
Grace yang sebagai manager ia memantau setiap pekerja restoran, saat itu ia menghentikan langkahnya melihat beberapa bos besar yang duduk di dalam ruang makan. salah satu pria yang berkaca kata sedang memarahi pelayan restoran yang menghidangkan makanan untuk mereka.
"Dasar pelayan tidak berguna, hanya hal kecil saja bisa melakukan kesalahan," ketus pria itu.
"Tuan, ada apa?" tanya Grace yang melangkah masuk ke dalam ruangan itu.
"Apakah kamu adalah manager di sini?" tanya pria berkaca mata itu.
"Benar! Tuan, apa yang telah terjadi, kenapa Anda begitu marah?" tanya Grace.
"Bagaimana kalian bisa memiliki pelayan yang tidak berguna ini, lihatlah kerja dia. dia telah menumpahkan jus dan mengenai jas yang ku pakai. dia tidak akan sanggup menganti rugi pakaian ku yang mahal ini," bentak pria itu dengan sombongnya.
"Maafkan kami, Tuan," ucap Grace yang berusaha sabar.
"Maafkan kalian? tidak semudah itu, tanpa kami apakah restoran kalian masih berlanjut," ejekan pria itu.
"Tuan, katakan saja apa yang harus kami lakukan?" tanya Grace dengan senyum paksa.
Pria itu melepaskan jasnya yang sudah kotor dan melemparkan ke wajah Grace.
"Ambil ini dan cuci sampai bersih! kalau saja masih ada bekasnya kau harus menganti yang baru!" bentak pria itu.
__ADS_1
"Tuan, kami akan bertanggung jawab, tapi tolong sikap Anda yang sopan!" ucap Grace sambil menahan emosi.
"Sopan? terhadap orang rendahan seperti kalian mana mungkin kami harus sopan. jangan sombong gadis kecil, hanya dengan sepatah kataku kau pasti akan dipecat."
"Tuan, tidak perlu memperbesarkan masalah kecil menjadi masalah besar! sudah kukatakan akan bertanggung jawab. kami akan mencuci hingga bersih dan kemudian mengantarnya ke alamat Anda. silakan tinggalkan alamatnya!" jawab Grace.
"Nona, kelihatannya kau adalah pekerja baru, sebelumnya manager restoran ini adalah seorang pria. kenapa sekarang menjadi seorang wanita yang lemah dan bodoh."
"Oh...iya...aku bodoh, aku bodoh karena melayani orang bodoh sepertimu!" bentak Grace dengan kesal dan melempar jas ke wajah pria itu.
"Tidak tahu diri, kau hanya pekerja biasa sudah begitu sombong. apa kau tahu aku akan mengadu pada atasan kalian," bentak pria itu.
"Lakukan saja aku tidak takut!" ketus Grace.
"Restoran ini tanpa kalian juga tidak masalah, atasanku sangat kaya dia bukan mengandalkan pelanggan seperti kalian yang tidak berguna ini," ketus Grace.
"Panggil bosmu ke sini!" bentak salah satu dari mereka.
"Memang kalian siapa ingin bertemu dengan bosku...ha? kalau masih mau makan, silakan. kalau tidak mau, silakan pergi!" bentak Grace yang telah hilang kesabarannya. karena dirinya memang dikenal bukan orang yang penyabar.
"Keterlaluan!" bentak pria itu dengan nada tinggi.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Martinez memasuki ruang makan itu setelah menerima laporan dari pelayan restoran.
"Tuan, maaf. atas ketidaknyamanan ini!" ucap Martinez dengan sopan.
"Kau siapa?" tanya pria itu dengan ketus.
"Saya adalah pengurus restoran ini, Martinez."
"Pecat wanita ini sekarang juga!"
"Nona, cepat minta maaf dengan pelanggan kita!" perintah Martinez.
"Baiklah, aku akan meminta maaf," jawab Grace yang mengambil minuman dan siram kepala pria itu.
"Aku akan melapormu," bentak pria itu dengan emosi dan sambil mengelap wajahnya.
"Lapor saja! memang kenapa kalau orang kaya? aku tidak akan tunduk padamu. aku sudah minta maaf dari awal. tapi kau malah semakin sombong."
"Jangan berharap restoran kalian masih bisa berbisnis kalau atasan kalian tidak keluar bertemu denganku," ketus pria itu.
"Panggil saja bos keluar dan bertemu dengan dia," ujar Grace pada Martinez.
__ADS_1
"Dia tidak layak bertemu dengan bos kita," jawab Martinez.
"Benar juga! orang rendahan seperti dia mana layak bertemu dengan bos kita," ujar Grace.