Jerat Candu Istri Sewaanku

Jerat Candu Istri Sewaanku
Chapter 44


__ADS_3

"Sayang, apa yang sedang kau pikirkan hem?" Tanya Dave begitu lembut pada istrinya.


Joana tersenyum lalu menjawab.


"Tidak ada, aku tidak memikirkan apa pun!"


Dave menatap wajah istrinya, jelas terlihat jika Joana saat ini sedang sedih.


"Aku tahu kau sedang sedih, apa yang membuat mu sedih?" Tanya Dave memaksa.


Tiba-tiba saja Joana memeluk suaminya dan menangis.


"Sayang, kau kenapa?"


Dave khawatir.


"Jangan pikirkan tentang papa mu. Ingat, kau sedang hamil sekarang," ucap Dave.


"Aku rindu almarhum mama, aku ingin bertemu dengan mama." Ucap Joana dengan isak tangisnya.


Semakin erat Dave memeluk Joana, pria ini paham betul bagaimana perasaan istrinya sekarang.


"Jangan menangis, besok kita pergi makan roti di atas makan mama. Jangan menangis lagi, aku tidak suka melihat kau menangis."


"Aku juga ingin merasakan kasih sayang seorang ibu. Mengurus ku, memasak untuk ku atau sekedar perhatian pada ku. Dave, aku tidak pernah merasakan semua itu sepanjang hidup ku." Ucap Joana begitu menusuk hati Dave.


Dave menghela nafas panjang, melihat keadaan istrinya yang seperti ini ia memutuskan untuk pindah ke rumah orang tuanya.


"Bagaimana jika kita pindah ke rumah mami dan papi?" Tanya Dave meminta pendapat pada istrinya. "Kau bebas memeluk mami, aku akan meminta pada mami untuk memasak makanan kesukaan mu."


Joana tidak menjawab, ia semakin terisak dalam pelukan suaminya.


"Sekali pun aku kehilangan sosok mama dalam hidupku. Kenapa papa tidak bisa memberikan kasih sayangnya sehingga aku bisa melupakan kasih sayang dari mama?"


Dave tidak bisa menjawab, sebagai seorang pria, Dave mengakui jika tuan Altan adalah orang tua yang gagal.


"Jangan menangis lagi sayang. Masih banyak yang sayang pada mu terutama aku. Jika kau tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari mama mu, maka berikan kasih sayang mu pada anak-anak mu."


"Aku hanya rindu," ucap Joana dengan suara seraknya.


Sekali lagi Dave menghela nafas panjang.


"Besok pagi setelah dari makam, kita langsung pindah." Ujar Dave memberitahu istrinya.


Di sinilah kesabaran Dave di uji, menikah beda usia yang cukup jauh membuat pria ini harus bisa menyambangi Joana.


Terus memeluk istrinya sampai terlelap tidur, tidak lupa mengusap perut istrinya yang terlihat membuncit sedikit.

__ADS_1


Malam telah berganti pagi, Dave yang sudah bangun sejak tadi tak berniat beranjak dari tempat tidur. Di pandangnya terus wajah cantik Joana, perempuan yang berhasil membuat Dave menjilat ludahnya sendiri.


"Selamat pagi sayangku," ucap Dave di saat Joana membuka mata.


Di kecup mesra kening istrinya.


"Pagi suamiku," bala Joana dengan suara pelan. "Cukur brewok mu, aku geli melihatnya!"


"Jo, bisa-bisanya kau berkata seperti itu." Ucap Dave mendadak geram pada istrinya.


"Kenapa belum mandi juga? Katanya mau mengajak ku pergi ke makam!"


"Kau juga baru bangun, kenapa harus menyalahkan aku?"


"Sayang,.....!" Rengek Joana.


"Iya sayang, aku salah. Mandilah setelah itu kita pergi." Ujar Dave.


"Cium....!"


Joana memajukan bibirnya.


"Hai, manja sekali...!" Ucap Dave seraya menarik hidung istrinya.


Joana pun pergi mandi lebih dulu sedang Dave menemui para asisten rumah tangganya untuk mengemasi semua pakaian dan barang-barang mereka.


"Makam mama sudah di renovasi, kau pasti suka." Kata Dave memberitahu istrinya.


"Kebiasaan, kalau melakukan apa pun pasti tidak bilang pada ku!" Sahut Joana.


Tak berapa lama, Dave dan Joana sampai juga di pemakaman. Dave menggenggam tangan istrinya, menyusuri jalan yang tak seberapa lebar menuju makam mama Joana.


"Mau apa anda di makam mama ku?" Tegur Joana pada tuan Altan yang saat ini tengah duduk membelakangi Dave dan Joana.


Tuan Altan langsung menoleh ke arah sumber suara.


"Ah, sial!" Umpat Dave dalam hati. "Pasti Joana akan sedih lagi."


"Jo, kau di sini nak? Jo, apa kau yang merenovasi makam mama mu?"


"Anda tidak berhak berada di makam ini. Apa anda lupa jika anda sudah menelantarkan makam ini selama lima tahun?"


"Jo, maafkan papa. Semua ini salah Karina dan Sarah, mereka tidak mengizinkan papa untuk mengurus makam mama mu!"


Joana tertawa masam kemudian mengajak suaminya pergi dari sana. Tuan Altan berusaha mengejar anaknya tapi, Dave dan Joana sudah masuk ke dalam mobil kemudian pergi.


Selain rasa penyesalan tidak ada lagi yang bisa lakukan tuan Altan untuk membujuk anak perempuan satu-satunya.

__ADS_1


"Sayang, kita sarapan di resto itu saja ya?"


"Iya, tidak apa-apa!" Jawab Joana.


Bingung ingin bersikap seperti apa, sebisa mungkin Dave menghibur hati Joana pagi ini.


"Wuaaah, sayang. Ini restoran baru ya?" Tanya Joana terlihat senang seolah ia lupa kejadian barusan.


"Sepertinya iya. Tapi, aku belum tahu rasanya!"


Mereka berdua keluar dari mobil kemudian masuk ke dalam restoran.


Baru saja mau duduk, Dave dan Joana kembali berdiri saat Aston yang entah datang dari mana tiba-tiba muncul di hadapan mereka.


"Mau apa kau hah?" Tanya Dave tidak suka.


Aston tidak menghiraukan Dave. Pria ini malah tersenyum ke arah Joana.


"Jo, apa kau ingin makan di restoran ini?" Tanya Aston dengan senyum sumringahnya.


"Menurut mu, aku datang ke tempat ini mau apa?" Joana balik bertanya.


"Heh, pergi...!" Usir Dave.


"Kau tidak berhak mengusir ku dari tempat ini karena aku pemilik restoran ini," ucap Aston begitu sombong.


"Sayang, kalau begitu kita cari tempat makan yang lain." Ujar Dave lalu menarik tangan istrinya.


"Jo, jika kau ingin makan di restoran ini gratis dan biarkan lelaki tua ini pergi."


Hati Dave sangat panas mendengarnya.


"Aku makan di rumah saja!" Jawab Joana.


"Jo, aku heran pada mu. Kenapa kau bisa menikah dengan lelaki tua ini hah?"


Mendengar perkataan Aston, langkah Dave terhenti. Lalu mencengkram leher Aston. Joana yang melihat hal tersebut langsung panik begitu juga dengan beberapa orang karyawan. Untung saja restoran ini masih sepi pengunjung.


"Sekali lagi kau muncul dan mengganggu istri ku, akan ku habisi ku!" Ancam Dave.


"Aku tidak takut!" Sahut Aston begitu berani.


"Sayang, lepaskan dia. Ayo kita pergi...!" Joana menarik tangan suaminya.


Dengan perasaan kesal Dave mendorong tubuh Aston sampai ia terjungkal.


Dave dan Joana pun bergegas pergi dari sana. Hati Dave benar-benar panas sejak kemunculan Aston. Ada rasa penyesalan saat Dave mengajak Joana pergi liburan beberapa waktu yang lalu.

__ADS_1


__ADS_2