Je Te Protégerai

Je Te Protégerai
chapter 2


__ADS_3

Sinar matahari yang masuk kedalam kamar Ana sedikit membuatnya risih dan ingin bangun,tapi ia urungkan karena dirinya ingin bermanja diri. Tapi sepertinya itu tak terkabulkan,karena ada suara gaduh yang membuatnya ingin memakan orang yang membuat paginya buruk.


Dengan menyibakan selimut Ana langsung keluar dari kamarnya tanpa mencuci muka terlebih dahulu. Dirinya tak peduli jika wajahnya terlihat berantakan dengan rambut yang acak acakan dan piyama beruang yang ia gunakan. Menuruni tangga Ana sudah akan memarahi orang yang membuat gaduh tersebut,tapi tertahan karena tubuhnya tiba tiba dipeluk oleh seseorang dengan erat.


“Ana! Astaga. Aku merindukanmu beruang.”ucap orang itu.


Mata Ana langsung melotot saat mendengar orang itu memanggilnya beruang. Satu satu nya orang yang memanggilnya adalah Brian Steven. Teman masa kecilnya hingga sekarang.


Ana pun langsung melepaskan pelukan itu untuk memastikan jika benar Brian lah orangnya. Dan benar saja, laki laki dengan rambut pirang dengan tinggi yang melebihinya itu sedang tersenyum lebar kepadanya.


***


“cukup cepat juga kau tahu aku kembali.”


Setelah cara pelukan itu ana tak langsung pergi ke kamarnya untuk segera mencuci mukanya. Tapi malah disini sekarang,ditaman belakang mansion yang dulu pernah menjadi tempat bermain dirinya juga brian. Rambutnya masih acak acakan,tapi tadi brian merapikanya,bahkan laki laki itu tak merasa jijik dengan wajah Ana yang baru bangun tidur. Justru brian malah tertawa melihat wajah ana yang masih mengantuk.


“kau benar benar kejam sebagai sahabat Ana. Kau pergi tanpa memberitahuku,pulang pun kau tak memberi kabar. Untung saja ayahku langsung memberitahuku tadi malam jika kau kembali. Jadi aku langsung meluncur kesini. Bahkan aku hari bolos sekolah agar bisa menemuimu .”


Ayah brian adalah kepala bodyguard david yang sudah bekerja lebih dr 10 tahun denganya. Brian dan ana sejak kecil sudah dekat,mereka tumbuh bersama seperti saudara. Hanya Ana lah yang menganggap brian saudara tidak dengan brian. Laki laki itu mencintai Ana sejak dulu. Saat di tinggalkan oleh Ana ,brian sangat terpukul. Tak pernah dirinya dan Ana berpisah dan itu adalah pertama kalinya. Empat tahun rasanya menyakitkan karena Ana tak pernah menghubunginya. Brian hanya tahu jika Ana sekolah di new York,hanya itu tak ada lagi informasi yang brian tahu.


“kau bolos? Cukup bagus!” ucap santai Ana menyilangkan kakinya.


Jawaban ania membuat brian melongo,mana ada bolos sekolah itu bagus. dasar!


“apa? Bagus? Astaga Ana. Kau benar benar. Kau akan tinggal disini bukan?”tanya brian berharap jika ana akan menetap disini.


“hm.” Ana pun hanya bergumam karena ana tahu jika brian sangat menginginkan dirinya agar tak pergi lagi.


“heshhh kau ini. Bagaimna jika hari ini kita jalan jalan?”usul brian karena sudah bolos sakilan saja bukan jalan jalan?


Sebelum Ana menjawab sudah ada suara yang menambah suasana pagi ana buruk.


“siapa yang ingin jalan jalan? Eh. Eh. Wuahhh ada brian,sudah lama sekali tak bertemu denganmu. Yeahhhh kau tambah tam—ehm maksudku kau tambah tinggi juga.” Evelyn sudah berada di rumah ana pagi pagi karena memang kemarin evelyn sudah mengatakan akan kemari pagi pagi.


“kau juga ikut pulang?”


Brian mngerutkan keningnya karena tak tahu jika evelyn juga kan pulang bersama dengan ana. Dulu brian mengetahui jika evelyn mengikuti ana ke new York tapi tak tahu jika evelyn benar benar mengikuti Ana kemanapun.


“hei,! Apa kau tak merasa senang jika aku juga kembali?”


“tidak”


“heishhh kau ini. Terserah. Anna kau mau jalan jalan?ayolah” evelyn merengek pada ana agar mau jalan jalan.


“astaga ! kalian membuat pagiku berantakan. Baiklah. Tunggu aku mau mandi dan bersiap.”


Ana pun berlalu dari mereka dan naik ke lantai atas. Evelyn dan brian tersenyum senang karena bisa membuat ana keluar jalan jalan. Tapi sedetik kemudian wajah mereka berpaling bersama. Menandakan jika mereka memang tak pernah akur.


Setelah mandi dan bersiap ana pun keluar dan mencari ibunya untuk berpamitan. Ana melihat ibunya sedang berada di meja makan di suapi oleh perawat bernama Kang mi-na ,perawat itu adalah orang korea asli.wajahnya yang lembut juga matanya yang sipit terkadang tak terlihat jika dia sedang tertawa. Dan itu membuat ana merasa lucu. Anna dan ibunya bukanlah orang korea ,tapi mereka pindah dari amerika ke korea karena saat itu bisnis david lebih menjanjikan di Negara ini.


Jika waktunya tiba nanti,Anna ingin membawa ibunya kembali ke Negara aslinya wassington DC Amerika. Ibunya hanya memiliki dirinya,karena nenek dan kakeknya sudah meninggal. Itulah yang membuat ibunya masih di korea karena ibunya tak punya siapa siapa jika david mengirimnya ke amerika. Alasan yang bisa membuat orang lain berspekulasi jika david masih peduli dengan ibunya tapi tidak dengan ana. Ana tahu jika ibunya menjadi sandera untuknya agar tak berperilaku yang mencoreng nama baiknya.


“aigooo. Mommy sedang makan ternyata.” Suara itu mengintrupsi mi-na dan menoleh. Tersenyum hangat dan menundukan kepalanya.


Ana tak melihat mi-na yang menundukan kepalanya,mata ana terus mengawasi ibunya yang tak merespon kta kata ana tadi. Ibunya masih asyik dengan dunianya sendiri. Bermain rambut yang lebih tertata dari pada sebelumnya.


Ana duduk disebelah ibunya dan menggenggam erat tangan nya. Ana selalu berharap jika sang ibu bisa sembuh dan membalas semua perbuatan david pada mereka. Tapi semua terasa sirna saat dirinya tahu jika ibunya mempunyai penyakit alzaimer disease. Dua tahun lalu dirinya mengetahui penyakit itu dari perawat pribadinya lily. Bagaimana mereka bisa balas dendam jika sang ibu tidak mengingat siapa david.?


“mom,aku mau pergi dulu. Sebentar dengan brian juga evelyn. Mommy baik baik saja ya disini. Jangan lupa minum obatnya.”ucap ana dengan lembut seraya mengusap tangan yang sudah membesarkan nya itu.


Sang ibu tak menjawab dan masih berkubang dengan dunia nya sendiri. Tapi ana tahu jika ibunya mendengarkan apa yang dirinya katakan. Ana menoleh ke arah mi-na yang masih berdiri di samping ibunya.


“pastikan obatnya diminum secara teratur. Sebelum petang aku akan kembali.”


Dan mi-na hanya merespon mengatakan iya dan membungkukan badan nya. Setelahnya ana pergi bersama brian dan evelyn yang sudah berada dibelakangnya sejak tadi. Mereka melihat interaksi antara anak dan ibu itu dengan seksama. Punggung ana yang mereka lihat terlihat rapuh ,tapi sang pemilik tubuh tak menginginkan sebuah sandaran agar tubuh itu tak roboh suatu ketika.


Evelyn pun menhela nafas dan menoleh menatap brian yang masih menatap ana. Brian yang menyadari ditatap oleh evelyn pun balik menatap evelyn. Dan evelyn hanya memberi isyarat dengan kepalanya agar mengikuti ana.


Merekapun berjalan kearah mobil sport warna merah koleksi ana dari hasil pemotretan nya sebagai model. Ana tak pernah memakai uang yang diberikan oleh david, dan kartu kredit yang bahkan tak akan pernah habis jika anna memakainya untuk membeli sebuah mall sekalipun. Uang yang sekarang ini adalah jerih payahnya sebagai model ternama Emporio Armani & Givenchy. Perusahaan model itu sangat terkenal dan banyak model ternama yang bernaung disana. Salah satunya adalah ana,dia pertama kali ikut sebagai model karena ditawai oleh salah satu temanya di new York saat itu. Anna tak pernah berharap jika dirinya bisa lolos,tetapi ternyata brand itu sangat menyukai wajah ana yang memang cantik dan seksi. Ketenaran ana pun meluas dengan dengan cepat. Tak hanya amerika ,Negara lain pun juga menginginkan wajah ana menjadi sampul majalah.

__ADS_1


***


Karena masih pagi,mereka akhirnya sarapan terlrbih dulu. Mereka masuk ke dalam toko subway yang menyediakan makanan sandwitch yang enak.


“kau saja yang pesan sana. Aku dan ana akan mencari tempat duduk.”ucap evelyn menyuruh brian untuk memsan makanan.


“dasar! Baiklah”


Setelah memesan mereka duduk bertiga,ana disamping evelyn dan brian sendiri.


“oh ya,kalian akan sekolah lagi kan?”


Sejenak ana berhenti makan mendengar pertanyaan brian tadi.


“hm” anapun hanya bergumam.


“ahh benar. Kita harus mengulang ana. Hah padahal hanya tinggal satu tahun lagi kita bisa lulus. Tapi sekarang kita mengulang lagi.” Ucap evelyn sedikit menyesal karena harus mengulang satu tahun lagi.


“tak perlu,kita tetap akan melanjutkan sekolah tanpa mengulang” ucap ana tegas.


“hah! Bagaimana bisa. Kita tetap harus mengulang.”ucap evelyn merasa tidak mungkin.


“kita lihat saja nanti. Apa yang tidak bisa buat seorang Anastasia.”


Evelyn dan brian saling tatap,mengerti jika pertarungan antara anak dan orang tua itu akan dimulai.


Merekapun melanjutkan jalan jalan mereka,dari pagi hingga menjelang petang. Sejenak ana merasa seperti dulu lagi. Dimana ev dan brian yang selalu tidak akur dan ana yang jengah dengan mereka yang selalu seperti anak anak. Keadaan seperti ini membuat hatinya menghangat,kedua orang itu selalu bisa membuatnya merasa hangat dan terlindungi.


Mereka akhirnya kembali kerumah,evelyn sudah ana antarkan kerumahnya dan brian masih ikut denganya. Brian mengatakan jika dirinyaakan ikut tinggal bersamanya dan brian sudah mengatakan pada ayahnya. Dan ayahnya juga menyetujui itu agar ana ada yang menjaganya. Diluar mansion terlihat ada mobil putih yang sdah ana tahu siapa pemilik mobil itu.


Setelah turun dan masuk ,ana bisa melihat dua orang yang sudah duduk di sofa. Wanita yang menjadi duri dalam hidup ana dan juga sumber kehancuran hidupnya ternyata sudah menemuinya terlebih dahulu.


“Anastasia. Sayang.”


Wanita itu langsung melesat dan memeluk ana dengan erat. Tapi ana langsung menghempaskan tangan kotor itu agar tak menyentuh tubuhnya.


Wajah ana sudah mengeras dengan tangan mengepal karena kehadiran wanita itu. Wanta itu tahu jika ana sangat membencinya,tapi wanita itu tetap tersenyum menanggapi perkataan anak tirinya itu.


“eomma kemari karena merindukanmu.” Ucapnya yang mendapat kekehan dari ana karena mendengar wanita itu memanggil dirinya eomma.


“siapa anda?! Anda bukan lah ibu saya. Jangan berharap itu akan terjadi.”


Ana sudah muak dengan wanita itu,anapun naik ke lantai dua tanpa menghiraukan mereka yang melihat ana pergi.


“ahh aku lupa. Besok aku dan evelyn akan masuk sekolah anda. Dan saya tidak ingin mengulang. So atur semuanya,bukankah nantinya saya akan menjadi anak dari pemilik sekolah? Anda tidak ingin malu bukan? Jadi persiapkan semuanya besok.!” Ucap ana membalikan tubuhnya dan mengucapkanya penuh kebencian.


Yah kebencian,karena nantinya dirinya akan dikenal sebagai anak pemilik sekolah Galaxy High School. Tidak ada yang di banggakan menurut ana. Karena wanita itu bukanlah ibu kandungnya melainkan ibu tiri.


‘kita lihat apa saja yang bisa aku buat agar kau menderita seperti ibuku.!!!’


Yah ana akan membuat wanita itu menderita karena sudah menganggapnya anak. Dan apa yang akan dibuat ana untuk membalas budi wanita yang dengan senang hati menganggapnya anaknya sendiri.?


Anastasia bukanlah anak yang akan membalas budi setengah setengah,tapi ana akan membalas budi orang itu dengan sepenuhnya.


***


Maggie ,wanita itu sepertinya akan mendapat masalah demi masalah yang sudah di janjikan oleh ana tadi. Tapi Maggie tetap meyayangi ana seperti anaknya sendiri. Bukan tanpa alasan,selain karena memang dirinya tak bisa hamil,Maggie juga merasa bersalah karena membuat gadis remaja itu menderita.


“sudahlah. Kita pulang ,bukankah kau akan melaksanakan apa yang tuan putri kita mau? Hem?” david merangkul Maggie ,memberikan kekuatan agar wanita itu juga kuat menghadapi perlakuan ana.


“emm. Aku akan membuat surprice untuk tuan putri kita. “ucap Maggie dengan senyum dan semangat seorang ibu.


Merekapun berlalu dan meninggalkan brian yang masih disana. Brian bingung dengan semua ini. David dan Maggie terlihat menyayangi Anastasia ,tapi cerita Anastasia yang mengatakan david membohongi ibu ana dan meninggalkanya untuk wanita bernama Maggie itu terasa janggal. Brian bisa tahu jika rasa sayang Maggie pada ana bukanlah kebohonga. Terlihat jelas di matanya jika Maggie terlihat terluka saat ana memperlakukanya seperti itu.


***


“mom,aku janji akan membuat mereka membayar semua yang telah kita lalui. Mereka pantas mom,seperti kata mommy waktu itu. Jika wanita itu harus menderita seperti mommy menderita. Mommy tenang saja,ana akan membuat wanita itu menderita. Lebih menderita dari kita”


Ana memegang tangan ibunya yang sudah tidur. Wajah ibunya yang dulu bersinar sekarang terlihat sendu. Keriput di wajah dan juga tanganya membuat hati ana terasa sakit.

__ADS_1


“jangan tinggalkan aku mom. Mommy tidak boleh pergi sebelum ana bisa membalas mereka.”


Ana teringat dengan penjelasan lily yang mengatakan jika Alzheimer yang diderita oleh ibunya semakin parah. Ibunya sudah sering berhalusinasi dan kerap sulit berkomunikasi. Penyakit Alzheimer seiring berlalunya waktu membuat ibunya semakin parah. Ditambah kajiwaanya yang terganggu membuat penyakit itu betambah dua kali lipat lebih cepat dari pada orang normal.


Mereka akhirnya tertidur saling berpelukan. Savanna terlihat menangis di tidurnya. Mata yang tertutup itu mengeluarkan air mata,seakan kesakitan anaknya menyentuh relung hatinya yang paling dalam. Tanganya mengenggam erat tangan sang putri yang sudah tertidur lelap di pelukanya. Seolah memberi kekuatan agar anaknya itu kuat. Savanna terkadang sadar jika dirinya menjadi beban bagi sang anak,tapi penyakitnya kembali menyerang dan dia melupakan jika dirinya mempunyai anak dan membangun dunianya sendiri. Tanpa tahu jika sang anak menderita sendirian.


***


Pagi ini Anastasia sudah bangun pagi untuk mempersiapkan semua untuk masuk sekolah ibu tirinya. Hanya dengan celana hotpans juga baju putih dan juga jaket ,ana pun hanya membawa tas selempangnya. Toh hari ini dirinya hanya akan masuk ruang kepala sekolah lalu pulang.


“nona sudah rapi ternyata.”suara pelayan mengintrsupsinya. Setlah dirinya pulang,mansion ini kembali di masuki oleh maid lainya. Tidak seperti waktu pertama kali saat Anastasia pulang hanya ada dua maid yang berada di mansion. Sepertinya david sengaja menambah maid karena tahu jika ana akan berada di mansion bersama dengan ibunya.


Toh itu tak membuat ana ber empati dengan david. Di beri atau tidaknya maid,ana bisa melakukan semua hal sendiri. Jangan tanyakan dari mana,karena ana sendiri yang belajar setelah dirinya di buang ke new York dengan alasan belajar.


Tanpa menjawab,ana langsung duduk di meja makan untuk sarapan.


“mi-na. apa momy belum bangun?”


Ana bertanya karena melihat kang mi-na berada di dapur.


“ahh iya. Nyonya belum bangun nona. Akan saya bangunkan.” Ucap mi-na langsung pergi ke kamar ibu ana. Tapi di instrupsi oleh ana.


“tak perlu. Kau bangunkan nanti sekitar jam 9 saja.” Ucap ana dengan wajah datar.


Anastasia melanjutkan sarapanya yang tertunda,tapi belum juga sandwitch itu masuk kedalam mulutnya ada satu orang yang selalu masuk tanpa permisi. Siapa lagi jika bukan evelyn.


“holla baby. Your best friend is coming.” Teriakan evelyn membuat telinga ana sakit.


“berisik!”


Bukan ana,melainkan brian yang juga sudah berada di ruang makan. Ana pun menoleh melihat jika brian sudah siap dengan seragamnya.


“kau! Kenapa kau sudah berada disini? “ tunjuk evelyn melihat brian yang sudah siap.


“aku kan mulai tinggal disini”ucap brian dengan tenang lalu duduk disamping ana dan mengoleskan rotinya dengan selai nanas.


“perutmu akan sakit jika pagi pagi kau memakan nanas.” Ucap ana melihat brian mengoleskan selai nanas itu.


Walau dengan nada datar,tapi brian tahu jika ana khawatir dengan nya. Bibir brian pun terangkat karena ana masih mengingat jelas jika dirinya mempunyai maagh.


“hei aku juga belum sarapan. “evelyn tidak terima karena dirinya di acuhkan. mereka bertiga pun sarapan bersama. Suasana hangat itu hancur saat ada seseorang yang tidak di inginkan masuk ke mansion tanpa permisi.


“kalian sedang sarapan rupanya” suara itu,suara yang di benci oleh ana.


“ohh bibi Maggie.”


“nyonya “


Evelyn dan brian berdiri karena terkejut dengan Maggie yang berada di mansion. Tapi ana hanya diam dan meletakan sandwitch nya kembali tanpa minat untuk memakanya.


“untuk apa kau kemari” ana mengatakan dengan suara datar. Tanpa mau membalikan badanya yang memunggungi wanita itu.


“bukankah kalian akan pergi ke sekolah Galaxy? Eomma akan mengantar kalian.”


Lagi.! Lagi lagi wanita itu mengatakan dirinya eomma didepanya. Dan itu memuakan.


“aku bisa memakai mobilku sendiri. Aku tidak sudi memakai mobilmu.” Ucap ana dengan sarkas.


Ana beranjak dari meja makan untuk keluar dari mansion. Tapi saat melewati Maggie,wanita itu kembali mengintrupsi nya.


“bukankah lebih baik jika kau bersamaku. Agar lebih terlihat nyata jika kita adalah ibu dan anak?”


Tangan ana mengepal mendengar ucapan Maggie. Ingin rasanya tanganya itu menampar wajah yang penuh sandiwara itu.


“tidak perlu kita berdampingan agar mereka percaya jika kita adalah ibu dan anak. Bukankah kalian sudah menyebarkan fotoku agar mereka tahu? Dan yah. Aku heran kenapa mereka dengan mudah percaya jika aku adalah anakmu? Mirip pun tidak sama sekali!!”


Setelah itu ana melesat ke dalam mobil di ikuti oleh evelyn yang berlari mengikuti ana. Sedangkan brian,dia memakai motor sport hitam yang selalu ia pakai.


Maggie pun hanya diam karena ana tak mendengarkanya. Maggie ingin sekali berangkat bersama dengan Anastasia untuk pertama kalinya. Tapi sepertinya itu adalah hal yang tidak mungkin.

__ADS_1


__ADS_2