Jerat Candu Istri Sewaanku

Jerat Candu Istri Sewaanku
Chapter 31


__ADS_3

"Aduuh....perih....!" Ucap Joana mengeluh. Jangankan untuk berdiri, melangkah saja kedua kakinya harus di lebarkan.


"Mau lagi?" Tawar Dave seketika mata Joana melirik tajam.


"Gatal....!" Seru Joana.


"Makanya, jadi istri itu jangan kerasa kepala. Suami sudah minta maaf bolak balik masih aja salah."


"Udah ah, gendong." Rengek Joana.


"Mau kemana?" Tanya Dave heran.


"Ke kamar mandi. Aku ingin berendam air dingin. Sumpah, ini sakit banget!"


"Mau berendam sama aku?"


Joana mendengus kesal.


"Aku masih marah pada mu. Tolong jangan memancing emosi ku!"


"Bercanda sayang. Gitu aja di ambil hati," ucap Dave.


"Sekali lagi bermain seperti orang kelaparan, akan ku potong-potong jamur mu!" Ancam Joana.


"Mengerikan!" Sahut Dave.


Dave menggendong istrinya, menurunkannya kemudian Dave keluar.


Hari telah berganti, untuk mengembalikan suasana hati istrinya, Dave mengajak Joana pergi ke pusat perbelanjaan.


Sejak menikah dengan Joana, Dave sangat sering pergi ke tempat ini padahal sebelumnya ia sangat tidak terlalu menyukai keramaian.


"Sebenarnya kita berdua ini contoh orang yang tidak jelas," ucap Joana.


"Kenapa begitu?" Tanya Dave.


"Dari lantai satu sampai empat cuma mutar-mutar tidak jelas."


"Ya salah kamu sendiri. Belanja gak mau, aku sudah mengajak mu beli ini dan itu juga tidak mau. Jadi, sekarang mau apa sayang?" Tanya Dave seraya menarik pipi istrinya.


"Main aja. Aku bosan!"


"Kita turun lagi ke lantai dua?"


"Gendong, aku lelah!"


Dave menghembuskan nafas kasar. Mau tidak mau ia menggendong istrinya di belakang.


"Eeeh,....sebentar. Kamu bilang Dave dan Joana sudah berpisah. Kok malah gendong-gendongan?" Tanya Sarah pada anaknya.


"What....?" Karina terkejut. "Mereka bersatu lagi?"


"Karina, kamu ini gimana sih?"


"Ma, Joana itu di usir dari rumah Dave. Mamah juga waktu itu lihat Joana di jalanan."

__ADS_1


"Ini tidak bisa di biarkan. Jika Joana kembali bersama dengan Dave, akan lebih susah lagi untuk menyingkirkan Joana."


Karina dan mama-nya mengikuti Dave dan Joana. Mereka benar-benar geram melihat kebahagiaan Joana yang sekarang.


Ibu dan anak ini bergegas pulang, mengadu pada tuan Altan dan menjelekan Joana.


Seperti biasa, ada cerita yang di bumbui dengan berjuta kebohongan. Dasarnya tuan Altan sudah termakan hasutan, dengan mudahnya ia percaya dengan Sarah dan Karina.


"Melihat sikap Joana yang semakin angkuh dan sombong. Sepertinya aku ingin membuka lagi kasus lama," ucap Sarah membuat tuan Altan terkejut.


"Jangan, mau taruh di mana wajah ku jika Joana masuk penjara?"


"Suamiku, seandainya dia bersikap lebih baik dan menghormati aku sebagai ibu sambungnya, tidak mungkin aku melakukan ini." Jawab Sarah.


"Aku akan bicara pada Joana untuk meminta maaf pada mu. Anak itu benar-benar keras kepala!"


Senyum tipis tergurat di wajah Sarah, tuan Altan begitu mudahnya masuk ke dalam hasutan dirinya.


Di sisi lain, Joana tampak bahagia saat memainkan salah satu permainan di sana. Dave hanya menemani, sesekali ia juga ikut bermain di sana.


"Lapar,...!" Ucap Joana.


"Aku juga lapar. Kita cari makan yuk!" Ajak Dave.


Dave langsung menarik tangan istrinya, mereka pergi mencari makanan ala-ala Jepang. Sejak menikah dengan Dave, Joana harus membiasakan lidahnya dengan selera makan suaminya.


"Bukankah dia orang yang sudah membunuh adiknya yang masih dalam kandungan itu?"


Terdengar bisik-bisik dari meja sebelah.


"Eh, sepertinya iya. Lihat saja, wajahnya sama dengan di foto ini."


"Manusia kejam. Bayi tidak bersalah di jadikan pelampiasan!"


Mendengar hal tersebut, selera makan Joana mendadak hilang.


"Pasti ini kerjaan Karina," ucap Joana dalam hati.


"Sayang, apa kau baik-baik saja?" Tanya Dave tampak khawatir dengan perasaan istrinya.


"Aku ingin pulang," ucap Joana.


"Ya, kita pulang sekarang!"


Sepanjang perjalanan pulang, Joana tampak diam saja. Wajahnya di tekuk, hatinya begitu sakit.


"Jangan di pikirkan, nanti kau sakit."


"Karina benar-benar keterlaluan. Aku tidak pernah mengusik dia tapi, kenapa dia selalu mengusik ku?"


"Biarkan saja dia bermain sepuasnya." Ujar Dave.


"Lihatlah, dia membuat akun palsu untuk menyebar berita tentang ku!"


"Sebenarnya aku sudah mendapatkan kartu AS mereka," ujar Dave memberitahu.

__ADS_1


"Apa?" Tanya Joana penasaran.


"Nanti saja, setelah di rumah. Aku akan mengantar mu pulang dulu. Aku harus pergi ke kantor karena ada masalah sedikit."


Joana kembali diam, ada air mata yang sejak tadi ia tahan.


"Aku baru merasakan kebahagiaan. Tolonglah jangan patahkan hati ku dengan harapan-harapan," ucap Joana dalam hati.


Dave menurunkan Joana tepat di depan rumah. Pria ini langsung pergi setelah memastikan istri masuk.


Joana yang lelah, memilih membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


"Kenapa aku harus pergi dari hidup Dave sedangkan dia sendiri yang tergila-gila padaku?" Joana mulai memikirkan tentang dirinya. "Semakin aku bahagia, semakin membuat mereka kepanasan. Seharusnya aku melakukan hal yang akan membuat Karina dan tante Sarah seperti orang gila."


Joana mulai mendapatkan ide, ia ingin membalas perbuatan Karina yang sudah membuat nama baiknya jelek.


Sementara itu, Dave yang saat ini sedang mengurus pekerjaannya di bantu Edric, pria ini selalu curhat pada Edric.


"Kasihan Joana, kenapa kau ini lama sekali bergerak?" Tanya Edric geram.


"Aku sedang menunggu waktu yang tepat. Penjara saja tidak cukup bagi ibu dan anak itu."


"Lantas, apa yang akan kau lakukan?"


"Mereka harus merasakan rasa perih dan sakit sama seperti Joana dulu. Percayalah, luka di tubuh Joana masih membekas. Terkadang hati ku nyeri saat melihatnya." Tutur Dave.


"Tuan Altan sangat keterlaluan. Di beri makan apa dia sampai begitu penurut sama istrinya?"


"Entahlah,....!"


Tok,....


Tok,...


"Permisi pak, ada bu Rachel yang ingin bertemu bapak!"


Belum sempat Dave menjawab ucapan Resepsionis, Rachel langsung masuk begitu saja ke dalam ruangan Dave.


"Aku melihat berita tentang istri mu. Dave, kau menikahi seorang pembunuh!" Ucap Rachel dengan wajah sok paniknya.


"Seharusnya kau tidak ikut campur dalam masalah ini." Sahut Dave.


"Dave, aku khawatir pada mu. Apa itu salah?"


"Salah!" Jawab Dave tegas. "Kau mengkhawatirkan pria yang sudah beristri...!"


"Tapi Dave, dia sudah membunuh calon adiknya."


"Pergi dan bawa rasa khawatir mu." Usir Dave.


"Aku heran pada mu, kenapa kau tiba-tiba muncul di saat Dave sudah menikah?" Tanya Edric geram.


"Pergilah. Aku tidak butuh rasa khawatir mu!" Sekali lagi Dave mengusir Rachel.


"Dave, aku akan mengadukan masalah ini pada papi mu!" Ancam Rachel yang kebetulan kenal dengan tuan Darius dan nyonya Andina.

__ADS_1


"Ya, terserah kau. Pergilah.....!"


Rachel emosi. ia tak terima jika Dave tidak menghargai rasa khawatirnya. Mau tidak mau wanita ini pergi dari kantor Dave.


__ADS_2