
"Kamu adalah mamaku, seharusnya kamu melindungiku dan bukan berkali-kali mengunakanku sebagai pelunas hutang. kenapa kamu berhati kejam padaku? apakah aku begitu membuatmu benci sehingga kau melakukan ini padaku," bentak Grace dengan emosi.
"Tidak seperti itu! Grace, aku hanya...," ucap Anita yang terhenti.
"Hanya apa? hanya menganggapku sebagai mesin uang yang selama ini bekerja hanya demi membayar hutangmu? apakah begitu teganya kau mengorbankanku...ha?" bentak Grace dengan nada tinggi.
"Putri kesayanganmu ini tidak ingin membantumu, tapi kau masih diam saja dan membelanya sehingga meminta pria itu menculik dan memperk*saku. kamu adalah mamaku tapi kenapa kamu begitu kejam padaku?" bentak Grace yang kecewa.
"Mulai hari ini aku tidak ingin bertemu dengan kalian lagi!" bentak Grace dengan kesal dan menuju ke gudang tempat tidurnya.
"Tuan Andrianez, semua ini tidak benar," ujar Lizabert.
"Aku bukan orang bodoh yang bisa kalian bohongi, aku yang menyelamatkan Grace dari pria itu, dan bajingan itu sekarang sudah ku lempar ke hutan. kalau kalian masih ingin hidup jangan pernah dekati Grace. karena mulai saat ini aku yang akan melindunginya," kecam Vic yang melangkah ke gudang itu.
Anita dan Lizabert mengikuti langkah pria itu. mereka cemas karena membiarkan Grace tidur di gudang yang tidak layak di tempati.
Saat Vic memasuki gudang kecil yang sangat sempit ia melihat di lantai hanya di alas kain tipis dan bantal, gudang itu sama sekali tidak ada jendela ataupun kipas.
"Apakah selama ini kamu tidur di sini?" tanya Vic.
"Iya, setiap putri kesayangan mama pulang aku pasti tidur di sini, untung saja masih ada gudang sempit ini. kalau tidak, aku pasti disuruh tidur di tepi jalan," jawab Grace sambil menyimpan pakaiannya
"Jangan bawa pakaianmu lagi! aku sudah menyuruh Jacky menyediakan pakaianmu!"
"Semua pakaianku ini walau bukan bahan yang berkualitas, tapi dibeli dengan gajiku sendiri," jawab Grace.
"Grace, di sini adalah rumahmu, kau ingin ke mana?" tanya Anita.
"Ke mana pun aku pergi tidak ada hubungan denganmu, mulai hari ini aku tidak akan peduli lagi dengan urusan rumah.aku tidak ingin menjadi korbanmu lagi!" ketus Grace.
"Tapi...."
"Tapi apa? apakah kalau aku pergi tidak ada yang akan membantumu melunasi hutangmu? bukankah putri kesayanganmu masih ada, uang dia malah lebih banyak dariku. sudah seharusnya dia menanggungmu. jangan salahkan aku tinggalkan kalian. karena aku hanya alat yang bisa kalian peralatkan. aku juga manusia yang butuh hidup dengan aman. tapi kalianlah manusia yang tidak berhati nurani," ketus Grace.
"Mulai hari ini Grace akan tinggal di rumahku, jangan mendekati dia ataupun ada yang datang menagih hutang lagi dengan dia. kalau sampai terjadi lagi maka aku yang akan menghancurkanmu!" kecam Vic pada Lizabert dan Anita.
"Lizabert Florencia, bukankah kau mengatakan keperawananku tidak penting? bagaimana lain kali kamu layani saja para penagih hutang itu. mungkin saja kamu tidak perlu mengeluarkan uang. gunakan saja tubuhmu," ketus Grace.
"Kau...," ucap Lizabert.
"Kenapa, tidak suka aku berkata demikian? tidak ada salahnya aku mengatakan itu, karena kita sama-sama dilahirkan dalam keluarga miskin. jadi untuk apa kau merasa tubuhmu berharga," ujar Grace dengan mengejek.
__ADS_1
"Mari kita pergi!"ajak Vic yang mengandeng tangan Grace pergi meninggalkan rumah itu.
Lizabert dan Anita hanya bisa pasrah dan tidak bisa menjawab apapun saat menerima kecaman dari Vic.
"Ma, dia pergi begitu saja, bukankah sama saja dia lepas tanggung jawab terhadap keluarga ini," ujar Lizabert yang tidak gembira.
"Lebih menakutkan adalah dia bersama Vic Andrianez," kata Anita.
"Kenapa dia selalu saja di depanku, aku sangat tidak puas," ketus Lizabert.
"Dia benar-benar pergi, dia pasti sangat marah karena keperawanannya hampir saja direnggut," ujar Anita.
"Cih...dia hanyalah wanita miskin, untuk apa utamakan keperawanannya," ketus Lizabert.
"Jangan bicara seperti itu! Keperawanan seorang wanita sangat penting, kamu jangan menganggap remeh soal itu!"
"Lalu, bagaimana makanan kita? dia merusakan makan siang kita begitu saja, semua lauk ini aku beli dengan uangku," ketus Lizabert.
"Mari bantu mama bersihkan dulu!" ujar Anita yang mengutip pecahan piring yang berserakan.
"Ini bukan kerjaku, aku ada manager tidak seharusnya menyuruhku bersihkan ini!" ketus Lizabert yang menuju ke kamarnya. setelah masuk ke dalam kamar wanita itu menutup pintu dengan keras.
Anita hanya bisa mengeleng-geleng kepala karena melihat sifat putri pertamanya itu.
Di sisi lain Grace terpaksa menurut dan tinggal di kediaman Vic.
"Kenapa aku harus tinggal di sini?" tanya Grace yang masih ragu.
"Apa kamu tidak menyukai tempat ini?" tanya Vic.
"Sepertinya tidak begitu baik aku tinggal di sini."
"Kalau kamu tinggal di luar,para penagih hutang masih akan mencarimu, dan di saat itu kau pasti akan dibawa pergi lagi. Anita berhutang pada banyak orang. jangan ikut campur lagi dengan urusan dia. tidak ada gunanya."
"Aku sudah bosan dengan mereka, di mata mereka aku hanya mesin yang menghasilkan uang untuk mereka."
"Anggap saja ini rumahmu, kamu bisa tinggal sampai kapanpun!"
"Aku akan pindah setelah aku mendapatkan tempat tinggal," jawab Grace.
"Ikut aku ke ruanganku!" ajak Vic yang memengang tangan gadis itu.
__ADS_1
"Untuk apa?"
"Ada yang ingin ku ceritakan," jawab Vic.
Ruangan pribadi.
Vic mengeluarkan kardus yang berisi barang-barang dari foto pernikahan, pakaian pengantin pria dan barang yang ada hubungan dengan mantan istrinya.
"Ini adalah foto pernikahanmu," ujar Grace yang melihat isi kardus itu.
"Benar! dia adalah istriku, wanita pertama yang bersamaku," jawab Vic.
"Untuk apa kamu tunjukan ini padaku?" tanya Grace.
"Aku tidak ingin merahasiakan masa laluku, pernikahanku gagal walau aku berusaha, tapi kalau hatinya tetap ingin berselingkuh apapun usahaku hanya sia-sia saja," jawab Vic.
"Semua barang ini ingin aku buang, karena bukan sesuatu yang harus ku simpan," kata Vic.
"Pakaian itu masih baru," ucap Grace yang melihat pakaian pengantin pria.
"Tapi tidak ada gunanya lagi, kalau disimpan terus," ujar Vic.
"Nama dia adalah Vanesa Lolita, kami berkencan dan menikah. awal pernikahan kami sangat bahagia. dan kemudian aku merasa ada yang aneh pada dirinya. suatu hari aku menyelidiki dengan mengutuskan seseorang untuk mengikutinya. dan kami mendapatkan bahwa dia berselingkuh di belakangku. pria itu adalah mantan pacarnya. mereka saling berhubungan sebelum kami menikah. dan aku baru menyadarinya setelah kami menikah," ungkap Vic.
"Aku memilih diam saja! dan setelah itu aku keluar kota karena urusan bisnis, tidak ku sangka dia menjalin cinta dengan pria lain di rumah yang ku belikan untuk dia. karena merasa dikhianati aku membalasnya dan menjalin hubungan dengan wanita yang selama ini mencintaiku, namanya Joline," lanjut Vic.
"Dia berselingkuh dan kamu melakukan hal yang sama. lantas, apa bedanya kalian berdua? bukankah sama-sama melakukan hal yang hina dan murahan," ujar Grace.
"Aku sangat marah dan benci, aku menguna Joline untuk melampiaskan kemarahanku," kata Vic.
"Apakah dengan cara ini kau merasa puas?" tanya Grace.
"Benar! dia sangat marah saat aku sengaja memberitahu dia bahwa Joline adalah wanita yang paling kucintai. setelah itu aku mengusir mantan istriku. sementara aku menbayar Joline dengan sejumlah uang," jawab Vic.
"Kamu dan istrimu sama-sama menakutkan," ujar Grace.
"Grace, aku hanya berniat membalas mantan istriku. aku bukan pria yang suka bermain," kata Vic.
"Kamu melamarku, kalau suatu saat kita menikah dan kita bertengkar apakah kamu juga akan menjalin cinta dengan wanita lain?"
"Grace, aku berjanji padamu aku tidak akan melakukannya, walau kamu bukan wanita pertama dalam hidupku, tapi kamu adalah wanita terakhir dalam hidupku," jawab Vic memeluk gadis itu.
__ADS_1