
Setelah kembali ke rumah, Anita meletakan barang belanjaannya di dapur sambil emosi. lalu ia mengeluarkan ikan dan meletakan di atas talenan.
"Pria si*lan, dia hidup begitu mewah dan menikah dengan wanita lain, sedangkan aku hanya mengenakan pakaian murahan dan makan seadanya. aku telah membesarkan putrinya dan dia malah bersenang-senang di luar sana," ketus Anita yang sambil memotong ikan.
Anita yang sedang kesal dia memotong ikan hingga hancur. dan sesaat kemudian ia menghentikan aksinya. tidak tahu apa yang dia pikirkan.
"Harry Jhonsters, kalau begitu jangan salahkan aku, aku ingin meminta pertanggungjawabanmu," gumam Anita.
"Ma, kenapa berisik sekali, aku ingin tidur...," teriak Lizabert yang berada di kamarnya.
Anita keluar dari dapur dan menuju ke kamar putrinya itu.
"Bangun jangan tidur lagi!" seru Anita yang membuka pintu kamar.
Klek..
"Ma, ada apa?" tanya Lizabert yang bangkit dan menunjukkan wajah kesal.
"Mama ingin bertanya padamu, kamu sudah lama cuti kerja. kenapa hingga sekarang masih belum masuk kerja? apakah terjadi sesuatu?" tanya Anita.
"Ma, kenapa tidak membiarkan aku tidur dengan tenang, kamu sangat berisik," ketus Lizabert.
"Selama kamu di rumah kamu malas bergerak, dari malam pukul 7 kau sudah tidur sampai besok siang kau bangun. siap makan siang kau tidur lagi sampai sore. pantas saja adikmu selalu mengatakan bahwa kau adalah pemalas," bentak Anita.
__ADS_1
"Mama, jangan berkata seperti itu! kenapa dirimu selalu saja membuat orang kesal," ketus Lizabert.
"Kalau kau masih tidak bekerja kita makan batu saja, uang sudah menipis."
"Minta saja dengan putrimu!"
"Bukankah kamu juga putriku? kenapa selama kau di sini tidak pernah mengeluarkan uang untuk biaya," ketus Anita.
"Cukup, Ma. jangan berisik lagi!" bentak Lizabert.
"Apakah kamu tahu, kalau kamu masih tidak ingin berubah sikapmu, bagaimana kau bertemu dengan papamu," bentak Anita.
"Ma, apakah kamu mabuk di siang hari? bukankah papa sudah meninggal dari sejak kami masih kecil," jawab Lizabert dengan kesal.
"Berbohong?"
"Kalau saat itu mama tidak berkata seperti ini, mana mungkin tetangga kita sudi membantu kita, kalian berdua butuh susu dan kebutuhan lainnya. mama hanya bisa mengunakan cara ini untuk mendapatkan keuntungan dari mereka. mama tidak bisa bekerja karena harus menjaga kalian berdua," ungkap Anita.
"Lalu, di mana papa sekarang? kenapa sekarang mama baru memberitahuku?"
"Dia sudah kembali, dan papamu sudah menjadi Direktur utama hotel mewah, namanya adalah Harry Jhonsters," jawab Anita.
"Ma, apakah benar kalau aku adalah putri orang kaya?" tanya Lizabert yang langsung turun dari tempat tidurnya.
__ADS_1
"I-iya, makanya kau harus berubah sikapmu dan dekati dia!"
"Tidak ku sangka aku adalah putri orang kaya. Mama, apakah papa juga memiliki anak dengan wanita itu?"
"Mama tidak tahu soal ini, kau hanya perlu berubah sikapmu agar tidak memalukan!"
"Bagaimana dengan Grace? apakah dia sudah tahu?"
"Dia tidak perlu tahu! dia sudah bersama Vic, dan tidak usah melibatkan dia," jawab Anita.
"Kalau saja papa bertanya, apa yang harus ku jawab?"
"Kau jangan khawatir! saat papamu pergi dia tidak tahu saat itu mama sedang hamil adikmu, waktu itu masa kehamilan mama baru usia dua bulan. oleh karena itu dia tidak tahu kalau dia memiliki dua orang putri. dia hanya tahu kamu saja," jawab Anita.
"Kalau begitu maka aku akan menjadi tuan putri, setelah itu aku tidak perlu lagi bekerja susah payah dan hanya duduk dengan santai menikmati makanan mewah. dan tinggal di ruangan yang lengkap dengan fasilitas tinggi," ujar Lizabert.
"Kamu jangan bermimpi dulu!lebih baik kamu pikirkan cara untuk mendekati dia!" ujar Anita.
"Baiklah, Ma. mulai hari ini aku akan berubah, aku adalah putri orang kaya. setelah papa mengakuiku maka aku ingin memberitahu rekan kerjaku. agar mereka merasa iri denganku!"
"Sudah! pergi mandi sana!"
"Iya," jawab Lizabert yang melangkah ke kamar mandinya.
__ADS_1
"Lizabert, mama hanya bisa mengunakanmu untuk mendekati Harry Jhonsters, mudah-mudahan dia bisa menerimamu. kejadian yang sebenarnya hanya mama dan papamu yang tahu," guman Anita.