
Keesokan harinya.
Will kembali ke kediaman bosnya dan memberitahu semua apa yang dikatakan oleh Dicky.
"Grace adalah putri Harry Jhonsters?" tanya Vic yang hampir tidak percaya.
"Benar, Bos. Nona Grace dan Lizabert hanya seibu. dan tidak tahu bagaimana ceritanya Anita menikah dengan Harry Jhonsters dan kemudian ditinggal pergi," jawab Will.
"Hanya mereka yang tahu masalah ini, tidak ku sangka wanita itu masih saja tidak berubah. selalu saja mengorbankan Grace," ujar Vic.
"Bos, selanjutnya apa yang harus kita lakukan?"
"Bawa Anita dan kurung dia, aku ada pertanyaan untuk dia, aku ingin mengetahui semua masalah mereka. kalau memang Grace adalah putri Harry Jhonsters. maka dia harus bersatu dengan ayah kandungnya," jawab Vic.
"Baik, Bos," jawab Will.
"Undang Harry Jhonsters! aku ingin dia mendengar sendiri," perintah Vic.
"Baik, aku akan menemuinya!" jawab Will.
"Anita, karena tidak ingin Harry Jhonsters mengetahui Grace adalah putrinya, kau tega menyembunyikan putrimu sendiri. padahal dia adalah anak yang kamu lahir dari rahimmu sendiri. baiklah...karena semua ini bersangkutan dengan Grace maka aku akan meluruskan masalah ini," batin Vic.
Tempat tinggal Anita.
Lizabert sedang menghias dirinya dengan berpakaian rapi dan cantik, ia mengunakan lipstik merah dengan dipadukan dengan gaun yang berwarna merah.
"Apa yang kamu lakukan? kenapa kau berpakaian merah seperti ini? apakah ada jamuan?" tanya Anita yang melangkah masuk ke dalam kamar putrinya.
"Ma, mulai hari ini aku harus bisa menjaga penampilanku, aku tidak boleh lagi mengenakan pakaian murahan," jawab Lizabert.
__ADS_1
"Tapi, untuk apa melakukan itu?"
"Ma, aku adalah putri Harry Jhonsters, tentu saja harus berpenampilan seperti nona besar," jawab Lizabert.
"Lizabert, kau jangan aneh-aneh, untuk apa kau menghias dirimu seperti ini. dia juga tidak akan mengakuimu," ujar Anita.
"Ma, papa tidak memiliki anak dengan wanita itu, tidak mungkin dia tidak mengakuiku, tenang saja. dia pasti akan mengakuiku. karena suatu saat dia pasti butuh pewaris," jawab Lizabert.
"Kau boleh berharap tapi jangan bermimpi, apakah kamu tidak sedih karena adikmu yang telah dibawa pergi?"
"Untuk apa aku harus sedih? lagi pula Harry Jhonsters juga tidak tahu kalau dia memiliki dua orang putri, cukup aku saja yang menjadi putrinya."
"Dia adalah adikmu, tapi dirimu sangat kejam," ketus Anita.
"Jangan salahkan aku! karena aku belajar darimu, bukankah mama juga tega pada Grace. selama ini mama selalu saja mengunakan dia sebagai pelunas hutang," ujar Lizabert.
"Semua ini juga karenamu, apapun yang terjadi mama hanya melindungimu," kata Anita.
"Dari sejak kau masih kecil, semua biayamu juga dari uang judiku. kalau tidak, mana mungkin kau bisa membesar," ketus Anita.
"Kau harus pergi mencari pekerjaan, jangan cuma makan dan tidur saja!"
"Kenapa aku harus mencari pekerjaan? aku adalah manager!"
"Manager? sampai kapan kau ingin membohongiku? mama sudah tahu, kau telah dipecat," ujar Anita.
"Kenapa mama bisa tahu?" tanya Lizabert dengan nada kesal.
"Karena mama pergi ke tempat kerjamu, mereka mengatakan bahwa kamu bermalas-malasan dan suka mencari masalah dengan karyawan lain sehingga atasanmu marah besar dan memecatmu," jawab Anita.
__ADS_1
"Jangan bermimpi lagi, lebih baik kau cari pekerjaan lain," ketus Anita.
"Untuk apa aku harus bekerja? aku adalah putri Harry Jhonsters, dan hanya perlu menunggu warisannya setelah dia meninggal," jawab Lizabert dengan bangga.
"Kau sangat tidak tahu malu," kata Anita.
Tuk...tuk...
Ketukan pintu yang terdengar dari luar.
Anita yang mendengar ketukan itu, ia langsung berjalan menuju ke pintu.
Klek.
"Nyonya Anita," sapa Will.
"Untuk apa kamu datang lagi? aku tidak tahu siapa yang membawa Grace pergi," kata Anita yang agak cemas.
"Kedatanganku kali ini bukan untuk bertanya tentang ini, tapi ada yang ingin bos kami tanyakan," jawab Will.
"Apa lagi yang kalian ingin tahu?"
"Ikut kami pergi dan jangan banyak bicara!" ujar Will yang memberi kode kepada anggotanya.
Anggotanya membekap mulut Anita sehingga wanita itu tidak bisa bersuara. dan tidak lama kemudian Anita tidak sadarkan diri.
"Ma, aku ingin keluar dulu," ucap Lizabert yang baru keluar dari kamarnya.
"Ma...siapa kalian?" teriak Lizabert yang melihat Anita ditahan oleh mereka.
__ADS_1
"Bawa dia juga!" perintah Will.
"Jangan! jangan!" teriak Lizabert.