
"Paman, Bibi, apa kabar? nama saya Grace," sapanya dengan ramah.
"Kabar baik, Grace. kamu sangat cantik, orang tuamu sangat beruntung memiliki putri sepertimu," sahut Angelina dengan senyum ramah.
"Bibi, terima kasih atas pujiannya," ucap Grace.
"Tuan Andrianez, bagaimana siang ini kita makan bersama!" ajak Harry.
"Baiklah!" jawab Vic dengan senyum.
Siang hari itu mereka makan bersama di restoran mewah sambil berbincang-bincang dengan gembira.
"Tuan Andrianez, tidak menyangka Anda sudah memiliki pujaan hati," ucap Angelina dengan bercanda.
"Kami baru bersama tidak lama," jawab Vic.
"Grace di mana orang tuamu?" tanya Harry.
"Papaku sudah meninggal saat saya masih kecil, dan mama saya tinggal bersama kakak," jawab Grace.
"Mamamu sangat beruntung memiliki putri secantikmu, bibi dan pamanmu yang telah lama menikah masih belum memiliki anak," ujar Angelina.
"Angelina, jangan bahas masalah ini di depan orang, kamu akan membuat orang merasa tidak nyaman," kata Harry pada istrinya.
"Maaf!" ucap Angelina pada Vic dan Grace.
"Tidak apa-apa, Paman, Bibi. kami tidak merasa tidak nyaman," jawab Grace.
__ADS_1
"Walau tidak memiliki anak juga bukan suatu masalah, yang penting saling setia dan saling mendukung," ujar Vic.
"Benar katamu, menjadi suami istri sampai tua tidak mudah, banyak halangan dan rintangan yang kami hadapi saat masih muda, saat itu Angelina selalu mendukungku. tanpa dia aku juga tidak bisa berhasil. hubungan yang kekal bukanlah karena adanya anak. tapi hati kita," jawab Harry.
"Harry, kamu sangat pergertian, kalau pria lain, mungkin aku sudah ditinggalkan," ucap Angelina.
"Paman dan Bibi begitu saling mencintai, mudah-mudahan pasangan yang lain bisa seperti kalian," kata Grace.
"Grace, kamu dan tuan Andrianez juga akan seperti kami!" ujar Angelina.
"Tuan Jhonsters, Nyonya, kalian harus hadir di hari pernikahan kami!" ucap Vic dengan senyum.
"Kita sudah lama kenal, hari besarmu kami pasti hadir, ha ha ha...," jawab Harry dengan tertawa gembira.
Di sisi lain Lizabert yang sedang duduk di dalam taksi ia masih sedang kesal dengan kejadian tadi. ia tidak puas karena diabaikan oleh ayah sendiri.
Saat Lizabert memandang keluar jendela ia melihat mobil Harry sedang parkir di depan restoran.
"Berhenti!" pinta Lizabert yang membayar uang kepada supir taksi dan kemudian ia pun keluar dari mobil.
"Dia ada di sini, ini adalah kesempatanku untuk membuat dia menerimaku," gumam Lizabert.
Lizabert melangkah masuk ke dalam restoran itu dan mencari keberadaan ayahnya.
Tidak lama kemudian ia menghentikan langkah karena mendengar suara yang tidak asing dari salah satu ruang makan itu.
"Andaikan kami memiliki putri seperti Grace, kami pasti sangat beruntung, karena bisa memiliki menantu sepertimu," suara Harry yang terdengar oleh Lizabert.
__ADS_1
"Kalau begitu Tuan Jhonsters bisa langsung mengangkat Grace sebagai putri angkat, bukankah dengan begitu kita sudah menjadi satu keluarga," kata Vic dengan tertawa.
"Kenapa mereka bisa bersama? gadis kampung itu kenapa bisa saja bersama dengan Harry? kalau saja sampai dia tahu Grace juga putrinya bukankah sama saja aku kehilangan kesempatan. tidak bisa...dia tidak boleh tahu," gumam Lizabert.
"Aku tidak boleh dilihat oleh Grace, kalau tidak, dia akan tahu kalau pria itu adalah ayah kami," batin Lizabert.
Tidak lama kemudian Vic bersama Grace dan Harry keluar dari ruang makan itu. mereka berempat berjalan sama-sama menuju ke pintu utama.
"Makan siang ini sangat puas, aku berharap lain kali kita makan bersama lagi," ucap Harry.
"Sudah pasti! kalau ada waktu atur saja jadwal pertemuan kita!" jawab Vic yang memegang tangan Grace.
"Aku akan menghubungimu di saat itu," kata Harry.
Di sisi lain Anita sedang bersama seorang pria di sebuah rumah kecil.
Pria itu sedang menyetubuhi Anita di atas kasurnya. ia bergerak maju mundur di atas tubuh wanita itu.
"Hei, apakah lain kali kau bisa memberiku lebih banyak beras? jangan hanya satu kilo saja, tidak cukup untuk dua hari," kata Anita yang berada di bawah pria itu.
"Kau masih tidak puas saja, selain mengunakan cara ini untuk mendapatkan beras, memangnya kau bisa mengunakan cara apa...ha? lagi pula tanpa beras dariku kalian makan apa selama ini? jangan lupa anakmu itu yang bukan darah dagingku juga makan beras dari pemberianku," ucap pria itu yang sedang melakukan dengan gerakan cepat. setelah mencapai puncak ia langsung mengeluarkan pusakanya.
"Walau dia bukan darah dagingmu, tapi kau jangan lupa, dia yang memberi makan anakmu selama ini," ketus Anita yang bangkit dan memakai celana da.lamnya.
Pria itu bernama Dicky, dia adalah mantan suami Anita. walau mereka sudah pisah akan tetapi selama ini mereka sering melakukan hubungan dengan secara diam-diam.
Setiap melakukan hubungan itu, sebagai bayarannya Dicky hanya memberikan sekilo beras kepada Anita.
__ADS_1