
"Hei, apakah kalian tidak tahu siapa aku?" bentak pria itu dengan nada tinggi.
"Siapa namamu?" tanya Grace.
"Namaku adalah Kelvin Parades."
"Lalu, kenapa?" tanya Grace.
"Aku bisa saja merusakan nama baik restoran ini," kecam Kelvin dengan angkuh.
"Rusakan saja! lagi pula ini bukan masalah besar bagi atasan kami, restoran memiliki pelanggan sepertimu apa gunanya," ketus Grace.
"Kalian sangat berani melawan pelanggan, percaya atau tidak aku akan membuat restoran kalian tutup," kecam Kelvin.
"Lakukan saja kalau kau sanggup, lagi pula walau tanpa restoran ini atasan kami juga tidak akan bangkrut," bentak Grace.
Karena merasa kesal Kelvin ingin melayangkan tangannya ke wajah Grace. niatnya langsung dihentikan oleh Martinez yang menahan tangannya.
"Jangan bertindak kasar terhadap wanita!" bentak Martinez yang mengenggam tangan pria itu dengan erat.
"Lepaskan tanganmu," rintihan Kelvin yang tangannya kesakitan.
"Baru begini saja sudah bersikap sombong, lagi pula kami sudah minta maaf. tapi sifatmu itu sangat suka merendahkan orang lain!" ujar Grace.
"Aku akan menuntut kalian!" kecam Kelvin.
"Lakukan saja kalau memang itu niatmu," kata Vic yang baru masuk ke dalam ruang makan itu.
"Kau siapa?" tanya Kelvin dengan ketus.
"Bukankah dia adalah Vic Andrianez?" tanya salah satu teman Kelvin.
"Benar! dan dia adalah atasan kami," sahut Grace.
"Kenapa, apakah tidak puas? menimbulkan keributan di sini sehingga menganggu karyawanku yang sedang bekerja. apakah kalian ingin mencari masalah denganku?"bentak Vic.
"Bu-bukan itu maksudku," jelas Kelvin
"Kenapa kamu ketakutan setelah melihat kemunculan atasan kami?" tanya Grace.
"Kelvin Parades, kau dan temanmu sangat berani menimbulkan keributan di sini, apakah kamu menganggap di sini adalah tempatmu? aku Vic Andrianez paling tidak suka dilawan," ketus Vic.
"Martinez, catat nama mereka semua!" perintah Vic.
"Baik, Bos."
"Tuan Andrianez, maaf. kami tidak bermaksud ingin melawan siapapun. kami hanya marah pada wanita ini yang sangat tidak sopan," jelas Kelvin.
"Wanita yang kalian sebutkan adalah calon istriku," bentak Vic.
"Calon istri?" tanya Kelvin.
"Benar! calon istriku. aku tidak suka ketika ada yang membentak istriku."
"Kenapa memberitahu orang lain bahwa aku adalah calon istrinya? padahal aku tidak ada niat menikah dengannya," batin Grace.
"Maaf, aku tidak tahu tentang ini!" ucap Kelvin.
"Keluar dari sini! sebelum aku memanggil pengawalku melempar kalian ke jalanan," bentak Vic dengan nada tinggi.
"Baik kami keluar, maafkan kami!" ucap mereka yang cemas karena sudah sadar dengan sikap Vic Andrianez.
__ADS_1
Kelvin dan temannya hanya bisa patuh dan meninggalkan restoran.
"Bos," seru Martinez.
"Urus masalah ini dengan baik! aku tidak ingin lagi mendengar nama mereka di dunia bisnis," perintah Vic.
"Baik, Bos," jawab Martinez yang kemudian melangkah pergi.
"Kenapa kamu mengatakan aku adalah calon istrimu?" tanya Grace.
"Kenapa, kamu tidak suka?" tanya Vic dengan senyum
"Kenapa aku harus suka? aku tidak ingin berita palsu tersebar. aku masih ingin hidup dengan tenang."
"Suatu saat mereka juga harus tahu siapa kamu, bukankah begitu?"
"Sudah kukatakan aku tidak ingin menikah denganmu!" bentak Grace yang ingin keluar dari ruangan itu akan tetapi langkahnya dihentikan oleh Vic yang menarik pinggangnya
"Hei, jangan sembarangan!" bentak Grace yang mendorong pria itu untuk menjauh darinya.
"Jangan melawanku terus! kau tahu kalau aku serius denganmu, aku ingin menikahimu ini adalah kenyataan," kata Vic yang memeluk pinggang gadis itu dengan erat.
"Dirimu adalah pria yang sudah menikah dan sekarang ingin menikahiku, apakah kamu menganggapku adalah mainanmu," bentak Grace.
"Tentu saja tidak! aku sudah lama tidak bersamanya, kami sudah pisah selama lima tahun. dan tidak ada salahnya aku mencari seorang wanita yang bisa menemaniku."
"Menemanimu yang mesum ini? aku tidak mau suatu saat muncul wanita lain dalam hubungan ini, cepat lepaskan tanganmu!"
"Tidak akan ada wanita lain selagi kamu setia denganku, aku bisa berjanji tentang hal ini."
"Janji dari pria mesum sepertimu siapa yang bisa percaya," ketus Grace yang berusaha melepaskan pelukan pria itu.
"Kenapa kamu tidak memberi kesempatan untukku? kita bisa mencoba menjalin hubungan kita!"
"Apakah kamu ragu denganku?"
"Tentu saja aku ragu denganmu, aku tidak mengenalmu dan kamu langsung melamarku, selain namamu aku tidak tahu apa-apa tentangmu!"
"Aku bisa memberitahu semua tentangku," kata Vic.
"Tidak perlu! karena aku tidak ingin menikah denganmu," jawab Grace yang mendorong Vic sehingga melepaskan pelukannya. gadis itu langsung keluar dari ruang makan itu.
"Grace Florencia, aku masih ada cara agar kau menikah denganku," gumam Vic.
Malam hari.
Grace yang sudah lepas kerja dia berjalan kaki untuk pulang ke rumahnya, seperti biasa gadis itu tidak mengunakan bus ataupun taksi demi hemat uang.
Saat ia sedang berjalan, Vic mengikuti dari belakang.
"Hentikan dia!"perintah Vic yang duduk di belakang mobil.
"Baik, Bos," jawab Will yang menghentikan mobilnya di depan Grace..
Tentu mobilnya yang menghadang di depannya membuat Grace terkejut dan langsung menghentikan langkahnya.
"Kalian?" ucap Grace yang melihat atasannya.
Vic keluar dari mobil dan menarik lengan gadis itu masuk ke dalam mobil
"Jangan menarikku!"
__ADS_1
"Masuk!"
"Apa yang kau inginkan dariku?" tanya Grace dengan kesal.
"Aku ingin kau setuju menikah denganku!"
"Tidak mungkin!"
"Apakah aku tidak baik untukmu?"
"Aku tidak mengenalmu," jawab Chris.
"Aku bisa memberitahu semua tentangku, agar kamu bisa memahamiku!"
"Sudah kukatakan aku tidak ingin mendengarnya," jawab Grace.
"Berhenti!" perintah Vic pada Will.
"Iya, Bos, jawab Will yang menghentikan mobil.
"Keluar!"
"Baik! jawab Will yang keluar dari mobil.
"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Grace yang melihat Vic mengunci pintu mobil.
Grace mencoba membuka pintu mobil akan tetapi usahanya gagal walau telah mencoba berulang kali.
"Aku dan dia berpisah karena dia selingkuh dengan pria lain saat aku di luar kota. bukan hanya itu saja, dia membawa selingkuhannya ke rumah yang ku belikan untuk dia. mereka bercinta dengan bahagia di rumah itu. selama bersamanya dia telah dua kali mengkhianatiku. sehingga pada akhirnya aku memgusir dia dari rumah," ungkap Vic.
"Kamu hidup sendirian selama lima tahun? sangat sulit dipercaya!"
"Kenapa sulit dipercaya?" tanya Vic.
"Seorang pria tidak mungkin bisa hidup dengan tanpa seorang wanita!"
"Kejadian itu membuatku trauma dan benci dengan wanita. oleh sebab itu aku tidak berencana menikah lagi," jawab Vic.
"Dan kenapa kamu melamarku dan memaksaku menikah denganmu?"
"Awalnya aku hanya ingin kamu menjadi wanitaku untuk menghilang kesepianku, dan kemudian aku baru sadar yang ku inginkan adalah lebih dari itu."
"Lebih dari itu? apa maksudmu?"
"Yang aku butuhkan adalah wanita yang bisa hidup bersamaku dan selalu setia berada di sisiku walau apapun yang terjadi," jawab Vic.
"Tapi kenapa aku yang kamu pilih?"
"Karena aku percaya padamu bahwa kamu adalah wanita yang bisa ku percaya," jawab Vic yang mencium bibir gadis itu. Vic mendorong Grace hingga berbaring di tempat duduknya.
"Jangan!" pinta Grace yang ditindih oleh Vic.
"Jangan melawan! kalau tidak, tidak akan ada yang bisa membantumu. apakah kau tahu selama lima tahun aku tidak menyentuh wanita setelah aku pisah dengan mantan istriku. dan sekarang aku sangat ingin melakukan denganmu. tapi aku masih bisa menahan diri," kata Vic yang berbisik di telinga Grace.
"Jangan sentuh aku!" pinta Grace yang ingin mendorong pria itu akan tetapi ia gagal.
"Aku hanya ingin ciumanmu, dan jangan melawan!" jawab Vic yang mencium bibir gadis itu.
"Sudah cukup!"ucap Grace.
Vic mengabaikan permintaan gadis itu dan melanjutkan ciumannya.
__ADS_1
"Em...em...," jeritan Grace yang dipaksa berciuman dengan Vic yang begitu na*su dengan bibirnya..