Jadilah Wanitaku

Jadilah Wanitaku
Grace Diganggu


__ADS_3

"Bos," suara panggilan Will.


"Apakah dia adalah teman pria yang akrab dengannya?" tanya Vic dengan melirik tajam pada asistennya.


"Iya, Bos. dialah orangnya," jawab Will.


"Bukankah sudah ku perintahkan jauhkan mereka," kata Vic.


"Segera ku lakukan!" jawab Will.


Vic masuk ke mobilnya begitu juga dengan Will.


Grace yang sedang sibuk dengan pekerjaan bagian dapur ia tidak sadar bahwa Vic sedang mengikutinya. pria itu berada di restoran dan memesan makanan di sana.


"Bos, nona Grace akan lepas kerja pada pukul 17.00. dan pukul 18.00 akan masuk kerja lagi di toko buku," ujar Will.


"Bekerja sepanjang hari hanya demi upah yang tidak seberapa," ketus Vic.


"Lebih menyedihkan adalah semua upahnya digunakan untuk membayar hutang," kata Will.


"Wanita itu harus diberi pelajaran karena suka berjudi, aku tidak peduli dengannya. tapi apa yang dia lakukan Grace yang harus menanggungnya," ucap Vic.


"Apakah Bos ingin aku melakukan sesuatu?" tanya Will.


"Beri pelajaran pada ibunya, agar dia tidak menyulitkan Grace di masa depan!" perintah Vic.


"Baik, Bos," jawab Will.


Sementara Grace yang sedang mencuci piring ia menepuk pundaknya dan juga pinggangnya.


"Pegal sekali, hari ini belum duduk walau hanya lima menit. mudah-mudahan besok aku bisa bangun dan bekerja!" gumam Grace.


"Grace, cepat ke sini! kita tidak cukup kaki tangan, bantu menghidangkan makanan!" perintah Manager dengan nada tinggi.


"Manager, tapi perjanjiannya aku hanya di bagian dapur."


"Kamu hanya memiliki dua pilihan, kerja atau tidak. kalau kamu menolak besok kamu tidak perlu masuk kerja lagi," ucap Manager dengan tegas.


"Iya, akan ku kerjakan!" jawab Grace yang terpaksa nurut.


"Kalau bukan karena aku butuh uang, aku juga tidak akan mau kerja yang bukan di bagianku, setiap kali juga begini. mengaturku kerja ini itu dan membayar upah yang tidak sesuai dengan pekerjaanku," batin Grace.


Restoran yang kedatangan pelanggan membuat Grace kesibukan melayani para pelanggan.Vic yang sedang duduk di ujung sana ia selalu memandang ke arah gadis itu.


"Grace, bawa ke meja delapan belas!" perintah Managernya.


"Iya, aku tahu!" jawab Grace sambil menghidangkan lauk-lauk ke atas meja bundar yang telah ditunggu oleh lima pelanggan.


Lima pria itu adalah pemuda kaya raya yang suka bermain wanita. tatapan mereka terhadap Grace adalah sebuah tatapan yang berniat jahat.

__ADS_1


"Nona cantik, bagaimana kalau kamu temani kami makan bersama!" ajak salah satu pemuda yang menyentuh tangan Grace.


"Maaf, aku tidak bisa!" ucap Grace yang berusaha sopan.


"Nona, makan bersama kami dan kami akan membayar lebih," ajak salah satu pemuda itu yang menyentuh bagian punggung Grace.


"Kurang ajar!" bentak Grace yang menampar wajah pria itu.


Plak..


"Aarrggh...," jeritan pria itu yang ditampar oleh Grace


"Kurang ajar! berani sekali kau menamparku!" bentak pria itu sambil menghentakan mejanya


Prak..


"Siapa yang bertanggung jawab di sini?" bentak pemuda itu dengan kesal.


"Saya adalah Manager di sini, ada yang bisa saya bantu?" tanyanya yang langsung menghampiri lima pemuda itu yang sedang kesal.


"Bagaimana caranya pelayan kalian melayani pelanggan...ha? dia berani sekali menamparku, aku ingin kalian ganti rugi karena wajahku sudah terluka," bentak pria itu.


"Grace, apa yang kamu lakukan? cepat minta maaf!" perintah Manager.


"Aku tidak bersalah, kenapa harus minta maaf?" jawab Grace dengan kesal.


"Tapi kau sudah menampar pelanggan kita, makanya kau harus minta maaf!"


"Apa kau tidak ingin bekerja lagi? cepat minta maaf sekarang juga! kalau tidak, maka upahmu tidak akan keluar!" bentak Manager.


"Kenapa tidak keluar? selama ini aku bekerja sesuai perintahmu, bahkan melayani pelanggan saja bukan bagianku. tapi aku tetap melakukan walau kamu tidak membayar upahku," jawab Grace.


"Manager, kelihatannya pelayanmu ini cukup berani, aku bisa saja menuntutnya karena menamparku."


"Maaf, atas kejadian yang tidak menyenangkan, gadis ini aku ku pecat sekarang juga," ucap Manager.


"Manager, dia bersalah kenapa aku yang dipecat?" tanya Grace dengan kesal.


"Karena restoran kami tidak butuh pekerja yang tidak sopan sepertimu," bentak Manager.


"Baiklah, aku pergi! dan bayar upahku dulu!" pinta Grace.


"Kau menimbulkan masalah besar dan masih berani meminta upah," ketus Manager.


"Manager, dari awal aku sudah tahu sebenarnya kamu tidak berniat sama sekali untuk membayar upahku, kan?"


"Jangan banyak bicara! pergi!" bentak Manager.


"Aku akan pergi," kata Grace yang mengambil sepiring lauk dan menempelkan ke wajah Manager itu.

__ADS_1


"Makan saja uang haram itu," bentak Grace dengan kesal dan ingin melangkah pergi.


"Hei, begitu mudahnya kau ingin pergi begitu saja," kata salah satu pria itu yang menarik lengan Grace.


"Singkirkan tanganmu!" bentak Grace yang menepis tangan pria itu.


Lima pria kaya itu mendekati Grace dengan tatapan jahat. karena berniat ingin mempermainkan gadis itu.


"Tubuhmu sangat langsing, wajahmu cantik. kau bisa mengunakan tubuhmu untuk meminta maaf dengan kami," ujar salah satu dari mereka yang ingin menyentuh Grace.


Saat mereka semakin dekat tiba-tiba saja seseorang yang menampar mereka berlima secara bersamaan.


Plak...


Plak...


Plak...


Plak...


Plak...


"Aaarrghh...," jeritan mereka yang terkapar akibat tamparan kuat yang dilakukan oleh Vic hanya dalam sedetik.


Grace yang melihat gerakan pria itu yang begitu cepat ia menjadi tercenggang karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Wah...apa kamu mengunakan jurus tanpa bayang?" tanya Grace.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Vic.


"Aku tidak apa-apa, mereka yang tidak baik," jawab Grace yang melihat mereka terkapar dengan wajahnya mereka yang bengkak.


"Kau siapa, berani sekali menampar kami," bentak salah satu pemuda itu.


"Aku siapa? apakah kau layak mengetahui siapa aku," bentak Vic yang menendang pria itu sehingga menyebabkan pria itu langsung terhempas ke meja


Brak...


Meja bundar yang mereka gunakan tadi kini telah patah berbelah dua.


"Aarrggh...," jeritannya yang kesakitan.


Empat temannya bangkit dan sama-sama menyerang Vic.


Vic menahan tangan mereka dan kemudian membanting mereka satu persatu ke meja yang patah tadi, sehingga menimpa temannya yang masih terkapar dan kesakitan.


"Wah...cepat sekali gerakanmu, hebat sekali," ucap Grace.


"Grace, apa kau tahu apa yang sudah kau lakukan? kau harus mengantinya," ketus Manager.

__ADS_1


"Ganti? aku tidak akan ganti," jawab Grace.


"Kalian dari keluarga mana? berani sekali menimbulkan masalah," tanya Vic.


__ADS_2