
Ke sebuah penginapan.
Grace telah dibawa ke penginapan itu tanpa dia sadar, setiba di kamar ia dihempaskan oleh pria itu ke atas kasur.
"Wajah yang cantik, sesuai harganya. malam ini aku akan menikmati tubuh gadis ini," ucap pria itu yang mulai melepaskan pakaiannya dan menuju ke kamar mandi.
Setelah beberapa menit kemudian Grace membuka matanya, dia melihat sekeliling dan mendapati dirinya berada di tempat asing.
Ia bangkit dan turun dari ranjang.
"Sepertinya ada yang sedang mandi," gumam Grace yang melihat ke arah kamar mandi.
Grace berdiri dan menghampiri pintu kamar, ia memutar gagang pintu yang telah terkunci.
"Siapa dia, kenapa mengurungku di sini?"gumam Grace yang berusaha membuka pintu itu.
"Sudah sadar?" tanya pria itu yang keluar dari kamar mandi.
"Apa yang kau lakukan? aku tidak mengenalmu," tanya Grace yang merasa cemas. ia melihat pria asing itu yang hanya mengenakan handuk.
"Aku adalah pria yang akan bermain denganmu malam ini," jawab pria itu dengan senyum jahat.
"Jangan mendekat! pergi! aku tidak mengenalmu, siapa yang menyuruhmu menculikku?"
"Kau tidak perlu tahu! kewajibanmu hanya memuaskanku saja. setelah malam ini semua berakhir," jawab pria yang mendekati Grace.
"Jangan dekat! biarkan aku pergi!" bentak Grace.
Pria asing itu semakin mendekati Grace yang sedang cemas, lalu ia menarik tangan gadis itu dengan secara paksa.
Grace berusaha melawan dengan sekuat tenaganya. tubuhnya dihempaskan ke atas kasur dengan kasar. pria itu langsung duduk di atas tubuh sambil merobek pakaian gadis itu.
Srek...
"Lepaskan brengsek...," teriakan Grace yang berusaha melawan.
"Diam! jangan melawan!"bentak pria itu yang menekan kedua tangan gadis itu.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya Grace dengan kesal.
"Kau tidak perlu tahu siapa aku," jawab pria itu yang mencium leher gadis itu. pria itu sambil merobek baju Grace sehingga menampakan bra.
"Hentikan...," teriakan Grace.
"Siapa yang menyuruhmu?" tanya Grace yang ketakutan.
"Jangan banyak bertanya! setelah selesai kau boleh pergi!" bentak pria itu dan mulai meraba tubuh gadis itu.
"Aarghhh...," teriakan Grace dengan ketakutan.
"Hentikan...," teriakan Grace yang tidak berdaya.
Pria itu mencium seluruh tubuh Grace, baju gadis itu telah dirobek dibagian pundak hingga ke dadanya.
"Aaargghh...," teriakan Grace.
"Wangi sekali," ucap pria itu yang mencium hingga mulai menurun ke bawah tubuh gadis itu.
Grace berusaha melawan akan tetapi dirinya tidak sanggup menghindar kejadian buruk yang akan segera menimpanya.
"Hentikan...kau gila...kau brengsek...," teriak Grace yang menangis dengan histeris.
Plak...
"Aargghh...."
Plak...
"Aaarghh...."
__ADS_1
Dua tamparan keras yang dilakukan oleh pria itu.
"Diam dan patuh!" bentak pria itu dengan kesal dan mulai memasukan tangannya ke dalam celana Grace. jari-jari pria itu mulai berleluasa dibawah sana. ia memainkan dengan bebas di bagian inti gadis itu.
"Aaargghh...," teriakan Grace yang ketakutan. ia merasakan sentuhan di bagian bawahnya.
"Hentikan...hentikan...," teriak Grace yang histeris.
"Apakah kau sudah merasakannya? adikku sudah mulai bangun," ucap pria itu sambil memainkan jari di bagian inti gadis itu.
"Hentikan, dasar brengsek," teriak Grace.
"Jangan salahkan aku! ibumu yang berhutang padaku, kakakmu tidak ingin membayar hutang judi ibumu. oleh sebab itu dia menyuruhku mendatangimu saja. setelah malam ini hutang ibumu lunas."
"Gila, seharusnya kau mencari dia saja," teriak Grace yang histeris.
"Kau sudah di dalam tanganku, mana mungkin aku lepaskanmu begitu saja," jawab pria itu yang mencium leher gadis itu.
Brak...
Dobrakan pintu yang dilakukan oleh seseorang sehingga pintu itu terbuka.
"Binatang...," bentak pria itu yang adalah Vic. Ia menarik pria itu dan langsung melayangkan pukulan ke wajah pria yang ingin memperk*sa calon istrinya.
Bruk...
Bruk...
Bruk...
Pukulan demi pukulan mengenai wajah pria itu sehingga mengeluarkan darah pada hidung dan mulutnya.
Bruk...
Bruk...
Bruk...
Will langsung melepaskan jasnya dan menutupi tubuh gadis itu.
"Jangan mendekat...," teriak Grace yang sedang trauma.
"Nona, jangan takut! aku adalah Will, kami datang menyelamatkanmu!" bujuknya yang berusaha menenangkan gadis itu.
Pukulan yang dilakukan oleh Vic yang sedang emosi sehingga menyebabkan pria itu cedera parah dan sekarat.
Bruk...
"Aarrghh...."
Bruk...
"Aarrgghh...."
Bruk...
"Aarrgghh...."
Vic mengenggam erat leher pria itu dan menghantamkan ke tembok.
Bruk...
"Aarrgghh...."
"Berani sekali kau menyentuhnya," bentak Vic yang sedang emosi dan kemudian mengangkat pria itu dan membantingkan ke meja samping kasur.
Brak...
"Aarghh...," jeritan pria itu yang sedang kesakitan pada bagian punggungnya. tulang punggungnya mengalami keretakan akibat hantaman keras.
__ADS_1
"Will, bawa dia pergi!" perintah Vic dengan emosi.
"Baik," jawab Will yang menyeret pria itu yang sudah kritis.
"Grace," panggil Vic yang mendekati gadis itu dengan perlahan.
"Jangan dekat!" ucap Grace yang ketakutan. ia menyeretkan tubuhnya dan menjauh dari Vic.
"Jangan takut! aku tidak akan melukaimu, lihat aku. aku adalah Vic dan ingin membawamu pergi!" bujuk Vic.
"Tatap mataku, Grace!"
Grace memandang pria itu dengan sambil waspada, ia trauma saat masih mengingat perbuatan pria tadi itu
"Mari kita pulang! aku akan membawamu pulang. tidak ada yang akan melukaimu," bujuk Vic dengan mengulurkan tangannya.
Grace dengan perlahan memegang tangan Vic yang berusaha membujuknya.
"Gadis baik, biarkan aku memelukmu, dan melindungimu!" bujuk Vic yang memeluk gadis itu dengan perlahan.
Grace mulai tenang saat dirinya di dalam pelukan pria itu, tubuhnya yang masih gemetar dirasakan oleh Vic yang sedang memeluknya.
"Jangan takut! kita akan pulang. kamu sudah aman. aku berjanji padamu tidak akan ada lagi yang menyakitimu!" bujuk Vic sambil mengelus puncak kepala gadis itu.
"Bawa aku pergi! aku tidak ingin di sini!" pinta Grace.
"Baiklah, kita akan pulang!" jawab Vic yang melepaskan jasnya menutupi tubuh gadis itu. dan kemudian ia pun mengendong Grace meninggalkan tempat itu.
Selama dalam perjalanan Grace hanya diam tanpa berkata-kata. ia masih ketakutan akibat perbuatan pria itu yang hampir saja merenggut kesuciannya.
Sementara Vic memeluk pujaannya di sepanjang jalan.
Will memasukan pria yang tadi hampir memperk*sa Grace ke dalam bagasi.
Setelah setengah jam kemudian mereka tiba ke kediaman Vic.
Vic keluar dari mobilnya dan mengendong Grace melangkah masuk ke dalam rumahnya. setelah atasannya masuk ke dalam kediaman, Will langsung pergi dan menuju ke suatu tempat.
"Tuan, Anda sudah pulang," sambut asisten rumah tangga dengan sopan.
"Jacky, siapkan makan malam! dan sediakan pakaian wanita!" perintah Vic yang sedang mengendong pujaannya dan menuju ke kamarnya.
"Baik, Tuan," jawab Jacky dengan sopan.
"Grace, kamu sudah aman, jangan takut lagi! tidak ada yang akan menyakitimu," bujuk Vic yang mendudukkan gadis itu di atas kasur.
"Aku akan menyediakan air mandi untukmu, setelah mandi kita akan makan malam!" kata Vic yang menyentuh kepala pujaannya.
Grace hanya mengangguk tanpa berkata-kata.
Vic kemudian menuju ke kamar mandi, ia mengisi air mandi ke dalam bathub.
Saat ia sedang mengisi air, nada panggilan masuk ke handphone miliknya.
"Hallo," sahut Vic.
"Bos, pria itu sudah mengatakan yang sebenarnya," ujar Will yang di seberang sana.
Raut wajah Vic langsung berubah setelah mendengar informasi dari asistennya itu.
"Buang dia ke hutan!" perintah Vic dengan kesal.
"Baik, Tuan."
Setelah air diisi oleh Vic, Grace pun berendamkan dirinya di dalam bathub.
Ia hanya diam dan tentunya sakit hati karena ia mengetahui bahwa keluarganya sendiri yang mengorbankan dirinya.
"Mamaku sendiri dan kakakku sendiri yang menyerahkan aku kepada penagih hutang, apakah aku sama sekali bukan siapa-siapa bagi mereka, sehingga mereka tega mengorbankanku," batin Grace.
__ADS_1
"Jangan salahkan aku ketika kalian sudah mengecewakanku, " gumam Grace.