
"Dasar mesum, cepat hentikan! jangan cium terus!" bentak Grace yang mengelak ke kanan dan ke kiri.
"Apakah kau tidak ada pengalaman berciuman?" tanya Vic dengan sengaja mengusik gadis itu.
"Apakah kamu mengira kalau kamu sangat hebat karena sudah bisa, lepaskan!" bentak Grace.
"Ini ciuman pertamamu?" tanya Vic dengan mengoda.
"Iya, ciuman pertamaku sudah hilang saat diparkiran," jawab Grace dengan kesal.
"Kalau begitu, maka kau harus menikah denganku. karena ciuman pertamamu sudah menjadi milikmu dan tentu dirimu juga sudah menjadi milikku," kata Vic dengan senyum.
"Tidak masuk akal!" bentak Grace.
"Apa kau sudah puas? cepat lepaskan!" ketus Grace yang mendorong pria itu yang menindihnya.
"Ha ha ha...kau sangat manis, membuatku tidak sabar ingin menjadikanmu sebagai istriku," ucap Vic.
"Aku ingin berhenti kerja, nasibku semakin suram kalau bekerja denganmu," bentak Grace.
"Ha ha ha...tenang saja! aku akan mengubahmu menjadi tuan putri asal kau sudi bersamaku," jawab Vic dengan tertawa.
"Aku tidak mencintaimu."
"Tapi aku mencintaimu."
"Aku tidak percaya pada pria sepertimu!"
__ADS_1
"Tapi aku percaya kau adalah gadis yang bisa dipercaya."
"Kau adalah pria yang aneh dan suka memaksa!"
"Karena kamu adalah gadis pilihanku, maka aku suka memaksamu!"
"Pria yang tidak masuk akal."
"Aku suka gadis yang suka melawan, bagaimana kalau kau ikut aku ke suatu tempat!"
"Tidak mau!" jawab Grace yang ingin membuka pintu mobil akan tetapi tidak bisa.
"Kapan aku bisa keluar dari mobilmu?" tanya Grace dengan kesal.
"Aku akan mengantarmu pulang, sebagai calon istriku tidak boleh berjalan kaki, naik taksi ataupun bus," jawab Vic dengan senyum.
Malam hari.
Di sepanjang malam Grace belum bisa memejamkan matanya, ia terbayang dengan apa yang dilakukan oleh Vic saat di kantor.
"Kenapa aku tiba-tiba memikirkan dia ya? setiap bertemu dengannya selalu saja dia menciumku, memalukan sekali. kenal saja tidak akrab tapi dengan begitu beraninya dia melakukan itu padaku," gumam Grace.
Karena tidak bisa tidur Grace pun bangkit dan melangkah keluar dari kamar. ruang tamu dan kamar ibu dan kakaknya gelap seperti tidak ada orang.
Lalu Grace menuju ke kamar ibunya dan membuka pintu kamar.
Klek..
__ADS_1
"Kenapa tidak menyalakan lampu?" gumam Grace yang menekan tombol lampu.
Saat kamar ibunya diterangi oleh lampu 15 watt, ia tidak melihat siapapun yang ada di kamar itu.
"Kenapa tidak ada orang? ke mana mereka?" ucap Grace yang merasa heran.
"Mungkin saja mereka sedang makan malam atau tidur di rumah kakak, biarkan saja!" gumam Grace.
Grace kembali ke gudang kecil tempat tidurnya. saat ia masuk ke dalam ia tidak mengunci pintunya karena pintu gudang itu memang tidak pernah memiliki kunci. ia berbaring dan tidak lama kemudian ia ketiduran.
Jam dinding menujukan pukul 01.00.
Vic yang masih belum memejamkan matanya ia sedang melihat titik posisi pujaannya berada, tidak tahu bagaimana caranya dan kapan dia memasang alat pelacak di handphone milik gadis itu.
"Dia pasti sudah tidur," gumam Vic.
Di sisi lain Grace yang tidak bisa begitu nyenyak ia membolak balikan badannya. kemudian ia meraih handphone miliknya dan melihat jam yang tertera di sana.
"Kenapa aku tidak bisa tidur lagi ya, tadinya hanya tidur sebentar. apakah mereka belum pulang?" gumam Grace yang bangkit dari tempat tidurnya, ia menyimpan handphonenya di saku celananya.
Klek.
Saat pintu gudang dibuka, Grace melangkah keluar dan tiba-tiba saja mulutnya dibekap oleh seseorang dari belakang.
"Em...em...," jeritan Grace yang ingin melawan akan tetapi ia tidak berdaya. tidak lama kemudian ia tidak sadarkan diri.
Gadis itu yang telah tidak sadarkan diri, ia pun dibawa pergi oleh pria asing itu
__ADS_1