
"Turunkan aku...!" Pinta Joana saat Dave kembali menggendong dirinya di pundak.
"Jika ku turunkan, kau akan kabur lagi." Sahut Dave menolak.
Pria ini langsung membawa Joana masuk ke dalam rumah.
"Loh, kakak. Kakak apakan kak Jo?" Tanya Davina yang ternyata ada di rumah Dave.
"Pulanglah, rumah ini area dua puluh satu ke atas." Ujar Dave mengusir adiknya.
"Davina, tolong aku!" Pinta Joana memohon.
"Davina, ajak dua orang asisten rumah tangga pergi ke rumah utama. Sekarang!" Titah Dave pada adiknya.
"B-baik kak....!" Jawab Davina. Ia kembali masuk ke dalam lalu mengajak dua orang asisten rumah tangga pergi dari sana.
"Dave, sialan kau. Menyebalkan!" Ucap Joana kesal. "Apa yang akan kau lakukan hah?"
"Menghukum mu!" Jawab Dave kemudian pria ini membawa istrinya masuk ke dalam rumah.
"Lihat saja nanti, jika kau berani macam-macam akan ku cakar wajah mu!" Ancam Joana.
"Terserah kau...!" Sahut Dave tidak takut.
Dave membuka pintu kamar, di hempaskannya tubuh Joana di atas ranjang. Dave melepas kancing kemejanya.
"Heh, mau apa kau?" Joana panik.
"Melepas rindu, apa lagi?"
"Bajingan satu ini, apa kau lupa sudah mengatai aku perempuan jalanan hah? Kenapa kau masih mau menikmati tubuh perempuan jalanan ini?" Cibir Joana.
"Aku khilaf, aku sudah minta maaf. Terserah kau mau memaafkan apa tidak. Kau masih istri ku dan aku berhak atas dirimu!"
Dave langsung menindih tubuh Joana, memaksa mencumbu bibir istrinya.
gttttt.....
Aaaaaw.......
Dave merintih kesakitan saat Joana menggigit bibir bawahnya.
"Rasakan....!" Ucap Joana geram.
"Perempuan satu ini,....!"
Dave geram, di pandangannya sang istri dengan sorot mata tajam.
"Berani menggigitku. Akan ku gigit balik bibir bawah mu," ucap Dave kemudian kembali menindih tubuh istrinya.
Dave merobek semua pakaian yang melekat di tubuh Joana.
"Sialan....ini pemerkosaan namanya!" Ucap Joana dengan suara keras.
"Aku tidak peduli. Aku memperkosa istri ku sendiri," sahut Dave.
__ADS_1
Liar, dengan liar Dave mencumbu tubuh istrinya. Titik hasrat seorang perempuan ada di leher, Dave bermain di sana untuk memancing hasrat istrinya.
Eeeum......
Lenguh Joana dengan suara manjanya.
Dave tertawa puas dalam hatinya, akhirnya perempuan yang sudah membuat ia gelisah selama satu minggu lebih ini jatuh kembali ke dalam pelukannya.
Semakin liar, keduanya semakin liar bahkan Joana seolah lupa pada masalahnya dengan Dave.
Tiba-tiba saja Dave berhenti.
"Ah, sudahlah. Aku lupa jika kau sedang marah padaku," ucap Dave langsung turun dari atas tubuh Joana.
"Hai, sialan...!" Umpat Joana geram. "Bisa-bisanya kau membuat ku basah kemudian berhenti begitu saja?"
"Aku minta maaf sudah memaksa mu," ucap Dave sengaja menunjukkan wajah penyesalan penuh kebohongan.
Nafas Joana naik turun, matanya tajam memandang wajah Dave. Tiba-tiba saja.....
Cup......
Joana mengecup bibir suaminya, mengalungkan kedua tangan di leher Dave.
Tanpa sadar, Joana masuk ke dalam perangkap Dave. Senyum lebar dalam hati Dave merekah selebar bunga bangkai.
Dave memeluk Joana, mencumbu, memagut dalam-dalam bibir istrinya setelah itu terjadilah adegan ranjang bergoyang.
"Apa pun masalahnya, ranjang solusinya." Ucap Dave dalam hati.
Hanya main dua ronde, akhirnya Joana ambruk kelelahan bahkan tanpa sadar perempuan ini sudah terlelap tidur sekarang.
"Perempuan kalau gak di paksa pasti aja dramanya panjang. Ribet juga ternyata," ucap Dave kemudian pria ini memilih pergi mandi.
Pukul satu siang, dua siang Joana belum juga bangun. Tentu saja ia tidur dengan nyenyak di ranjang karena sudah satu minggu lebih Joana tidur di atas kasur tipis.
Pukul tiga sore, belum juga bangun hingga membuat Dave gelisah menunggunya.
Tak seberapa lama, Joana mulai membuka matanya. Terlihat jelas jika ia sedang menguap beberapa kali.
"Lama sekali tidur mu," ucap Dave membuat Joana terkejut.
"Kau,....!"
Buru-buru Joana menarik selimut, membalut tubuh polos. Dave tertawa melihat tingkah istrinya.
"Apa yang kau tutupi?" Tanya Dave sambil tertawa. "aku sudah berulang kali melihat dan merasakannya."
Joana mendengus kesal.
"Anggap saja ini yang terakhir sebagai kenang-kenangan di antara kita," ucap Joana membuat Dave kesal.
"Sepertinya kau harus menerima hukuman yang lain," ujar Dave dengan senyum liciknya.
Joana tidak menghiraukan, ia turun dari ranjang lalu pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
"Kau sangat menikmati permainan tadi. Bilang saja kau rindu pada ku," ucap Dave menggoda.
"Terserah kau!" Seru Joana.
Dave benar-benar gemas melihat tingkah istrinya, pria ini langsung ikut masuk ke dalam kamar mandi.
"Keluar....!"
"Tidak bisa, aku akan menghukum mu lagi." Ujar Dave yang kembali membuang selimut yang menutupi tubuh istrinya.
Sekali lagi Dave memangsa istrinya dalam kamar mandi. Joana berontak, sebisa mungkin ia menghindari suaminya sendiri.
"Sial...!" Umpat Dave dalam hati. "Punya istri seperti anak kecil bikin naik darah aja!"
Dave kembali mengejar istrinya dalam kamar mandi. Untung saja kamar mandi ini luas sehingga Joana bisa bebas mengerjai suaminya.
Pada akhirnya, setelah bersusah payah menangkap istrinya, Dave langsung mencoblos lubang belut milik Joana.
"Kau tidak bisa kemana-mana selain menikmatinya," ucap Dave. "Akan ku buat kau tidak bisa berjalan!"
"Dave, hentikan....!!" Pinta Joana yang saat ini hanya bisa bertumpu pada dinding.
Plok....plok....plok.....
Begitu kencangnya gerakan Dave, kedua tangannya sibuk meremas buah pepaya gantung milik istrinya.
Aaaaaaarh.......
Joana terus merintih, mulutnya komat kamit mengumpat suaminya sendiri. Ia tak bisa bergerak, Dave terus mengajar istrinya dari belakang.
Sore telah berganti malam, Dave sudah memesan banyak makan. Ini lah salah satu alasan Dave menyuruh Davina untuk membawa semua asisten rumah tangga pindah sementara.
Aaaaargh.......
Teriak Joana kesal, ia memejamkan mata lalu menarik nafas panjang.
"Aku tidak bisa berjalan. Semua karena ulah mu," ucap Joana geram.
"Itu hukumannya untuk seorang istri yang jika suaminya salah dan sudah berulang kali minta maaf tapi, tidak mau memaafkan." Jawab Dave.
"Ciih,....bijak sekali kata-kata mu!"
"Terserah kau, sayang. Ayo ku gendong," ujar Dave lalu menggendong Joana turun untuk makan malam.
"Sebenarnya aku mau marah tapi, mana bisa." Ucap Joana dalam hati. "Tapi, kalau mengingat ucapannya, ingin sekali aku mencakar wajahnya ini." Imbuh Joana.
"Kenapa melihat ku seperti itu?" Tegur Dave.
heeeeerm.....
Joana yang geram hendak mencakar wajah Dave tapi, pria ini hanya tertawa renyah.
"Semakin kau marah, kau semakin terlihat lucu. Aku tambah cinta dengan mu." Ucap Dave.
Joana hanya bisa memutar bola matanya malas.
__ADS_1