
Harry Jhonsters yang sedang kesal langsung melangkah masuk ke dalam ruangan itu dengan diikuti oleh Grace dan Vic.
"Anita...," bentak Harry dengan nada tinggi.
Anita yang melihat mantan suaminya ia sangat terkejut dan cemas.
"Harry...."
"Apakah yang kau katakan tadi adalah benar? bahwa Grace adalah putriku?" tanya Harry dengan ketus.
"I-itu...sebenarnya...," jawab Anita yang terhenti.
"Katakan semuanya padaku sekarang juga? kau menyuruh mantan suami itu menculik Grace karena kau tidak ingin aku bertemu dengan Grace? kau sengaja ingin anakmu ini muncul di hadapanku karena ingin aku mengakuinya padahal dia bukan putri kandungku," bentak Harry.
"Harry, dengarkan dulu penjelasanku, tidak seperti yang kau katakan," jelas Anita.
"Lalu, apa kebenarannya? gadis ini putri siapa? apakah putriku atau bukan?" tanya Harry.
"Ma, jangan berbohong lagi, kenapa selalu saja menganggapku sebagai orang asing. apa salahku selama ini? aku bukan mainanmu aku adalah manusia. kenapa kau tidak menganggapku sebagai manusia," ketus Grace.
"Anita, aku berharap kau memberitahuku semuanya, sebelum kesabaranku hilang!" kata Harry dengan ketus.
__ADS_1
"Iya, apa yang aku katakan semuanya benar, Grace adalah putri kandungmu," jawab Anita dengan kesal.
"Lalu, kenapa kau menyembunyikan hal ini? dan yang paling tidak bisa dimaafkan adalah kau berbohong padanya bahwa aku sudah meninggal," bentak Harry.
"Aku tahu aku salah melakukan ini, tapi kau tidak bisa menyalahkan aku juga karena melakukan ini," kata Anita.
"Jadi, apakah menurutmu aku yang salah?" tanya Harry dengan nada kesal.
"Saat itu kau pergi begitu saja tanpa berkata apapun, bagaimana aku bisa memberitahu bahwa Grace adalah putrimu. mana mungkin aku membiarkan dia mengenalmu," jawab Anita.
"Walaupun begitu kau juga tidak bisa menyuruh pria breng.sek itu menculik Grace hanya karena kau ingin menjauhkan dia dariku," bentak Harry.
"Anita, kalau bukan karena sifatmu yang tidak ingin berubah, maka di saat itu aku tidak akan memilih pergi," bentak Harry.
"Itu hanya alasanmu karena ingin menikahi wanita kaya," ketus Anita.
"Saat itu kau sudah suka berjudi dan tidak peduli anakmu dan suamimu, yang paling menjijikan adalah demi uang kau jual diri kepada mantan suamimu itu," kata Harry.
Anita langsung terdiam saat mendengar ucapan mantan suaminya.
"Kita sudah menikah di saat itu, aku berusaha bekerja demi keluarga kita, aku juga menerima Lizabert sebagai putriku. tapi, apakah kau pernah berpikir di mana letaknya kesalahanmu," kata Harry.
__ADS_1
"Uang yang aku dapatkan juga membantu keluarga kita," jawab Anita.
"Membantu keluarga kita dengan cara berjudi hingga jual diri? apakah kau tidak merasa bersalah sama sekali?" bentak Harry.
"A-aku---"
"Tidak perlu lagi membahas soal itu, saat itu aku pergi karena sudah cukup bersabar denganmu. kau berjudi dan melakukan hubungan dengan mantan suamimu di belakangku. oleh karena itu aku langsung menceraikanmu dan pergi tanpa pamit. aku merasa pernikahanku hancur karena memiliki seorang istri yang tidak tahu diri. aku menyesal sehingga aku memutuskan untuk pergi," ungkap Harry.
"Tapi aku tidak menyangka kepergianku malah membuat putriku hidup kesulitan, aku bersalah selama ini," ucap Harry.
"Grace, andaikan di saat itu papa tahu dia sudah mengandungmu, mungkin papa masih tetap bersabar menunggumu dilahirkan baru kita pergi. maaf karena ini kesalahan," kata Harry.
"Jangan minta maaf! mama membohongiku selama ini, hingga saat ini kalau bukan karena Vic mempertemukan kita aku masih tidak tahu kalau papa masih hidup," jawab Grace.
"Grace, maafkan mama. mama....," ucap Anita yang terhenti
"Untuk apa minta maaf lagi? dari sejak aku kecil aku tidak pernah di anggap. setelah dewasa aku menjadi pelunas hutang bagimu. aku tidak tahu apa salahku sehingga diperlakukan seperti itu. aku cukup kecewa denganmu...."
"Kali ini demi berharap Lizabert hidup mewah, tanpa ragu kamu menyuruh ayahnya menyembunyikanku. kau sangat keterlaluan!" kata Grace.
"Vic, terima kasih karena sudah mempertemukan kami. aku tidak tahu kalau aku memiliki seorang putri," ucap Harry.
__ADS_1