
"Menikah bukan hal kecil bagiku, aku tidak ingin ada hubungan ketiga dalam hubungan rumah tangga, dari kecil hidupku sudah cukup menderita karena ulah mamaku," ujar Grace yang dalam pelukan pria itu.
"Percayalah padaku, Grace. aku akan menjadi pelindungmu. di dunia ini aku tidak memiliki siapapun dan kau akan menjadi anggota keluargaku satu-satunya," kata Vic.
"Apakah kamu masih tidak percaya padaku? tanya Vic yang melepaskan pelukannya.
"Seberapa dalam kamu mencintaiku?" tanya Grace.
"Aku tidak bisa mengukur seberapa dalam atau seberapa banyak, tapi aku yakin satu hal. bahwa perasaanku padamu adalah nyata. aku adalah pria sudah pernah gagal sekali dan aku tidak ingin gagal untuk kedua kali. aku hanya butuh kesetiaanmu saja. walaupun aku memiliki banyak anggota tapi bukan berarti mereka semua bisa ku percaya. dan aku berharap kamu menjadi orang yang paling ku percaya," jawab Vic.
"Apa pekerjaanmu?" tanya Grace.
"Terus terang aku adalah seorang pengusaha dan juga mafia, oleh sebab itu aku memiliki banyak anggota yang melindungiku dan mereka juga akan melindungimu," jawab Vic.
"Bagaimana dengan mantan istrimu, apakah dia tidak datang mencarimu lagi? aku tidak ingin setelah kita bersama dia datang menganggu kita."
"Jangan khawatir soal ini! dia sudah meninggal beberapa saat lalu, dia menghidap sejenis penyakit yang tidak bisa disembuhkan. tidak ada yang akan menganggu kita. jangan cemas!" jawab Vic dengan menyentuh wajah gadis itu.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan menikah denganmu, kalau suatu saat kamu menyakitiku aku akan pergi," jawab Grace yang memeluk pria itu.
"Tidak ada hari itu, kamu hanya bisa menjadi istriku dan aku adalah suamimu," ujar Vic.
"Aku tidak tahu lagi apa yang harus ku lakukan, atas kekecewaan ku terhadap mama dan kakakku akhirnya aku memilih menikah dengan pria yang baru aku kenal. padahal aku tidak memahaminya sama sekali," batin Grace.
"Aku berharap menikah dengan pria ini bisa mengubah nasibku dan tidak akan lagi hidup dalam ketakutan," batin Grace.
Setelah beberapa menit kemudian Vic melepaskan pelukannya.
"Mulai hari ini jangan ke mana-mana tanpa ditemani oleh anggotaku, aku ingin mereka melindungimu!" ucap Vic.
Vic mencium bibir gadis itu dengan pelukan erat, Grace yang telah memilih bersama pria itu ia pun pasrah dan membalas ciumannya.
Keesokan harinya
Anita yang sedang belanja di pasar ia membawa banyak barang belanjaan. dari sayur, ikan, ayam. dan lain-lain. semua yang dia belanjakan adalah makanan kesukaan putri pertamanya. saat dirinya sedang berjalan menuju ke rumahnya langkahnya terhenti saat melihat seorang pria paruh baya berjas abu-abu turun dari mobil.
__ADS_1
Mata Anita membuka dengan lebar karena tidak menyangka dengan kemunculan pria itu di sebuah tempat bersama dengan wanita yang elegan dan dewasa.
"Dia sudah kembali, bahkan sudah kaya. apakah wanita itu adalah istrinya?" gumam Anita yang dengan tidak percaya.
"Pria brengsek yang meninggalkanku dan dua orang putri, sekarang dia menikah dengan wanita lain sedangkan aku harus hidup melarat selama dua puluh tahun lebih," batin Anita.
Anita memperhatikan pria itu yang tidak lain adalah suaminya yang pergi meninggalkan dia dan dua putrinya. kini suaminya telah kembali bersama wanita lain dan menuju ke sebuah hotel mewah. dengan tanpa ragu Anita memasuki ke dalam dan menuju ke resepsionis.
"Nyonya, ada perlu kami bantu?"
"Aku ingin tahu siapa yang pria dan wanita tadi?" tanya Anita.
"Beliau adalah Direktur utama kami dan Nyonya Direktur."
"Siapa namanya?"
"Nama beliau adalah tuan Harry Jhonsters."
__ADS_1
"Harry Jhonsters, kau sudah menjadi Direktur utama hotel ini, kau hidup mewah dengan istri barumu dan aku dan putriku harus menderita selama ini," gumam Anita.