic menemani Grace pulang ke rumahnya. Anita dan Lizabert sedang makan enak di siang itu. tidak ada kekhawatiran yang terlihat di wajah mereka. begitu santainya melahap makanan lezat yang ada di depan mereka.


"Ma, setelah ini hutang mama sudah berkurang, jangan cemas kalau mereka datang lagi," ujar Lizabert.


"Iya, benar katamu. tapi...," jawab Anita.


"Tapi apa?"


"Vic Andrianez tidak akan tahu siapa pelakunya, kita bisa anggap saja penculikan, setelah dua puluh empat jam kita pura-pura saja melapor ke polisi bahwa adik kita menghilang. dengan begitu tidak ada yang akan mencurigai kita," jawab Lizabert.


"Dia adalah adikmu, apakah kita tidak pergi melihat bagaimana kondisinya?"


"Tidak usah, kita pura-pura tidak tahu saja, lagi pula keperawanannya tidak penting, jadi lebih baik diberikan kepada penagih hutang. dengan begitu maka kita juga aman dan tidak akan ditagih," jawab Lizabert.


"Dan Vic Andrianez pasti tidak akan mau lagi bersama dia," batin Lizabert.


Brak..


Suara bantingan pintu dengan keras yang dilakukan oleh Grace sehingga mengejutkan Anita dan Lizabert.


"Grace...," seru Anita yang bangkit dari tempat duduknya.


"Ke mana saja kamu semalam? kenapa tidak pulang ke rumah?" tanya Lizabert dengan pura-pura.


"Apakah kalian begitu membenciku?" tanya Grace yang melihat mereka berdua dengan tatapan kecewa.


"Tuan Andrianez, bagaimana Anda bisa bersama adikku? apakah dia menimbulkan masalah di luar?" tanya Lizabert.

__ADS_1


"Seharusnya kalian bertanya saja pada diri sendiri," jawab Vic.


"Makan siang kalian sangat mewah, ada udang, ayam dan sayur. selama ini aku belum pernah makan lauk ini di rumah.apakah kalian sedang merayakan sesuatu?" tanya Grace.


"Tidak ada! ini hanya makan siang biasa, karena kamu sudah pulang mari kita makan bersama," jawab Anita dengan senyum paksa. walau sebenarnya ia sedang cemas.


"Makan siang biasa? apakah memang tidak ada hal lain?" tanya Grace sambil menahan emosi.


"Adik, semalaman kamu tidak pulang kami begitu khawatir denganmu, sehingga kami tidak bisa tidur. dan sekarang kamu sudah pulang dan tanpa penjelasan kamu langsung menyalahkan kami."


"Khawatir denganku tapi masih bisa menikmati makan mewah di siang hari, alasan yang luar biasa," ucap Grace yang emosi dan membalikkan meja makan itu sehingga lauk-lauk tumpah ke lantai.


Brak...


Prang...


"Hei, apa yang kau lakukan?" bentak Lizabert dengan nada tinggi.


Plak...


Tamparan yang dilakukan oleh Grace yang mengenai wajah Lizabert.


"Aarrgghh...," jeritan Lizabert yang kesakitan.


"Jangan pukul kakakmu! sejak kapan kamu begitu berani!" bentak Anita.


"Masih lumayan aku tidak mengambil nyawanya," ketus Grace yang mendorong Lizabert hingga tersungkur.


Brugh..


"Aarrghh...," jeritan Lizabert yang kesakitan.


"Selama ini kau selalu saja menganggap dirimu sebagai ratu, tidak pernah ingin membantu keluarga dan aku yang menanggung semuanya, tapi apa yang aku dapatkan? kau dan mama selalu saja mengabaikan aku. seakan-akan semua harus ditanggung olehku dan kau hidup dengan bebas di luar sana. pulang ke rumah hanya tahu mengatur orang untuk melayanimu!" bentak Grace.


"Grace, cukup! jangan bersikap tidak sopan dengan kakakmu," bentak Anita yang menghampiri Lizabert yang terkapar di lantai.


"Diam!" teriak Grace pada ibunya sehingga mengejutkan ibunya yang tidak pernah melihat emosi putrinya yang sedang memuncak.


"Anita, kau adalah wanita yang melahirkan kami berdua, tapi dari sejak kami masih kecil aku selalu diabaikan, dirimu sama sekali tidak peduli padaku. kau hanya peduli pada anakmu ini. aku seperti anak tirimu yang harus menyelesaikan masalah dengan cara sendiri tanpa bantuan dan dukunganmu. sementara dia selalu saja mendapatkan segalanya. apa yang aku dapatkan asal dia meminta maka kau mengambilnya dariku dan memberikan kepada dia. tapi aku hanya diam walau sebenarnya aku sangat kecewa karena memiliki orang tua sepertimu," bentak Grace yang mengeluarkan air mata.


"Selama ini kau hanya tahu berjudi, setiap kau kalah aku yang menjadi incaran mereka. apakah kau tahu aku takut setiap saat, aku takut mereka akan menjualku atau membunuhku. tapi kau sebagai ibuku tidak pernah memahami perasaan takut yang aku alami. aku selalu dikejar oleh mereka. karena perbuatanmu aku dipecat dan harus mencari pekerjaan lain untuk melunasi hutangmu. tapi kau tidak pernah memikirkan kondisiku," ujar Grace.


"Aku takut sekali saat pergi dan pulang kerja. bahkan saat aku tidur di rumah sendiri aku juga takut aku akan diculik. dan akhirnya apa yang aku takutkan benar-benar terjadi," kata Grace yang histeris.

__ADS_1


__ADS_2